Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Para ahli kesehatan menduga bahwa tingkat kesuburan seseorang memiliki pengaruh dari asupan seseorang. Dugaan tersebut makin diperkuat dengan adanya bukti sains. Hasil penelitian dari Harvard Nurses’ Health Study membuktikan bahwa para suster yang mengkonsumsi lebih banyak atau minim makanan tertentu memiliki risiko infertilitas yang berkaitan dengan indung telurnya (kesulitan untuk bisa mengandung karena ovulasi yang tidak teratur).

“Kami cukup terkejut betapa besarnya dampak pilihan makanan dan olahraga pada tingkat ovulasi wanita,” terang Walter Willett, MD, pemimpin penelitian dan departemen nutrisi di Harvard Medical School. Dr. Willet, dan rekannya, Jorge Chavarro, MD, mengumpulkan hasil penelitiannya dalam buku The Fertility Diet. Hasil perencanaan diet mereka ini, “Tak hanya akan membantu meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan, tapi juga membantu Anda untuk tetap sehat,” klaim mereka.

Berikut adalah beberapa makanan yang mereka rekomendasikan.

Karbohidrat yang lamban dicerna, seperti pasta dan karbohidrat whole grain. Wanita yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi glikemik (yang dicerna cepat, seperti nasi putih dan kentang), memiliki risiko 92 persen infertilitas ovulasi ketimbang mereka yang mengkonsumsi karbohidrat lamban, seperti nasi merah, pasta whole-wheat, dan roti whole-grain.

Protein nabati. Wanita yang mengkonsumsi protein hewani memiliki 39 persen mengalami infertilitas ovulasi. Pilihan yang terbaik adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur.

Lemak baik, yang ada di dalam minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak canola, juga yang ada di kacang mede, almon, dan biji-bijian, seperti biji bunga matahari dan biji labu. Lemak-lemak ini membantu menurunkan risiko resistensi insulin dan radang pada tubuh -kedua kondisi ini bisa memengaruhi ovulasi. Hindari lemak trans, semakin banyak dikonsumsi, para responden yang mengkonsumsi lemak ini makin tinggi infertilitas ovulasinya.

Susu whole milk dan full fat. Riset memperkirakan bahwa ketika lemak disingkirkan dari susu, hormon buatan di dalamnya berubah negatif sehingga memengaruhi kesuburan seseorang. Tambahkan asupan susu whole milk untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan Anda. Takut akan lemaknya? Kuncinya, olahraga.

Sumber: Womans Day, Editor: NF, kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Melahirkan Di Air/Water Birth – tanpa rasa sakit dan menyenangkan?
  2. Perempuan Perokok Sulit Dapatkan Anak Laki-Laki
  3. Inilah Hasil Riset Aktivitas Seks Wanita Hamil
  4. Ingin “Membuat” Anak Perempuan? Berikut Caranya
  5. Cara Cepat Hamil, Hindari 4 Gaya Hidup Berikut Ini
  6. Tes DNA Ibu Hamil, Bisa Deteksi 100 Penyakit Bayi Dimasa Datang
  7. Inilah 10 Perubahan Fisik, Setelah Anda Melahirkan Normal
  8. Inilah Cara “Rumus” Memprediksi Peluang Hamil
  9. Makanlah Pisang Jika Ingin Anak Laki-laki
  10. Mau Cepat Hamil? Ikuti 5 Terapi Berikut Ini