Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Ternyata Cowok Tanpa Bulu Dada Lebih Digemari Cewek. Pria dengan bulu dada yang lebat ala Tom Selleck atau Pierce Brosnan dulu sangat digilai kaum perempuan. Sebab bulu-bulu di dada, lengan, dan kaki memang memberi kesan maskulin pada pria. Namun tren masa kini sudah berubah. Para peneliti dari Trnava University di Slowakia mengungkapkan bahwa mayoritas perempuan (80 persen) kini lebih suka dengan pria-pria yang bodinya tidak banyak ditumbuhi rambut.

Untuk membuktikan fakta tersebut, peneliti membawa seorang pria dengan dada berbulu dan menunjukkannya pada para wanita. Kemudian, pria tersebut diminta mencukur bulu dadanya. Kembali, pria tersebut ditunjukkan pada para wanita, dan para wanita diminta memberikan pendapat mengenai penampilan pria tersebut. Ternyata, hanya 20 persen wanita yang menyukai pria tersebut dengan dada berbulu.

Tidak diungkapkan mengapa sekarang kaum perempuan berbalik menyukai pria yang lebih klimis. Namun teori yang paling menonjol adalah, boleh percaya boleh tidak, karena perempuan menghindari kutu yang gemar bersarang di bulu dada pria. Hasil studi ini membuktikan bahwa teori tersebut bisa saja salah, karena perempuan memilih pria yang tak berbulu, terlepas dari risiko parasit yang mungkin terjadi.

Risiko parasit memang dipertimbangkan, karena studi ini mengambil sampel dari Turki dan Slowakia, negara-negara dengan ancaman parasit yang berbeda. Di kedua negara tersebut, kaum perempuannya memilih pria dengan dada yang licin.

“Menurut pandangan evolusioner, pria yang tak berbulu lebih menjadi pilihan, khususnya di area-area atau budaya-budaya dengan ancaman parasit yang tinggi, yang artinya lebih dekat ke daerah khatulistiwa di mana parasitnya paling tinggi,” papar Pavol Prokop, profesor bidang biologi di Trnava University.

Prokop menambahkan, negara yang dibandingkan dalam studi ini memang hanya dua, namun ternyata mereka tidak menemukan perbedaan dalam pilihan kaum wanitanya. Meski begitu, para peneliti juga berniat mengadakan studi ini di negara dengan budaya yang berbeda. Siapa tahu akan ada bedanya.

sumber: kompas.com