Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi memang cukup menjadi pilihan. Cukup dengan konsumsi pil sekali dalam sehari kehamilan dapat dicegah hingga mendekati 100%. Itu pula sebabnya banyak wanita aktif yang memilih untuk menggunakan pil sebagai alat kontrasepsi ketimbang spiral, suntik atau yang lainnya.

Tetapi apakah benar pil KB membawa serangkaian efek samping yang tidak menguntungkan bagi kesehatan dan kehidupan seksual? Salah satu yang menjadi sorotan adalah pil KB dapat menurunkan libido seksual.

Bila Anda dan pasangan menggunakan pil KB dan mengeluhkan libido yang turun, jangan terburu-buru menyalahkan pil sebagai penyebabnya. Banyak faktor lain yang bisa menjadi pemicu, misalnya penyakit-penyakit seperti gangguan tiroid dan infeksi disekitar organ reproduksi. Selain itu masalah internal dalam rumah tangga seperti masalah keluarga, keuangan hingga komunikasi yang tidak lancar pun bisa menjadi faktor kuat yang memicu turunnya libido seksual Anda dan pasangan.

Selain itu, mitos efek samping dari penggunaan pil KB seperti kegemukan, depresi dan migran pun tidak sepenuhnya dapat dibuktikan secara klinis. Kurangnya olah raga dan pola makan yang salah dapat menjadi pemicu kegemukan. Sedangkan untuk keluhan migran, bisa jadi PMS atau pre menstruation syndrome yang menjadi penyebabnya. Untuk menghilangkan migran, biasanya dokter akan menyarankan peggunaan pil KB yang tidak memasukan placebo di dalamnya sehingga pil tidak akan mengalami haid dan terhindar dari gejala PMS yang mengganggu. Namun demikian, untuk hal ini perlu dilakukan konsultasi secara berkala kepada dokter.

Efek samping berupa depresi biasanya terjadi pada wanita yang memang memiliki sejarah depresi dalam keluarga. Campuran hormon estrogen dan progesteron dalam pil KB diduga dapat menjadi pemicu terjadinya depresi. Untuk kasus seperti ini, pasangan suami istri dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang lain.

Nah, sekarang sudah jelas kan? Pada intinya apapun metode kontrasepsi yang Anda dan pasangan pilih untuk mencegah kehamilan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh sebab itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter dan pastikan efek samping yang mungkin timbul dikemudian hari tidak akan mengganggu aktivitas Anda sebagai wanita aktif dan dinamis.

sumber: astaga.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah Fakta dan Mitos Tentang Impotensi
  2. Bondage, Sadism dan Masochism
  3. Disfungsi Ereksi Bisa Disembuhkan dengan Terapi BatuGiok?
  4. Awas, Kacang Kedelai Hambat Produksi Sperma!
  5. Keuntungan Khitan Pada Kaum Adam
  6. Masturbasi Mampu Cegah Kanker
  7. Klinik Terapi Keperawanan Laris manis
  8. Inilah 3 Kesalahan Penyebab Ejakulasi Dini
  9. Cybersexual
  10. Pelajaran Bercinta Dari Pria Untuk Wanita