Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Dibandingkan dengan wanita, pria lebih terbuka soal pornografi. Namun, bila sudah ketagihan, kegemaran tersebut bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga. Konsultan seks On Clinic, dr. Bambang Soekamto melihat manfaat pornografi sebagai variasi agar seks tidak monoton. Namun, tentunya pornografi yang dimaksud yang sifatnya manusiawi.

Menurut dr. Bambang Soekamto, pornografi tak akan mengancam keharmonisan rumah tangga kalau komunikasi antara suami dan istri berjalan dengan baik. Masing-masing pihak bisa saling terbuka soal kekurangan dan kelebihan, serta apa yang mereka inginkan dan yang tak diinginkan, termasuk dalam hal seks. Namun, pornografi akan menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan dan dijadikan obsesi, apalagi jika suami sudah mulai membandingkan bintang porno dengan sang istri. Lalu, masih normalkah kegemaran si dia akan hal pornografi itu? Berikut adalah penggolongan sederhana yang bisa Anda jadikan tolok ukur:

Normal
Jika suami masih bisa mengendalikan diri untuk tidak selalu menuruti nafsu birahi saat melihat materi pornografi. Ia terangsang ketika indranya menangkap sesuatu yang erotis, tapi tidak diikuti dengan tindakan negatif.

Ketagihan
Bila pornografi sudah dijadikan alat pembangkit hasrat biologis sang suami. Lalu hasrat tersebut disalurkan lewat cara-cara terbatas, seperti masturbasi atau berhubungan seks dengan Anda. Hati-hati dengan kemungkinan suami Anda keranjingan. Sarankan padanya untuk mengalihkan perhatiannya pada fantasi seks dengan melakukan kegiatan lain dan tanamkan dalam benaknya bahwa Anda adalah satu-satunya wanita yang mengerti hasrat seksualnya.

Kelainan dan Penyimpangan
Kalau pornografi sudah menjadi gaya hidupnya. Pembicaraan dan tingkah lakunya selalu mengarah ke urusan seks. Ia juga melakukan segala cara, termasuk cara yang tidak lazim atau sadis, untuk menuntaskan nafsu birahinya. Sebaliknya, saat suami tidak terangsang sama sekali melihat pornografi, Anda perlu waswas. Artinya, gairah seksualnya tidak normal. Penyebabnya bisa karena pengalaman seks yang menyakitkan atau menderita penyakit tertentu. Jalan keluarnya adalah dengan berkonsultasi ke seksolog, psikolog, atau psikiater.

sumber; (Emy Agustia/Majalah Sekar), Sumber: Majalah Sekar, kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Meski Dicabut, Tetap Bisa Hamil Lho…
  2. Ketahui Masa Subur Anda Dengan 2 Cara Berikut
  3. Kapan Saatnya Ibu Hamil Harus Menghindari Hubungan Intim?
  4. Orgasme 200 Kali Sehari!! Ada Yang Salah Dengan Wanita Ini?
  5. Ikuti 7 Latihan Berikut Agar Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita
  6. Gaya French Kiss yang Fenomenal
  7. Hindari Kanker Prostat, Dengan Rajin Ngeseks
  8. Lauren Williams, Wanita Miliki Dua Vagina dan Dua Rahim
  9. Inilah 6 Manfaat Hormon Testosteron di Tubuh Pria
  10. Break The Routine