Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Para ilmuwan melakukan terapi rekayasa genetik untuk memasukkan sel tumor demi menghambat perkembangan produksi protein penyebab kanker. Hasil penelitian berpotensi mencegah dan mengobati kanker.

Demikian disampaikan Kepala peneliti, Gregory Adams, dari Fox Chase Cancer Center Philadelphia. “Ini adalah sesuatu yang kita nantikan. Rekayasa gen secara langsung mendorong kanker menghentikan produksi protein tertentu,” ucapnya tanpa menyebutkan jenis RNAi yang dimaksud.

Dr Len Lichtenfeld, wakil kepala medis dari American Cancer Society, mengungkap, hasil penelitian intereferensi RNA merupakan langkah maju menuju riset lebih dalam soal DNA.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal Nature menunjukkan, interferensi RNA (RNAi) berfungsi dengan baik pada manusia. Sebelumnya, pada 2006, penemuan ini memenangkan hadiah nobel dengan subjek penelitian cacing.

Pada tahap awal, uji klinis melibatkan para pasien kanker melanoma, jenis kanker kulit yang sangat mematikan. Para peneliti menyuntikkan nanopartikel ke pasien. Selanjutnya, partikel nano memilih selektif sel tumor dan menghentikan produksi protein penyebab kanker.

Tak seperti pengobatan konvensional yang sulit membedakan sebuah protein, pengobatan terbaru melalui genetik RNAi hanya menyasar satu protein penyebab kanker.

“Tidak seperti terapi konvensional, terapi ini juga reversibel atau bisa digantikan dengan yang baru dan memulihkan diri sendiri,” ujar Adams. Peneliti percaya, proses pengobatan yang disempurnakan bisa menjangkau banyak gen dengan lebih selektif untuk mengoptimalkan pengunaan obat-obatan.

sumber; Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila, VIVAnews.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Tanda Penyakit Jantung : Bintik Kuning di Mata
  2. Makanan yang Lama Dicerna
  3. Cara Unik Deteksi Penyakit Kronis, Mau Coba?
  4. Kenali Sakit Kepala Anda
  5. Inilah 12 Pertanyaan dan Jawaban Terpopuler Soal Haid
  6. Solusi Hindari Cacingan
  7. Obati Kanker Dengan Cahaya
  8. Vaksin Kanker Serviks
  9. Sepertiga ODHA Terinfeksi Tuberkulosis
  10. Bahaya Makan Telur Mentah