Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Saya sampai saat ini saya masih mencari-cari software yang paling pas untuk keperluan develop aplikasi web (dengan PHP). Sampai saat ini sih masih pakai Dreamweaver (yg versi 8). Tapi gara-gara lirik aplikasi kanan-kiri, akhirnya saya mikir-mikir lagi mau pakai aplikasi apa. Saya cari informasi aplikasi apa saja yang tersedia. Alhasil, beberapa aplikasi tersebut berhasil saya dapatkan dan saya coba. Berikut saya beri informasi, review, dan kesan saya memakai aplikasi tersebut. Maaf jika tidak ada link ke file sumber, anda bisa cari di Google.

1. Dreamweaver 8/CS3
Tidak diragukan lagi aplikasi ini memang bagus. Tapi masih kurang support PHP secara mendalam. Pada versi CS3, Dreamweaver memiliki fitur built-in library javascript Spry, dimana Spry juga adalah hasil karya team pengembang Dreamweaver.

html-element Namun ada hal yang sangat menggangu di CS3. Fitur untuk menampilkan elemen HTMLnya tidak bekerja dengan baik. Entah ada apa sebenarnya, apa karena yang saya coba bukan versi license ya. Big Grin (alias bajalakan). Untuk lebih memberikan visualisasi dari maksud saya bisa dilihat pada gambar disamping. Pada gambar tersebut ditampilkan Elemen yang terpilih saat ini adalah tag saat saya ganti pilih elemen tampilan tersebut tidak berubah ( elemen yang aktif masih). Entah ada apa, mungkin setting di komputer saya atau karena saya install 2 versi (8 dan CS3). Tapi hal ini membuat saya meng-uninstall versi CS3 dan lebih menggunakan versi 8. Bila ada yang pernah mengalami hal ini dan sudah bisa mengatasinya, bantu saya dong ya.

Saya tinggalkan fitur built-in support Dreamweaver CS3 terhadap Adobe Spry. Disamping karena katanya masih terdapat beberapa bug, juga karena mengkoding sendiri Adobe Spry pada halaman web lebih senang saya lakukan daripada menggunakan fitur otomatisasi yang kadang kurang sesuai dengan kebutuhan kita.

Dreamweaver sangat cocok bagi mereka yang ingin memulai belajar membuat web. Bahkan untuk seorang professional pun Dreamweaver masih cocok dan menjadi favorit.

2. Aptana Studio
Saya baru-baru ini tahu tentang aplikasi Aptana Studio. Setelah saya coba ternyata aplikasi ini menarik. Aptana Studio hadir dengan support terhadap berbagai library AJAX/Javascript seperti Adobe Spry, Mootools, jQuery,EXT, YUI, Scriptaculous, dan masih banyak lagi. Juga tersedia halaman contoh untuk library yang ada. Hal ini memberi kemudahan karena tidak perlu lagi kopi paste library. Tapi tetap, anda harus menguasai library tersebut jika ingin menggunakannya.

Interface Aptana Studio mirip(kalau tidak bisa dibilang sama) dengan IDE (Integrated Development Environment) Eclipse. Bagi yang sudah terbiasa dengan menggunakan Eclipse, mungkin akan cepat cepat menyesuaikan diri dengan tampilan Aptana Studio. Aptana Studio juga ternyata bisa dijalankan sebagai plugins dari IDE Eclipse.

Aptana Studio benar-benar IDE yang cocok untuk membuat web yang “ajax-style”. Hal ini terlihat dari fitur Jaxer Server yang memungkinkan pengguna untuk membuat web ajax dengan kombinasi teknologi CSS, Javascript, dan DHTML. Beberapa fitur dari Jaxer Server adalah sebagai berikut :

  • Pengembang bisa menggunakan teknologi (library) AJAX yang mereka kuasai dan pengembangan bisa dilakukan secara client-side atau server-side.
  • Memanggil fungsi dari Javascript di sisi server secara langsung dari Javascript di sisi client.
  • Validasi data pada sisi server dan client dengan kode yang sama .

Fitur Jaxer Server sudah bisa digunakan begitu anda menginstall Aptana Studio. Secara keseluruhan, Aptana Studio merupakan IDE yang patut dipertimbangkan untuk dicoba. Hanya saja loading awal agak sedikit berat.

3. Microsoft Expression Web 2 Beta
Tool ini rencananya dibuat Microsoft untuk melawan dominasi Dreamweaver di dunia Web Development Software. Pertama kali instal aplikasi ini kemudian saya lihat sekilas, saya bingung. Apa bedanya ama Visual Studio Web Developer ? Setelah masuk ke menu aplikasinya lebih dalam baru saya melihat perbedaannya. Kalau Web Developer memang khusus untuk teknologi ASP.NET, sedangkan Expression Web 2 ini adalah software untuk develop aplikasi web dengan dukungan teknologi yang lebih luas.

Tapi saya jadi ingat dengan frontpage. Tampilannya sama dengan frontpage, hanya saja frontpage sepertinya belum support pemrograman yang menggunakan sisi server. Expression web juga support PHP, walaupun sangat-sangat minim tapi paling tidak ada tulisan PHP di software ini Big Grin.

4. Netbeans IDE Early Access for PHP
IDE yang satu ini salah satu aplikasi yang aktif saya pakai sekarang. Dukungan terhadap PHP sudah mendalam, mulai dari syntax highlight, auto complete (fitur yang selama ini saya cari), sampai debugging (debugging belum sempat saya coba). Hanya saja syntax coloringnya tidak sesuai dengan yang tertera di detail php ( phpinfo(); ) karena Netbeans IDE Early Access for PHP ini menggunakan syntax color highlighting sendiri. Saya jadi harus mengatur ulang syntax color highlightingnya. Tapi saya suka aplikasi ini karena auto completenya … sempurna.

5. phpDesigner 2008
Ini salah satu aplikasi pengembangan web favorit saya setelah Dreamweaver. Namun setelah tahu ada aplikasi Netbeans IDE Early Access for PHP, saya berhenti aktif menggunakan aplikasi ini. Hal yang agak menggangu dari phpDesigner 2008 bagi saya (bagi saya lho, mungkin bagi yang lain tidak) adalah phpDesigner selalu membuat file temporary untuk setiap file yang kita edit/jalankan. Hal ini seringkali membuat saya bingung karena sering terjadi error-error yang terjadi karena ketidak terbiasaan saya dengan fitur yang seperti ini. Akhirnya, phpDesigner saya hapus dulu dari desktop icon, digantikan oleh Netbeans.

Terlepas dari fitur yang agak mengganggu tadi, phpDesigner memiliki dukungan yang mendalam terhadap PHP. Ya iyalah, namanya juga phpDesigner. phpDesigner hadir dengan 2 versi (free dan berbayar). phpDesigner juga mempunyai fitur Subversion dan Debugging. Dan berbagai fitur lainnya yang sangat menarik. Andai saya tahu cara menghilangkan kebiasaan phpDesigner untuk membuat file temporary, mungkin saya balik lagi pakai aplikasi ini. Ada yang bisa bantu ?

6. PHP Eclipse
PHP Eclipse merupakan sebuah plugin untuk IDE Eclipse. Sebagaimana yang telah diketahui sebelumnya, Eclipse merupakan sebuah IDE yang banyak dipakai oleh developer karena fiturnya yang based on plugin. IDE Eclipse sendiri merupakan IDE yang sangat powerful untuk develop aplikasi, tidak hanya aplikasi web.

Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi lainnya. Salah satu yang ingin saya coba adalah Microsoft Office Frontpage. Hanya saja saya sedikit malas menggunakannya.

permanaj.net


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Google Sites Kini Gratis untuk Semua
  2. Facebook : Kesulitan Keuangan, Menunggu ‘Ketidakgratisan’
  3. Efektifkah Kampanye Politik di Internet, Untuk Indonesia Pilih Facebook atau Kombes.Com?
  4. Inilah Hobby Baru Orang Indonesia : Belanja Online
  5. Cara Membuat Website listing di Google
  6. Facebook Ingin Mencari Uang dengan Menjual Data Anda!
  7. Pertukaran banner promosi GRATIS bagi para webmaster
  8. Melacak Jejak Pengunjung Blog Dengan Google Analytics
  9. Tip Pencarian secara Efektif di Google
  10. Facebook Akui Hilangkan 150 Juta Gambar Foto