Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sebenarnya, menghindari kanker Serviks sangatlah mudah, hanya dengan dua cara. Mencegah kehadiran kanker Serviks ini bisa dilakukan dengan dua cara umum. Pertama, mencegah terjadinya infeksi HPV. Kedua, melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur. Tentu, kedua cara ini adalah cara yang ampuh mencegah penyakit kanker berbahaya pembunuh perempuan ini.

Pap smear (tes Papanicolau)
Pap smear adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan serviks. Pada pemeriksaan pap smear, contoh sel serviks diperoleh dengan bantuan sebuah spatula yang terbuat dari kayu atau plastik (yang dioleskan bagian luar serviks) dan sebuah sikat kecil (yang dimasukkan ke dalam saluran servikal).

Sel-sel serviks lalu dioleskan pada kaca obyek lalu diberi pengawet dan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa. 24 jam sebelum menjalani Pap smear, sebaiknya tidak melakukan pencucian atau pembilasan vagina, tidak melakukan hubungan seksual, tidak berendam dan tidak menggunakan tampon. Gejala kanker rahim antara lain keputihan terus-menerus dan berbau serta adanya perdarahan setiap berhubungan seksual. Normalnya, Pap smear dilakukan berkala setiap tahun.

Jika setelah 3 kali melakukan Pap smear tidak ditemukan tanda positif kanker, anda bisa mengurangi intensitasnya menjadi 3 tahun sekali. Namun, jika memiliki faktor risiko, sebaiknya lakukan 6 bulan sekali. Pap smear sangat efektif dalam mendeteksi perubahan prekanker pada serviks. Jika hasil Pap smear menunjukkan displasia atau serviks tampak abnormal, biasanya dilakukan kolposkopi dan biopsy.

Pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Akibatnya, angka kematian perempuan akibat kanker serviks pun akan bisa menurun sampai lebih dari 50%.

Berikut ini ada anjuran untuk melakukan Pap smear secara teratur:
Setiap tahun untuk perempuan yang berusia diatas 35 tahun
Setiap tahun untuk perempuan yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kutil kelamin
Setiap tahun untuk perempuan yang memakai pil KB
Setiap 2-3 tahun untuk perempuan yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk perempuan yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker
Sesering mungkin jika hasil Pap smear menunjukkan abnormal
Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks.

Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker serviks sebaiknya:
Anak perempuan berusia dibawah 18 tahun, tidak melakukan hubungan seks.
Jangan melakukan hubungan seksual dengan penderita kutil kelamin atau, gunakan kondom untuk mencegah penularan kutil kelamin.
Jangan berganti-ganti pasangan seksual.
Berhentilah merokok.

Pemeriksaan panggul setiap tahun (termasuk Pap smear) harus dimulai ketika seorang perempuan mulai aktif melakukan hubungan seksual atau pada usia 20 tahun. Setiap hasil yang abnormal harus diikuti dengan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa vitamin A berperan dalam menghentikan atau mencegah perubahan keganasan pada sel-sel, seperti yang terjadi pada permukaan serviks. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 5 Cara Tepat Memilih dan Menggunakan Pembalut
  2. Stroke dan Gejalanya
  3. Inilah 4 Fakta Saat Menyusui
  4. Berikut Tipe – Tipe Autisme
  5. Jaga Kesehatan dengan Makan Ikan
  6. Cukupi Kebutuhan Vitamin E
  7. 5 Makanan Terbaik Untuk Kulit Anda
  8. Harapan Baru bagi Pasien Kanker Prostat
  9. Pola Hidup Perbaiki Tekanan Darah
  10. Gejala Awal Gangguan Prostat