Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Ini kisah tentang Tan Giok Sien yang divonis mengidap vertigo. Pasien vertigo seringkali merasa benda-benda di sekitarnya seperti berputar-putar dan bergerak. Akibatnya pasien sulit berdiri atau berjalan. Para penderita juga sering mual-mual dan muntah. Pandangan mata pasien berbayang-bayang, tidak fokus. Untuk mengobatinya, dokter menyarankan agar Tan Giok Sien dirawat inap. Namun, ia tak ingat jenis obat yang diberikan dokter selama dirawat. Yang justru diingatnya adalah biayan perawatan yang angkanya mendekati 13 juta rupiah! Karena tak ingin membebani keluarga, ia pun meminta izin agar berobat jalan.

Menurut dr Satya Hanura SpS, dokter spesialis saraf RS Jakarta, vertigo disebabkan terganggunya keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh dikendalikan otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di area labirin atau rumah siput di telinga. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan.

Dokter akhirnya mengizinkannya rawat jalan. Namun, untuk berjaga-jaga, dokter menyarankan agar ia juga menjalani fisioterapi bila sakit kepala kambuh. Terapi itu berupa pijatan di bagian tengkuk dan kepala bagian belakang. Tan mengikuti saran dokter. Setiap kali sakit kepala kambuh, ia menjalani terapi.

Namun, sakit kepala itu tak juga sirna. Setahun silam, salah seorang rekan suaminya memperkenalkan Tan pada Hartono Chong, herbalis di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Keesokan harinya ia menyambangi klinik Prima Usada, tempat Hartono berpraktek, untuk memeriksakan diri.

Hartono menduga sakit kepala itu karena peredaran darah di kepala kurang lancar akibat pengentalan darah. Darah yang terlalu kental menyebabkan kadar oksigen dalam darah sangat minim sehingga mengganggu fungsi otak dan hilangnya keseimbangan tubuh. Gangguan itu sering disertai rasa sakit.

Untuk melancarkan peredaran darah, Hartono menyarankan agar Tan mengkonsumsi serbuk lingzhi. Menurutnya, jamur yang melegenda dalam dunia pengobatan tradisional Cina itu berefek mengencerkan darah sehingga peredarannya menjadi lancar. Pada saat itulah darah lebih mudah melarutkan oksigen. Tan mengkonsumsi serbuk reishi-sebutan lingzhi di Jepang-berdosis 2 sendok makan yang diseduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, air seduhan reishi itu disaring lalu diminum 3 kali sehari.

Dokter Sidi Aritjahya, dokter umum sekaligus herbalis di Yogyakarta, menuturkan, lingzhi dapat merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru alias neovaskularisasi. Semakin bertambah jumlah pembuluh darah baru, semakin banyak pula oksigen yang diangkut ke jaringan otak sehingga kadar oksigen di dalam darah kembali normal.

Tiga bulan mengkonsumsi lingzhi, kondisi tubuh Tan Giok Sien mulai membaik. Sakit kepala yang tadinya menyerang hampir setiap bulan, frekuensinya mulai berkurang. ‘Sekarang sakit kepala itu tak pernah kambuh,’ katanya. Fisioterapi yang rutin dilakukan ketika kambuh pun akhirnya dihentikan. Sang pengganggu pun benar-benar sirna*.

Trubus Online


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Butuh protein? Makanlah rayap!
  2. Artichokes Gratin, Menjaga Kesehatan Janin
  3. Inilah Makanan Wajib Sebelum dan Setelah Olahraga
  4. Inilah 10 Makanan Akan Membuat Anak Anda Lebih Pintar
  5. Ubi Merah Panggang, Mempertajam Daya Ingat
  6. Hindari 4 Makanan Berikut Ini di Saat Haid
  7. Inilah 4 Resep Sarapan Mudah dan Sehat
  8. Sangat Baik untuk Kontrol Lemak : Ketupat Beras Merah
  9. Tim Ikan Paprika, Resep Panjang Umur
  10. Inilah Cara Terbaik Mengonsumsi Salad