Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kabar gembira buat para penderita kanker di Indonesia. Kini diperkenalkan cara diagnosis dan pengobatan baru terhadap penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu. Pengobatan itu bernama terapi dingin (cryo).

Terapi, guna melumerkan sel tumor yang ada dengan cara mendinginkannya. Cryo terapi biasanya dilakukan dengan menggunakan media jarum yang bertemperatur sampai di bawah 0 atau minus 100º Celcius.

Menurut Chief of Cryo Surgery International Prof Franco Lugnani, keistimewaan terapi dingin pada para pasien adalah tidak perlu pembedahan pada bagian tubuh yang terjangkit sel kanker.

“Cukup cari tahu keberadaan kanker tersebut dari CT-Scan, kemudian tinggal menusukkan jarum cryo lewat permukaan kulit,” ungkap Franco pada konferensi pers acara seminar kesehatan bertajuk Recent Advances in Cancer Diagnosis & Therapy di Jakarta, kemarin.

Ahli cyrotherapy dari Tionghoa Prof Xu Ke Chen menuturkan, dari sejumlah kasus penderita kanker tertentu yang ditanganinya, terapi dingin terbukti lebih efektif dan banyak berhasil ketimbang operasi pengangkatan. Kasus tertentu yang dimaksud, seperti jenis kanker prostat dan hati di atas stadium II atau telah berukuran besar.

Chen menjelaskan, kebanyakan kasus di Tiongkok, para penderita kanker yang datang berobat adalah kankernya sudah mencapai tahap stadium tinggi, yakni stadium III dan IV. “Bila ukuran tumornya sudah besar, ya harus diciutkan dulu dengan cryo, setelah itu baru bisa dioperasi,” ungkap dokter yang mengaku sudah melakukan terapi hampir 1.000 kali itu.

Terapi dingin, menurut Associate Professor of Surgery University of Bern, Switzerland Hhans U Baer, juga sangat berguna untuk mengobati penderita kanker pancreas. Selama ini kanker pankreas dikenal paling sulit untuk diobati. Kehadiran terapi dingin sebagai paliatif, yakni usaha dengan ‘harapan’ mengecilkan tumor dan mengurangi rasa sakit yang dialami si penderita, yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh kemoterapi.

Banyak pihak mengakui bahwa terapi cryo bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Menurut Franco, terapi ini sudah ditemukan sekitar seabad silam. Namun, cara ‘kuno’ itu mulai ditinggalkan, karena sistem pendinginan turut melumerkan jaringan sel yang masih sehat di pinggiran atau sekitar tumor.

Hingga awal 1990-an, dua orang ahli dari Amerika Serikat (AS) berhasil menyempurnakan cara terapi cryo, termasuk dengan dukungan teknologi yang canggih. “Maka itu, terapi dingin tidak akan bisa dilakukan tanpa alat deteksi yang canggih, seperti MRI atau CT-Scan,” ujar Franco. (izn)

PdPersi, cbn.net.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kopi, Cola dan Coklat Bisa Cegah Kanker?
  2. Apakah Anda Depresi? Inilah 5 Perilaku Depresi yang Paling Umum
  3. Antara TBC, Rokok, dan Polusi Udara
  4. Anda Perempuan Berpinggang Lebar, Siap-Siaplah Pikun di Hari Tua
  5. Pandemi Flu Babi
  6. 4 Pantangan Tentang Sarapan
  7. Inilah Alasan Kenapa Penyakit Orang Kaya dan Miskin Bisa Beda?
  8. Download Mp3 Vivaldi, Beethoven, Mozart, Karena Efek Musik Klasik Setara Obat Penenang
  9. Hindari Penyakit Jantung, Dengan 7 Tips Berikut
  10. Berjalan Kaki Cegah Osteoporosis