Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Coba perhatikan rambut wanita yang sedang hamil pasti terlihat lebih bagus karena lebih lebat dan cepat panjang. Tapi setelah melahirkan rambut jadi rontok. Kenapa bisa begitu?

Sebagian besar wanita senang melihat rambutnya menjadi indah saat hamil, tapi kerap terkejut menemukan banyaknya rambut yang rontok dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan.

Dikutip dari Babycenter, selama hamil wanita mengalami peningkatan kadar estrogen yang dapat memperpanjang tahap pertumbuhan rambutnya. Hal ini menyebabkan hanya sedikit rambut yang berada dalam tahap istirahat, sehingga rambut menjadi lebih tebal dan sedikit rontok.

Tapi setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir.

Secara normal sekitar 85-95 persen rambut di kepala akan tumbuh dan sisanya yaitu sekitar 5-15 persen berada dalam tahap istirahat. Setelah masa istirahat, rambut ini akan rontok dan akan digantikan oleh rambut baru. Seorang perempuan rata-rata mengalami kerontokan sebanyak 100 helai rambut.

Jangan cemas, kondisi ini termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Rambut yang rontok usai bersalin pun tidak akan membuat kebotakan karena rambut akan kembali normal setelah tahun pertama bayinya. Kondisi rambut akan kembali normal seperti sebelum hamil setelah 6-12 bulan melahirkan.

Meski demikian terkadang tidak semua perempuan mengalami kerontokan rambut yang drastis, umumnya kondisi ini akan lebih jelas terlihat pada perempuan yang memiliki rambut panjang.

Namun satu hal yang pasti kondisi ini tidak ada hubungannya dengan menyusui. Jadi anggapan perempuan yang berpikir kerontokkan rambut yang dialaminya karena menyusui itu salah karena kondisi ini hanya suatu kebetulan dan tidak saling berhubungan.

Umumnya tidak ada yang dapat menghentikan kondisi ini, tapi seseorang bisa mengatasinya dengan cara memotong rambutnya menjadi lebih pendek serta menggunakan shampo dan kondisioner yang tepat untuk rambutnya.

sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Berikut Adalah Fakta Seputar Lemak
  2. Kanker mulut akibat hpv meningkat pada pria
  3. Sejarah dan Serba-Serbi Valentine
  4. Bosan Rumput? Pakai Kucai atau Sutra Bombay
  5. Celup Teh Kurang Dari 5 Menit Saja!
  6. 10 Mitos Tentang Makanan Yang Salah
  7. Memakai kembali koran bekas (Reuse)
  8. Makanan-Makanan Pereda Stress
  9. Ternyata Sperma Bergerak Seperti Ini Lho
  10. 8 Ciri – Ciri, Orang Yang Dusukai Nyamuk