Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penyakit langganan yang sering dijumpai pada anak-anak dan balita antara lain; demam, diare, batuk, pilek, dan muntah. Selain itu, anak-anak juga rentan cedera, misalnya akibat terjatuh. Oleh karena itu, obat-obatan yang wajib disediakan di rumah untuk keadaan darurat biasana obat-obat untuk mengatasi penyakit atau gangguan tadi.

Sesuaikan obat-obatan di rumah dengan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak dan balita. Biasakan memberikan obat bebas untuk penanganan pertama, agar anak-anak tidak tergantung pada dosis yang tinggi.

Obat yang perlu disediakan di rumah antara lain:

Demam
Pilihan untuk persediaan obat demam di rumah yang paling aman untuk anak adalah parasetamol. Berikan parasetamol pada anak sesuai dengan aturan pakai yang tercantum pada kemasan obat.

Jangan lupa lakukan kompres dengan air hangat, agar anak tidak menggigil. Plus, hipotalamus menerima sinyal bahwa suhu di sekitarnya sedang hangat dan suhu tubuh harus segera diturunkan.

Bila anak memiliki riwayat kejang pada saat demam tinggi, di rumah perlu menyediakan antikejang, yaitu diazepam dalam bentuk suppositoria.

Bila telah diberikan penurun panas dan kompres air hangat, namun suhu tubuh tidak kunjung turun setelah 3 hari, maka periksakan anak ke dokter. Obat-obatan di rumah hanya sebagai pertolongan pertama.

Gangguan Saluran Pernapasan

Bila buah hati mengalami gangguan saluran nafas seperti flu maupun batuk, sebaiknya pilih pengobatan yang rasional.

– Batuk
Untuk obat pengencer dahak, boleh saja diberikan pada anak di bawah usia 5 tahun, dengan syarat anak tersebut sudah bisa mengeluarkan lendir. Jangan sampai lendir yang seharusnya dikeluarkan malah menumpuk di saluran nafas sehingga menyebabkan penyakit baru, yaitu pneumonia, untuk mengatasi batuk si kecil adalah minum banyak air putih.

– Pilek
Jika hidung anak pilek atau tersumbat, cukup berikan NaCl 0,9 persen yang diteteskan atau disemprot. Sediakan NaCl 0,9 persen bentuk tetes atau semprot bisa didapatkan di apotek maupun toko obat.

Penyakit batuk pilek pada anak umumnya disebabkan oleh virus, sehingga tidak diperlukan penggunaan antibiotik. Namun, bila penyakit tidak kunjung sembuh selama 3 hari, kemungkinan ada peradangan dan infeksi sehingga membutuhkan antibiotik. Pemilihan antibiotik pun harus dengan pertimbangan medis.

– Sesak
Bila si kecil mengalami sesak, berikan obat gosok khusus untuk bayi yang dapat melegakan pernapasan anak.

Diare
Apa pun penyebab diare, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mencegah terjadinya dehidrasi supaya anak tidak kekurangan cairan dan elektrolit.

Racun-racun penyebab diare harus dikeluarkan, oleh karena itu, penggunaan obat diare yang bersifat menyerap tidak dianjurkan untuk anak.

Perhatikan juga kebersihan diri dan makanan yang masuk. Berikanlah anak cairan elektrolit, bisa menggunakan oralit maupun produk-produk sejenis.

Anda juga dapat membuat larutan gula-garam sendiri dengan mencampurkan 1 sendok teh gula pasir, seperempat sendok teh garam dapur dan 1 gelas (200 ml) air matang. Bila anak masih diberikan ASI, tetap lanjutkan pemberian ASI.

Mual-muntah
Tidak ada zat yang dapat mengobati mual-muntah pada anak. Yang harus diketahui adalah penyebab mual-muntah. Orangtua juga sebaiknya menjaga agar anak tidak dehidrasi maupun kekurangan nutrisi. Setiap anak muntah, berikan minuman hangat.

sumber: (Hasto Prianggoro/Tabloid Nova), Editor: NF, kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kenali Selulite pada Kulit Indah Anda
  2. Kiat Atasi Obesitas
  3. Negative Thinking (Berpikir Negatif), Bahaya Lho!
  4. Berkumur Bisa Cegah Pilek
  5. 5 Tips Menggunakan Komputer Agar Tidak Merusak Mata
  6. Cegah Kanker Prostat Dengan Ejakulasi Teratur
  7. Inilah Fakta dan Mitos Bedah Mata LASIK
  8. Sehat Bersama Tomat
  9. Pengidap HIV/AIDS di Indonesia Terus Meningkat
  10. Nyeri Telinga Saat Naik Pesawat? Berikut Cara Mengatasinya