Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

BICARA mengenai mitos seks sangatlah menarik. Karena banyak beredar mitos-mitos seks dan kesimpangsiuran kebenarannya. Meski banyak mitos dapat menghambat kenikmatan seksual, tapi tak sedikit yang percaya.

Menurut Dr Nugroho Setiawan MS SpAnd, androlog dari RSUP Fatmawati, pada umumnya mitos seks tumbuh subur di dalam masyarakat dengan tingkat seksualitas yang rendah. Di masyarakat seperti itu pula mitos seks sangat mudah memengaruhi perilaku seksual, yang tidak jarang kemudian menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

“Semakin bertambah tingkat pengetahuan seksualitas masyarakat, semakin berkurang pengaruh mitos di dalam perilaku seksual. Mereka pun semakin mengerti bahwa informasi seks di dalam mitos itu salah dan menyesatkan,” kata Nugroho.

Salah satu mitos yang banyak diyakini orang ialah mengenai anggapan bahwa dorongan seksual wanita jauh lebih rendah daripada pria. Dengan kata lain, wanita tidak memerlukan hubungan seksual untuk memenuhi dorongan seksualnya, sedangkan pria sangat memerlukan.

Fakta yang berkembang adalah pria selalu ingin seks atau selalu mood jika berhadapan dengan wanita. Selanjutnya wanita tidak dapat menunjukkan kehangatan atau ketertarikannya, kecuali dia menginginkan seks, menambah kuat mitos yang beredar bahwa wanita tak butuh hubungan seks.

“Anggapan ini salah sama sekali. Karena pada dasarnya dorongan seksual wanita sama dengan pria. Kebutuhan seks itu hanya berdasar pada gairah libido seseorang,” jelas almamater Universitas Negeri Solo itu.

Ditambahkan olehnya, kalau pun tampak ditemukan perbedaan, hal itu hanya dalam mengekspresikannya sebagai akibat nilai sosial dan moral yang lebih menghambat kaum wanita.

“Pada dasarnya wanita dan pria sama-sama memerlukan hubungan seksual, karena itu tidak ada perbedaan kebutuhan penyaluran gairah. Kalau di Asia yang memengaruhinya hanya faktor budaya saja,” bebernya.

Meski demikian, tidak dapat dimungkiri bahwa dalam kenyataannya banyak wanita yang kemudian kehilangan dorongan seksual. Keadaan ini sebagai akibat kegagalan wanita mencapai orgasme dalam kehidupan seksualnya.

“Hal ini mudah dimengerti karena dorongan seksual dipengaruhi oleh hormon seks khususnya testosteron, rangsangan seksual yang diterima, faktor psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya,” pungkasnya. Jadi, jangan takut untuk bereksplorasi!

okezone.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Tingkatkan Kualitas Sperma Dengan Makanan Berikut
  2. Inilah Angka-angka Penting Ejakulasi Dini
  3. Seks Lindungi Kelenjar Prostat
  4. Variasi Buaya Mengambil Telur
  5. Ejakulasi Ala Perempuan
  6. Pujasera Seks Bernama Makam Kembang Kuning
  7. Menguak Fungsi Seksual Alat Kelamin Perempuan
  8. Tanda – Tanda Anda Terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) & HIV/AIDS
  9. Sex Toy Canggih dari Jepang
  10. Mitos Anti hamil