Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sedikitnya 2,2 juta penduduk dunia setiap tahunnya meninggal akibat penyakit paru obstruksi kronik (PPOK). Separuh para perokok meninggal akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Kebiasaan merokok ini, berhubungan dengan terjadinya 25 jenis penyakit, termasuk paru-paru. Selain itu, proporsi pengeluaran rata-rata untuk membeli rokok atau tembakau pada 2001, untuk kelompok berpenghasilan paling rendah sekitar 9,1% dan 7,4% bagi yang berpenghasilan tinggi.

Perokok yang berpenghasilan rendah, setiap hari menghabiskan 10 batang rokok, sedangkan yang berpenghasilan tinggi 12,5 batang.

“Pengeluaran anggaran keluarga untuk produk tembakau lebih tinggi dibanding untuk belanja ikan (6,2%), sayur mayur (5,1%), daging, telur dan susu (6,4%),” paparnya.

Ia mengatakan, lima penyakit paru utama menyumbang 17,4 % dari seluruh kematian di dunia. Maasing-masing infeksi paru (7,2%, PPOK (4,8%), tuberkulosis (3%), kanker paru (2,15)  dan asma (0,3%).

Saat ini, terdapat 1,2 miliar perokok di dunia dan konsumsi rokok di Indonesia meningkat secara persisten sejak tahun 1970. Prevalensi merokok penduduk dewasa usia 15 tahun ke atas pada 1995 meningkat 26,9 persen.

Tahun 2001 mencapai 31,5 persen sehingga diperkirakan terdapat 70 juta penduduk Indonesia merupakan perokok. Sekitar 88 persen di antaranya perokok kretek dengan kandungan tembakau 60-70 persen. (yz/PdPersi)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Puasa Untuk Penderita Diabetes Mellitus
  2. Ultraviolet Berisiko Penuaan Dini
  3. Indonesia Peringkat Empat Dunia Pasien Diabetes
  4. Anoreksia
  5. Turunkan Berat Badan Tanpa Olah Raga? Ikuti 5 Cara Berikut Ini
  6. Inilah Daftar 47 Susu yang Bebas Cemaran Sakazakii
  7. Ternyata Putih Telur Banyak Manfaatnya, Cocok Untuk Semua Umur
  8. Kenali Gejala HIV, Inilah Tanda – Tanda Anda Terinfeksi HIV
  9. Makanan yang Harus Dihindari Saat Hamil
  10. Obat Penurun Kolesterol Aman Dikonsumsi Jangka Panjang