Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Peneliti Amerika Serikat sedang melakukan penelitian untuk membuat vaksin dari nyamuk untuk memblokade serangan malaria. Stephen Hoffman dari sebuah perusahaan bioteknologi sedang mencoba untuk menangani pencegahan penyakit malaria dengan vaksin.

Penyakit akibat gigitan nyamuk ini diperkirakan membunuh satu juta orang tiap tahun terutama anak-anak di benua Afrika. Hoffman kepada wartawan, beberapa waktu lalu, mengatakan akan memproduksi sekitar 75 juta-100 juta dosis dalam satu tahun untuk memvaksin sekitar 25 juta bayi setiap tahun di bagian Sahara Afrika.

”Kami mendesain fasilitas laboratorium dan pelengkapnya untuk menghasilkan vaksin malaria keseluruhan,” kata dia. Dia membuka fasilitas pabrik dan laboratoriumnya untuk umum. Dia mengatakan saat ini vaksinnya tengah diujicobakan dan akan berlangsung hingga akhir 2008.

Hoffman mendapat dukungan penuh dari pemerintah AS. Dia mendapat suport akhir tahun 2006 ketika Bill and Melinda Gates Foundation menyumbang sekitar 29,3 juta dolar melalui PATH Malaria Vaccine Initiative. Hoffman meyakini kemampuan dari vaksin yang dibuat dari virus malaria yang telah dilemahkan itu dengan sangat baik. Tahun 1980, Hoffman merupakan direktur dari program riset antimalaria angkatan laut AS. Karena itu, dia optimistis vaksin yang dibuatnya bisa menghambat serangan malaria pada manusia.

Dia menjelaskan mengujicobakan juga vaksin baru itu pada diri sendiri. Kemudian, dia menggigitkan nyamuk yang membawa plasmodium falciparum–parasit malaria yang mengakibatkan kematian pada 95 persen kematian di seluruh dunia pada diri sendiri. Hoffman kemudian jatuh sakit dengan gejala malaria. Vaksinnnya tak bekerja. Berdasarkan kegagalan 20 tahun lalu, peneliti ini melakukan pendekatan lain dan berharap kali ini vaksinnya dapat diproduksi massal selain fungsi utama dapat menekan kematian akibat malaria.

Di lab-nya, Hoffman memberi makan nyamuk malaria dengan darah yang diberi Plasmodium falciparum. Dua pekan kemudian, parasit itu menyebar dalam diri nyamuk. Nyamuk-nnyamuk itu lantas dipisahkan dan ditempatkan dalam ruang yang diberi radiasi untuk melemahkan parasitnya. Kemudian para peneliti membuat ekstraksi dari parasit yang telah dilemahkan dan mensterilkannya.

Kemudian vaksin yang dibuat dari parasit yang dilemahkan itu memicu kekelaman tubuh terhadap malaria lebih dari 90 persen selama sepuluh bulan terakhir. ”Kami juga sudah mengujicobakan kepada 16 pria dewasa,” kata Hoffmann. Namun, ia mengatakan masih banyak ujicoba yang harus dilakukan. Namun, dia merasa telah menemukan kuncinnya yakni menjadikan nyamuk sebagai vaksin antimalaria. Seekor nyamuk bisa menghasilkan dua dosis vaksin. (yz/republika)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 90% Perempuan Terinfeksi AIDS dari Pasangannya
  2. Inilah 3 Jenis Stres yang Sering Menyerang Anda & Solusinya
  3. TBC Terbuka di Kantor
  4. 5 Tips Agar Vagina Tak Dihinggapi Jamur
  5. Ganja “Cimenk” Terbukti Efektif Kurangi Rasa Sakit Pasien Kanker
  6. 4 Pantangan Ketika Menyantap Hidangan Kepiting
  7. Bangun Lebih Pagi dan Mengatasi Insomnia
  8. Pentingnya Asam Lemak Omega 3
  9. Cegah Gigi Berlubang
  10. Perbaiki Struktur Tungkai Kaki Dengan Fitbone