Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Ketenangan selalu terpancar dari wajahnya. Dengan gaya bicara perlahan namun lugas Dr M Jasin, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan berbagai persoalan seputar penanganan korupsi di tanah air. Mantan Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK tersebut mengakui cukup banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia dalam upaya memberantas korupsi.

Pria kelahiran Blitar 14 Juni 1958 tersebut berharap, momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional yang dirayakan tahun ini dapat menjadi sebuah kelahiran kembali bagi bangsa Indonesia. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk bangkit melawan semua penyakit sosial yang menyebabkan bangsa ini terpuruk, termasuk korupsi. Sudah saatnya kita bangkit melawan korupsi,” ujarnya tenang.

Berikut petikan wawancara dengan pria berkacamata tersebut Indonesia adalah salah satu negara terkorup. Bagaimana peran KPK untuk mengatasinya?

Peran KPK nampak dan tugas utama lembaga ini. Ada dua tugas utama KPK yakni melakukan pencegahan dan penindakan. Kami melakukan koordinasi, morutiring, dan super-as semua laporan dan pengaduan masyarakat dan kemudian melangam-bil langkah pencegaahan dan penindakan. Untuk penindakan kami melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan dilanjut-kan ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Laporan dari masyarakat tentu sangat banyak. Bagaimana membuat prioritas penanganan?
Korupsi sangat luas dan bervariasi. Prioritas diberikan kepada kasus korupsi yang strategis, yang melibatkan penyelenggara negara, penegak hukum dan pihak lain yang terkait dengan korupsi yang dilakukan oleh penyeleng-gara negara. Prioritas juga diberikan kepada kasus korupsi yang mendapat perhatian besar dari masyarakat dengan nilai di atas Rp1 miliar.

Apa kendala utama penanganan korupsi di Indonesia?
Kendala utama adalah kasusnya sangat banyak, sementara di sisi yang lain ekspektasi pada lembaga ini sangat besar. Kami telah berusaha berbuat yang terbaik dan profesional tapi tetap saja masyarakat tidak puas. Kritik yang diberikan terus menjadi masukan buat kami. Kendala lainnya adalah tingkat sebaran korupsi sangat tinggi, hampir di semua sektor, sementara itu pembuktiannya tidak mudah.

Bagaimana Anda melihat ekspektasi yang besar dari masyarakat terhadap KPK?
Harapan yang besar adalah hambatan sekaligus peluang. Harapan tersebut sekaligus membuktikan bahwa ada kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat pada KPK sebagai sebuah institusi.

Harapan yang besar itu karena masyarakat tahu bahwa korupsi adalah sa-lah penyebab utama keterpurukan bangsa ini. Menurut Anda apakah Bangsa Indonesia dapat keluar dari situasi ini?

Saya pikir kita mampu untuk keluar dari situasi ini. Momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional yang kita rayakan seharusnya membangkitkan

kembali semangat kita sebagai bangsa. Kita harus bangkit melawan musuh. Jika dulu musuh kita adalah penjajah, maka sekarang musuh kita adalah penyakit sosial seperti kemiskinan, korupsi, keterbelakangan pendidikan

Bagaimana Anda melihat Hari Kebangkitan Nasional dalam konteks pem-berantasan korupsi?
Dalam masa empat bulan setelah dilantik KPK berhasil menangani 70 kasus pada tingkat penyelidikan, dari jumlah tersebut 30 kasus sudah dalam tahap penyidikan, dan yang sudah diproses hukum di tingkat penyidikan ada 18 kasus. Hari Kebangkitan Nasional menjadi pelecul semangat kami untuk meningkatkan kinerja agar cita-cita untuk menghilangkan menghilangkan korupsi dan mendorong terciptanya sistem tata kelola pemerintahan yang baik dapat tercapai.

Apa program KPK dalam perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional?
Di dalam kisaran Hari Kebangkitan Nasional, kami memiliki program sosialisasi ke lima kota besar Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar bahwa musuh kita adalah korupsi dan kemiskinan. Dan, sudah saatnya kita bersama-sama keluar dari keterpurukan bangsa.

Buku Saku Tentang Korupsi

Download Ebooknya Disini !

kpk.go.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Empat Model Seragam untuk Koruptor
  2. Dewan Pers: Kasus Kover “Soeharto’s Code” Sudah Selesai
  3. Naskah Asli Supersemar Beredar di Internet
  4. Kemenangan Kedua Keluarga Cendana di 2008
  5. Hacker Diancam Hukuman 8 Tahun Penjara atau Denda Rp 2 Miliar
  6. Internet, Tim Sukses Obama ke Gedung Putih
  7. Efektifkah Kampanye Politik di Internet, Untuk Indonesia Pilih Facebook atau Kombes.Com?
  8. Benarkah Indomie Tidak Hanya Dari Gandum?
  9. Contek Tip Sukses Obama, Yuk?