Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sejumlah fakta menarik tentang kehidupan seksual para perempuan di Australia terungkap lewat hasil sebuah penelitian baru-baru ini.

Survei menunjukkan bahwa perempuan di Negeri Kanguru itu mengalami penurunan frekuensi berhubungan intim, selain juga disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga. Yang lebih parah lagi, mereka sering terancam menjadi sasaran aksi kekerasan seksual.

Fakta-fakta tersebut merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan majalah The Australian Womens Weekly dengan melibatkan 15 ribu perempuan. Survei yang diklaim merupakan terbesar ini mencoba memotret kehidupan para perempuan di Australia pada akhir dekade tahun 2000-an.

“Pembaca kami menyatakan bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka mencintai, apa yang mereka pikirkan serta apa yang mereka inginkan,” ungkap pimpinan redaksi Deborah Thomas seperti dikutip Sidney Morning Herald, Rabu (26/3/08).

Menurut hasil survei, aktivitas seksual perempuan Australia mengalami penurunan signifikan dibandingkan 30 tahun lalu. Hanya 47 persen perempuan yang mengatakan mereka masih melakukan hubungan intim minimal seminggu sekali. Padahal pada awal 1980an, prosentasenya mencapai 57 persen.

Walaupun begitu, para perempuan sekarang mungkin lebih jujur dalam hal menikmati hubungan seksual. Ada 32 persen perempuan dalam survei yang mengatakan mereka berpura-pura saat orgasme. Angka ini menurun dari 37 persen pada 1980.

Meskipun tidak ada angka yang mendukung asumsi lain pada 1980 – bahwa perempuan mungkin lebih rajin melakukan hubungan intim di usia lanjut, riset ini menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan berusia 65 tahun mengaku melakukan seks sedikitnya sekali dalam seminggu.

Menyoal ketidaksetiaan, sebanyak 15 persen perempuan yang memiliki pasangan mengaku bersalah karena melakukan selingkuh, dan enam persen mengaku melakukannya lebih dari sekali. Tetapi ketika ditanya soal kemungkinan suami atau pacar mereka berselingkuh, satu dari empat perempuan dalam survei menduga atau pun tahu bahwa mereka telah dicurangi pasangan mereka.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan membuat pasangan rela bersama hingga mati memisahkan mereka. Tetapi dari survei terungkap ada 27 persen perempuan yang menikah mengaku bahwa jika hidup bisa diulang, mereka tidak akan mau menikahi orang yang sama.

Hal ini pula yang mungkin dapat menjelaskan fakta bahwa 49 persen para perempuan yang disurvei ini masih melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga. Hanya 46 persen yang mengatakan bahwa pekerjaaan seperti memasak, membersihkan rumah dan berbelanja dibagi rata dengan suami. Sedangkan lima persen perempuan mengatakan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah sama sekali.

Hal yang memprihatinkan, kasus kekerasan dalam rumah tangga cenderung meningkat. Ditanya mengenai apakah mereka pernah dipaksa oleh suami atau pacar, 22 persen perempuan mengaku pernah mengalaminya atau meningkat 9 persen baik ketimbang survei 1980. Total jumlah perempuan yang mengaku pernah diperkosa juga naik angkanya dari 8 persen pada 1980-an menjadi 13 persen.

Kekerasan domestik rupanya masih menjadi persolan, dengan 18 persen mengaku pernah dilecehkan oleh pasangan, sedangkan 35 persen mengatakan mengalami kekerasan emosional saat menjalani hubungan. (xbl)

perempuan.comĀ 


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 5 Posisi Seks yang Patut Anda Coba!
  2. Kenapa Perempuan Tidak Langsung Tidur Setelah ML?
  3. Cara Menghitung Durasi Kepuasan Bercinta (Orgasme)
  4. Spa Vagina, Bikin Vagina Lebih Kering
  5. Manfaat Hubungan Pasutri
  6. Kenapa Pria Ingin Dapat “Julukan Pejantan Tangguh”?
  7. 4 Hal Berikut Halangi Wanita Capai Orgasme
  8. Lakukan Seperti yang Ia Lakukan
  9. 10 Manfaat Bercinta Secara Teratur
  10. Mau Tau Arti di Balik Suara Wanita Saat ML?