Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sekitar 1000 perempuan hamil di Chichester (Inggris) bakal masuk dalam catatan sejarah saat mereka akan diberikan sebuah uji yang menunjukan apakah kehamilan yang mereka tengah jalani bakal berisiko terkena ‘Pre-Eclampsia’ atau tidak. `Pre-eclampsia` merupakan sebuah resiko saat sebuah kehamilan terjadi dimana dampak paling tinggi adalah bagian plasenta tempat dimana janin mendapatkan nutrisi dan oksigen.

Rencananya uji kemungkinan bakal terjadnya ‘pre-eclampsia’ menjadi salah satu hal yang membantu para ibu hamil apakah mereka akan terus melanjutkan kehamilan atau sebaliknya. Majalah `the Chemistry & Industry` menyebut langkah uji kemungkinan terjadinya pre-eclampsia juga lebih akurat bila dibandingkan dengan dua teknis tradisional yang selama ini dilakukan, tekanan darah dan tes urine.

Diperkirakan 1 dari 10 perempuan yang tengah menjalani kehamilan mengalami resiko pre-eclampsia sementara 1 dari 50 perempuan lainya mengalami gejala hampir serupa. Menurut ‘The Action on Pre-eclampsia’ diseluruh dunia satu dari wanita meninggal setiap 6 menit karena mengalami gejala Pre-eclampsia saat kehamilan.

Selain berdampak pada aliran nutrisi dan oksigen, Pre-eclampsia juga akan membuat kehamilan berhenti. Sejumlah penelitian menyebut sejumlah kasus pre-eclampsia biasanya terjadi karena masalah pada tekanan darah tinggi dan ginjal. Rencananya uji resiko pre-eclampsia ini mengggunakan sebuah uji air liur perempuan hamil.

Jika sukses ujicoba yang dilakukan di `St Richard’s Hospital` ini baru akan diluncurkan 2008 mendatang. Setelah seorang perempuan positif terkena resiko pre-eclampsia maka disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan pihak berwenang di rumah sakit.

Brian Owen-Smith yang menjadi pengembang uji pre-eclampsia ini mengatakan bahwa uji tradisional dengan menggunakan tes urine dan tekanan darah tinggi sering kali tidak tepat. ‘Tidak semua perempuan hamil yang memiliki tekanan darah tinggi merupakan mereka yang mengalami pre-eclampsia,’ jelas Owen-Smith. “Dan sebuah tes urine mungkin layak untuk menghasilkan telah terjadinya infeksi ketimbang sebauh kasus pre-eclampsia’.

Sejumlah kalangan menyambut baik dan menunggu hasil uji ini dimana diharapkan tidak terlalu lama lagi perempuan hamil akan merasa aman ada atau tidaknya mereka mengalami pre-eclampsia. (yz, Sumber: BBC)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Hati-hati Konsumsi Obat dan Ramuan Seks
  2. Hepatitis C Berisiko Diabetes II
  3. Ternyata Manfaat Hobi Sama dengan Olahraga
  4. Apa Itu AIDS?
  5. Anak juga Bisa Menderita Diabetes
  6. Mengenali Demensia Alzheimer
  7. Inilah 10 Pekerjaan Terburuk untuk Paru-paru Anda
  8. Buah Pisang, Bisa Lawan AIDS
  9. Waktu Tidur Bisa Mempengaruhi Berat Badan