Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Para peneliti yang peduli dengan para penderita kanker, kini mencoba membudidayakan tumbuhan brokoli dengan ukuran super. Hal ini diharapkan bisa menurunkan angka kesakitan terhadap penyakit tersebut.

Brokoli dipercaya bisa menghindarkan seseorang dari penyakit kanker. Hal itu juga yang diyakini Institut Penelitian mengenai Makanan (IRF) di Inggris. Menurut mereka, brokoli yang berwarna hijau itu, memiliki unsur kimia bernama sulforaphane yang dipercaya bisa menahan efek berkelanjutan dari kanker.

Karena asumsi itu pula, berarti secara logika, bila kita bisa memproduksi tumbuhan ini dalam kapasitas super, maka unsur kimia yang disebutkan tadi juga akan berkapasitas dan berdaya guna lebih besar.

“Mengonsumsi brokoli dengan porsi besar atau brokoli dengan level sulforaphane tinggi, kemungkinan para penderita kanker bisa lebih minimal mengalami potensi kesakitan,” ucap Koordinator Penelitian, Profesor Richard Mithen, pada situs BBC, baru-baru ini.

Brokoli dikenal sebagai keluarga sayuran yang sejenis dengan kubis, kol dan kangkung. Kebanyakan sayuran tersebut mengandung unsur glucosinolates berkadar tinggi.

Selain itu, jenis sayuran yang memiliki unsur sulforaphane, dipercaya sebagai satu-satunya obat penekan penyebaran kanker dalam tubuh. Super brokoli diperkirakan berukuran paling tidak lebih besar tiga perempat kali jenis brokoli biasa. (yz/berbagai sumber)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pilih Normal atau Caesar ? Bayi Lahir Caesar Berisiko Tinggi Asma dan Alergi
  2. 4 Tanda Siklus Mens yang Tidak Normal
  3. HIV Ditemukan dari Simpanse di Kamerun
  4. Inilah 4 Tips Agar Anak Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa
  5. Alat Semprot Tak Steril Tewaskan 1,3 Juta Orang per Tahun
  6. CHiropractic, Pengobatan Mengurut atau Menyejajarkan Tulang Belakang
  7. Khitan Kurangi 60 Persen Risiko Terjangkit AIDS
  8. Mati Suri Dilihat dari Sisi Medis, Psikologis dan Spiritual
  9. Utamakan Kesehatan Perempuan
  10. Ternyata Teka-Teki Silang Mempunyai Efek Buruk