Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penyakit EnteroVirus 71 (EV71) yang sebelumnya mewabah di Cina, Singapura dan Malaysia, kini menyerang Indonesia. Saat ini ada tiga pasien di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang diduga terinfeksi virus tersebut.

“Tiga orang yang diduga terinfeksi EV71 sedang di rawat di RSCM, namun tim dokter yang merawat masih belum bisa memastikan lebih rinci. Laporannya belum sampai ke Depkes,” terang Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di Jakarta, Kamis (07/05).

Menurutnya, Virus EV71 sebetulnya sudah lama ada di Indonesia, tapi densitas kejadiannya masih sedikit sehingga tahapannya masih pendemi.

“Serangan virus EV71 pertama kali ditemukan di Indonesia tahun 2006, yaitu menimpa seorang anak usia sekolah. Saya minta sekolahnya ditutup, dan tiga minggu kemudian ternyata tidak diketemukan masalahnya,” paparnya.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Departemen Kesehatan (Depkes) Chandra Yoga Adhitama sebelumnya menyatakan, pemerintah terus memantau perkembangan wabah penyakit akibat virus intestinal (usus) di Cina yang telah mengakibatkan 19 orang anak meninggal dan sekitar 800 orang lainnya jatuh sakit.

Depkes masih mengumpulkan data penyakit tersebut serta menunggu kabar perkembangan penyakit tersebut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “WHO belum mengkategorikan virus itu sebagai international concern dan tidak memberi anjuran apapun. Kami menunggu kabar perkembangan penyakit itu dari WHO,” ujar Chandra.

Akhir pekan lalu di Cina dilaporkan 19 anak tewas dan sekitar 800 orang lainnya jatuh sakit akibat virus intestinal (usus). Para ahli mengatakan virus ini golongan enterovirus 71 yang menyebabkan demam tinggi, radang selaput, radang otak, dengan paru-paru edema, dan kelumpuhan pada sejumlah kecil anak-anak.

Chandra juga menegaskan, pemerintah Indonesia sejauh ini belum akan mengeluarkan larangan bepergian (travel warning) terhadap warga negara Indonesia ataupun negara lain yang terkena wabah penyakit itu untuk tidak saling mengunjungi.

Penularan penyakit ini sebenarnya bisa dihindari dengan melakukan beberapa tips sederhana.
Chandra menjelaskan, penularan virus EV71 adalah melalui ludah, tinja, dahak, sekret hidung, dan cairan vesikel. Metode penularan virus tersebut antara lain bisa melalui barang yang terkontaminasi seperti piring dan gelas.

Untuk mencegah virus biang hand foot and mouth disease adalah dengan cuci tangan secara benar dan membersihkan alat-alat bermain dengan air serta sabun, sehingga terhindar dari penularan melalui alat bermain dari anak lain.

Cara ini perlu dilakukan para orangtua, guru dan pegawai TPA, karena mereka pun dapat terinfeksi melalui tangan dari tinja yang berasal dari popok bayi atau balita saat menceboki atau mengganti popok.

“Anak yang sedang sakit tidak dianjurkan untuk masuk sekolah dulu. Sebab, pasien sangat menular pada minggu pertama sakit,” tutur Chandra dalam siaran persnya, Jumat (08/05).

(pdpersi)
halohalo.co.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Lagi, Facebook ‘Dihantam’ Virus Berbahaya
  2. NARKOBA Jenis Baru Bernama “Strawberry Quick”
  3. Facebook Pasti Akan Memungut Bayaran!
  4. Kawasan Wisata Kuliner Perlu Dibangun
  5. Video Mesum Di Duga Rita Widyasari Ketua Partai Golkar dan Calon Bupati Kutai Kartanegara
  6. Inilah Kronologis Meletusnya Merapi + Video
  7. Krisis Obat, Nyawa ODHA di Bali Terancam
  8. Iklan ‘Murah’ Operator Cuma Akal-akalan?
  9. Mobil Terbang Sedot Perhatian
  10. Facebook : Kesulitan Keuangan, Menunggu ‘Ketidakgratisan’