Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Perempuan sering kali disalahkan jika selama masa pernikahan yang cukup matang belum juga dikaruniai momongan. Disadari atau tidak, tak selamanya masalah kesuburan selalu ada pada wanita. Dalam seminar bertajuk “Becoming Pregnant” yang diadakan di Gading Pluit Hospital beberapa waktu lalu, masalah kesuburan bisa juga terjadi pada pria.

“Jika selama menikah belum dikaruniai momongan, bisa jadi ada masalah fertilitas baik dari perempuan maupun laki-lakinya,” ujar Dra. Laksmi Wingit Ciptaning, M.Si, embriologist dari Teratai Fertility Clinic di rumah sakit tersebut.

Laksmi mengatakan, masalah ketidaksuburan pada pasangan 45% berasal dari faktor istri, 40% dari faktor suami, dan 15 % sisanya dari faktor yang tidak diketahui. Kesempatan yang baik untuk hamil berada pada satu tahun pertama, yakni seharusnya kehamilan sudah bisa terjadi jika suami istri melakukan hubungan suami istri secara teratur (sekitar 2-3 kali dalam seminggu), dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Masalah kesuburan pada perempuan seperti banyak diketahui berupa adanya kista, masalah pada indung telur, dan berbagai macam masalah yang menyebabkan wanita berisiko jika hamil. Sedangkan pada pria, salah satu kendalanya adalah pada masalah sperma yang dihasilkan testis. “Bisa jadi masalahnya terdapat pada kualitas sperma yang kurang, baik dari segi jumlahnya, volume, bahkan tingkat kekentalannya,” ujar Laksmi.

Untuk mengukur kualitas sperma, tidak bisa dilakukan dengan kasat mata melainkan harus dengan pemeriksaan makroskopis. Jika normalnya setiap bulan seorang wanita mengasilkan bakal telur sekitar 300 ribu – 400 ribu, untuk sperma paling tidak 20 juta per milimeter.

“Untuk jumlah standar dari WHO sekitar 20 juta per milimeter, bergerak progres, dan dengan bentuk normal,” tambah Laksmi. Bentuk normal dari sperma biasanya berkepala agak lonjong dan memiliki ekor yang panjang, karena bentuk sperma sudah didesain secara khusus untuk dapat menembus indung telur yang sudah siap dibuahi.

Normozoospermia
Apabila jumlah, gerakan, dan bentuk sperma normal

Oligozoospermia
Jumlah sperma tidak nomal

Asthenozoospermia
Gerakan sperma tidak normal

Terazoospermia
Bentuk sperma tidak normal

Severoligozoospermia
Jumlah sperma kurang dari 5 juta per milimeter

Kriptozoospermia
Sperma yang ditemukan satu atau dua ekor dalam beberapa lapangan pandang

Azoospermia
Tidak ada sperma dalam cairan mani

“Untuk kasus azoospermia, biasanya sperma masih tertinggal di testis suami,” ujar Laksmi. Laksmi juga mengatakan, yang dimaksud dengan gerakan progres adalah gerakan sperma yang maju dengan kecepatan tertentu untuk mencapai telur yang siap dibuahi. “sperma yang normal bergerak maju, jika sperma bergerak tidak teratur bahkan bergerak mundur berarti kualitas sperma tidak prima,” katanya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sperma pria, seperti masalah ejakulasi, karena pemakaian obat-obatan, merokok, alkoholik, gangguan imunologik, kelainan letak testis, varicolele (kelainan pembuluh darah testis), infeksi saluran reproduksi, kelainan hormon, berganti-ganti pasangan dan beberapa hal lain yang bisa mempengaruhi kualitas sperma.

Bahkan suhu pun juga mempengaruhi kualitas sperma. “suhu yang terlalu tinggi dapat merusak sperma, seperti duduk di atas mesin seperti pada supir bus kota, pria yang suka mandi sauna, bahkan yang bekerja dilingkungan radioaktif juga mempengaruhi,” kata Laksmi. Suhu normal yang baik untuk sperma yang berkualitas adalah dibawah 37 derajat Celcius, suhu dingin menurut Laksmi, tidak mempengaruhi kualitas sperma.

sumber: mediaindonesia.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah Efek dan Pengobatan Serangan “Gigitan” Tomcat
  2. Rambut Lebat Saat Hamil Dan Rontok Saat Melahirkan Kenapa?
  3. Inilah Keburukan Ganja bagi Anak saat Dewasa
  4. 4 Jenis Warna Dasar Kepribadian
  5. Terungkap, Inilah Penyebab Sulit Tidur Malam
  6. Otak Jepang, Ternyata Begini Orang Jepang Melatih Otaknya
  7. 8 Ciri – Ciri, Orang Yang Dusukai Nyamuk
  8. Inilah Alasan Kenapa Setelah Menikah Bertambah Gemuk
  9. Banyak Mitos Yang Salah Seputar Menyusui
  10. Di Usia 40 Tahun, dan Belum Mempunyai Anak ?