Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengani waktu shalat atau sembahyang. Bedug sendiri sebenarnya berasal dari India dan Cina. Dari legenda Cheng Ho dari Cina, ketika Cheng Ho hendak pergi, kemudian seorang raja dari semarang mengatakan bahwa dirinya ingin mendengarkan suara bedug dari masjid. Sejak itulah, bedug kemudian menjadi bagian dari masjid, seperti di negara China, Korea dan Jepang, yang memposisikan bedug di kuil-kuil sebagai alat komunikasi ritual keagamaan.

Bedug sendiri sebenarnya merupakan salah satu alat musik tradisional dari ribuan tahun lalu sebagai alat komunikasi, baik untuk ritual keagamaan ataupun untuk masalah politik. Ketika masih dalam zaman orde baru, banyak terjadi pembersihan di masjid, sehingga bedug yang dianggap bukan termasuk elemen keislaman, kemudian dikeluarkan dari surau atau langgar dan diganti dengan pengeras suara, yang kebanyakan sudah dipakai sekarang ini.

Namun, menurut sebagian besar orang menilai penggantian bedug dengan pengeras suara justru dapat lebih menyuarakan isi khotbah para imam lebih keras dan bisa terdengar lebih luas.

sumber: beritanet.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bakam Pengobatan ala Rasulullah
  2. Menghadirkan Allah Dalam Bisnis
  3. Kenapa Anda Harus Bersyukur Setelah Bersin?
  4. Dubai Akan Bangun Museum Nabi Muhammad Saw yang Pertama di Dunia
  5. 3 Cara Mengajarkan Anak Untuk Berpuasa
  6. Tukang Cukur Bilang “Saya Tidak Percaya Tuhan Itu Ada”
  7. Hukum Pernikahan Islam-Kristen
  8. Puasalah! Anda Dijamin Sehat
  9. Kiswah, Selimut Ka’bah (Baitullah) Seharga 50 Milyar
  10. Lecehkan Islam, Tokoh Agama Bersatu Tolak Film Fitna