Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Resep Masakan dan Lifestyle – Ketika membeli Kijang Innova baru, pemilik pasti dikasih dua buku. Pertama, Pedoman Pemilik yang isinya tentang pengoperasian kendaraan tersebut untuk keselamatan dan kenyamanan Anda. Kedua, Buku Warranty & Servis Berkala yang berisi informasi penting tentang jaminan dan servis yang efektif dan efisien.

Di situ ditekankan, pemilik diminta membaca secara baik-baik karena warranty tersebut melindungi investasi Anda. jadi, Anda perlu tahu apa hak dan kewajiban yang menjadi milik Anda.

Jika kurang paham atau ada dari sekian butir ketentuan yang meragukan, bisa tanyakan langsung ke bengkel resmi Toyota terdekat. “Pokoknya, kita harus agak kritis dan sedikit cerewet, deh,” pesan Fajar, salah satu anggota Innova Community.

Pelanggaran Berat
Dalam ketentuannya, Toyota memberi jaminan selama 36 bulan atau 100.000 km yang mana lebih dulu dicapai, terhitung sejak tanggal penyerahan mobil. Meliputi semua komponen, kecuali ban yang diatur tersendiri dengan jaminan yang disediakan pembuatnya; Baterai sampai batas 24 bulan atau 50.000 km (mana yang lebih dulu); Cat permukaan yang karat akibat cacat bahan atau kesalahan pengerjaan pada panel bodi dan dalam penggunaan yang normal; terakhir komponen-komponen yang bisa habis karena terpakai dan terhadap hal-hal serta komponen yang tidak ditanggung oleh warranty.

Warranty bisa hilang disebabkan banyak hal. “Pemakaian aditif sehingga ada bagian komponen terkena dari pemakaian itu, warranty langsung hilang,” tegas Iwan Abdurahman, Section Head Technical Service Division-Training Department PT Toyota Astra Motor. Terpenting lagi, lanjutnya, jangan lewat terlalu jauh servis 1.000 km, warranty juga hilang.

Selain karena pakai aditif, penyebab warranty lenyap karena;

  1. Modifikasi : Terhadap suatu bagian (misal ban, mesin, audio dll yang menyeret kerusakan bagian sekitarnya atau terkait).
  2. Suku cadang: Pakai yang bukan asli Toyota dan tidak dilakukan oleh bengkel resmi, sehingga menimbulkan kerusakan.
  3. Lalai : Kecelakaan, pemakaian yang salah (balapan, overloading, mener-jang banjir, dsb), melakukan penyetelan dan perbaikan yang tidak sempurna yang bukan dilakukan Toyota.

Faktor yang sulit dikontrol:

  1. Cacatnya permukaan cat karena benturan atau batu kerikil dan go-resan.
  2. Rusak permukaan cat akibat lingkungan seperti hujan, bahan kimia getah pohon, garam dll.
  3. Bencana alam seperti hujan batu (letusan gunung), angin topan, banjir dll.

Kesalahan perawatan:
Menggunakan bahan bakar, pelumas dan minyak (fluida) tidak sesuai spesifikasi yang direkomendasi Toyota.

Odometer : Pemilik mengubah (reset).

Selain faktor di atas, ada hal-hal yang tidak ditanggung Warranty

Biaya pekerjaan :
Engine tune up, pengaturan roda (wheel alignment, balance roda rotasi ban, pemeriksaan dan penyetelan—rem dan kopling, tali kipas, link, dan penghubung pengemudi—pembersihan sistem bahan bakar, sistem pendinginan (AC) dan kerak karbon serta pemolesan.

Biaya jasa : pekerjaan pre-delivery dan servis berkala

Bahan-bahan dan komponen servis berkala:
Bola lampu (kecuali sealed beam, halogen, HID), sekring, busi, tali kipas (kecuali timing belt), elemen pembersih, pelapis se-patu rem, ped rem (rem cakram), elektolit baterai, refrigerant pendingin, bahan bakar, oli dan minyak minyak (kopling, rem power steering, silicon, transmisi otomatis), gemuk dan bahan tambahan (aditif).

Dari berbagai ketentuan di atas, seperti penggantian komponen, “Kalau diganti dengan kualitas yang lebih baik, masih masuk warranty,” sebut Iwan. Ia mengambil contoh, busi yang standar Innova ditukar dengan yang iredium.

Kemudian servis di tempat lain, tetapi masih merupakan bengkel resmi Toyota. Iwan mengumpamakan ketika membeli di Jakarta untuk servis berkalanya dilakukan di Semarang. “Semisal beli di Tunas Toyota Jakarta Auto 2000 Jakarta dan servisnya di Auto 2000 Semarang. Itu boleh asal disertai bukti dengan pengisian di buku servis dan ada cap.”

Iwan pesan wanti-wanti, “Jangan sekali-sekali mengubah odometer. Ini termasuk pelanggaran berat dan pernah terjadi.”

sumber: otomotif.kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Daftar 30 Kendaraan Ramah Lingkungan
  2. Yang Harus Dilakukan Saat Membeli Mobil Bekas
  3. SUV Audi Seharga Rp 1,5 Miliar Diluncurkan di Indonesia
  4. Keuntungan Motor Injeksi
  5. VentureOne: Kawin Silang, Mobil dan Motor
  6. Inilah Tips Menghemat BBM
  7. TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia
  8. Cara Mudah Hapus Baret di Mobil Dengan Lotion Anti Nyamuk
  9. Membersihkan Helm Dengan Cara Tepat
  10. Gallardo LP560-4 Mobil Baru Lamborghini