Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Bersepeda kini telah menjadi jenis olah raga populer karena dianggap pilihan berolahraga yang sederhana dan menyenangkan. Namun para pria yang memiliki hobi bersepeda sebaiknya perlu menggunakan sepeda dengan benar untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan fatal di kemudian hari.

Pesan ini disampaikan Vinod Nargund, seorang konsultan ahli bedah urologi di Rumah Sakit St Bartholomew’s and Homerton, London, dalam uraiannya yang berjudul Bicycles and men’s problems (impotence) pada privatehealth.co.uk, Maret lalu.

Satu bagian sepeda yang perlu untuk diperhatikan adalah bagian saddle, yang memiliki kontak langsung dengan organ seks pria penting di antara kedua paha. Lebih tajam lagi, Vinod Nargund menyebutkan, letak dan posisi duduk di atas saddle yang salah bisa menyebabkan kemandulan.

Saddle dikatakan berhubungan langsung dengan perineum di belakang scrotum, tempat dimana syaraf dan pembuluh darah mengalir memasuki penis. Trauma ringan yang biasa terjadi pada posisi saddle yang buruk diantaranya luka lecet, luka gores dan kram di sekitar selangkangan, berikut rasa sakit pada kulit pangkal paha sehubungan dengan masalah keringat di wilayah itu.

Rasa kebas di areal pangkal paha juga kerap terjadi manakala pria menaiki saddlenya dengan posisi yang buruk. Hal itu terjadi karena terhimpitnya pembuluh darah di pangkal paha sehingga pasokan darah ke bagian penis menjadi lemah. Rasa kebas ini ternyata dialami lebih dari 60% pengendara sepeda. Rasa kebas itu akan lebih parah jika pengendara sepeda terus mengayuh untuk menempuh jarak yang lebih jauh tanpa diselingi istirahat.

Saddle yang keras bisa menjadi salah satu sebab rasa kebas di areal kemaluan pada pengendara sepeda saat melakukan perjalanan jauh. Sebagai tindakan preventif, kata Vinod Nargund, sering-seringlah beristirahat sejenak, turun dari saddle sepeda. Anjuran lainnya, kenakanlah pakaian yang tepat saat bersepeda. Pilihlah pakaian yang nyaman dan tidak mengganggu sirkulasi darah.

Pengaturan sudut dan ketinggian saddle juga berpengaruh, pun demikian halnya dengan mengenakan celana pendek (shorts) untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan saddle.

Bersepeda jarak jauh mampu meningkatkan suhu di bagian panggul. Dikatakan Vinod Nargund, peningkatan suhu itu dimungkinkan mempengaruhi fungsi sperma, meskipun tidak bisa dikatakan bahwa bersepeda 100% menyebabkan kemandulan.

Namun disebutkan, sebagian besar trauma yang terjadi di bagian perineum dapat menyebabkan kerusakan testicular dan menyebabkan cacat pada fungsinya. Vinod Nargund, pengendara sepeda gunung memiliki resiko trauma cacat testicular lebih tinggi, misalnya terhimpitnya simpul aliran sperma, pengapuran mikro pada testis, haematoma (pendarahan pada kantung buah zakar dan sekitar penis), dan hydrocele (penimbunan cairan).

Trauma di atas merupakan kondisi emergency dan perlu segera mendapat penanganan mesis secepat mungkin.

sumber: perempuan.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Menikmati Daya Tarik Seksual Pantat Wanita
  2. Ternyata! Seks Tanpa Menggunakan Kondom Lebih Sehat
  3. Mengintip Cungkok (Wanita Penghibur Asal China) Di Jakarta
  4. Alasan Perempuan Kencani Brondong….
  5. Inilah Solusi Bercinta Dibulan Ramadhan
  6. Pasangan Makin Kaya, Perempuan Makin Gampang Orgasme
  7. Anda Menggunakan Vibrator? Berikut Efek Buruknya
  8. Be Strangers
  9. Dari Film Porno, Keperawanan Hingga Aborsi
  10. Disfungsi Ereksi Bisa Diatasi