Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kondom atau karet KB hingga kini masih merupakan satu-satunya alat kontrasepsi kaum laki-laki yang paling sering di gunakan. Selain lebih praktis penggunaannya, harganya pun relatif lebih murah dibandingkan dengan alat lainnya. Apalagi menurut Christopher Purdy, Country Director DKT Indonesia, organiasasi nirlaba yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS, kondom tidak cuma efektif mencegah kehamilan, tetapi juga meminimalkan penularan penyakit seksual.

Hingga kini masih banyak laki-laki yang beranggapan, karet itu mengurangi kenikmatan bersenggama. Para pakar seksologi sudah sering membantah anggapan itu. Susahnya ini melibatkan faktor psikologi si pemakai. Berbagai cara untuk memasyarakatkan dan membudayakan pemakaian sudah lama dilakukan. Misalnya, dibuat setipis dan selentur mungkin hingga penjual menyebutkan, tembus rasa. Juga disediakan dalam berbagai bentuk, warna dan aroma, serta kemasannya dibuat sedemikian menarik.

Kini, di Jepang kondom dijajakan dari rumah ke rumah oleh pramuniaga. Di Prancis dan Jerman, orang tinggal memasukkan koin ke dalam vending machine (mesin jual otomatis) yang banyak terdapat di pinggir jalan untuk memperolehnya. Pada malam minggu atau hari libur lainnya, antrian pembeli selalu panjang. Rupanya pihak produsen berusaha membuat jenis baru dengan berbagai bentuk, asesori, aroma, warna dan ketebalan.

Perubahan Produksi

Produksi pun mengalami perubahan dari masa ke masa. Mereka ingin menghilangkan imej bahwa mengenakan alat itu mengurangi cita rasa bersenggama. Muncullah bentuk yang aneh-aneh. Misalnya yang permukaannya berbintil-bintil atau bersungut dengan aroma tertentu yang disesuaikan dengan warnanya, Ada yang beraroma strawberi warnanya merah, beraroma pisang warnanya kuning, atau beraroma jeruk berwarna orange.

Lalu menyusul bentuk lain yang tak kalah aneh. Karena itu tidak heran jika suatu saat akan muncul yang bagian kepalanya berbentuk kepala kura-kura, kepala kuda, naga, atau bahkan bercabang tiga.

“Banyak kok yang merasa penasaran lalu mencoba bentuk aneh dan lantas ketagihan,” ujar Christopher Purdy.

Alat kontrasepsi berbentuk aneh-aneh dengan aroma tertentu itu di jual Rp 1.000 hingga Rp 6.000 per buahnya. Jauh lebih mahal dari alat konvensional tanpa asesori apapun.

Terlepas dari soal bahwa kondom ini bisa memberi kenikmatan tersendiri bagi pihak perempuan, Prof.Dr.dr. Wimpie Pangkahila Sp. And, seorang dokter ahli Andrologi, mengatakan, kondom semacam itu fungsinya lebih banyak untuk hura-hura. Bentuk aneh-aneh itu, justru mempertinggi risiko infeksi pada perempuan. Apalagi kalau sampai bagian asesorinya tertinggal di dalam. Syukur kalau bisa dikeluarkan, kalau tidak bisa bikin persoalan jadi tambah runyam,” paparnya.

la juga mengatakan, kondom yang ditambah zat penawar rasa agar berhubungan intim bisa bertahan lama, dinilai kurang tepat. “Kalau tujuannya untuk alat kontrasepsi, sebaiknya laki-laki cukup memakai yang biasa saja. Yang penting mutunya terjamin. Susahnya, orang dagang memang sering tak memikirkan hal itu. Apalagi makin nyentrik kondom di produksi, makin banyak orang yang penasaran ingin mencobanya.”

perempuan.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bagian Tubuh Pria yang Paling Digilai Wanita
  2. Inilah 6 Pendapat Salah Tentang Menopause
  3. Menikmati Daya Tarik Seksual Pantat Wanita
  4. 5 Masalah Penurunan Libido Pria Ini, Cukup Serius!
  5. Tips Gaya Ngeseks Untuk Pasangan Gendut – Kurus, Tinggi – Pendek
  6. Mau Tau Tempat Favorit Pria untuk Onani? Dan Fakta Lainnya Tentang Pria!
  7. Inilah 6 Mitos Seks yang Konyol
  8. 5 Posisi Seks yang Patut Anda Coba!
  9. 10 Kondisi Pengaruhi Ereksi Lelaki
  10. 4 Titik Ciuman Pembangkit Gairah