Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

TES keperawanan (virginity testing) ditujukan untuk mengecek apakah vagina masih dalam keadaan utuh ataukah sudah sobek. Seberapa besar tes keperawanan bisa diandalkan untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang masih perawan atau tidak?

Di Afrika Selatan, tes keperawanan menjadi hal yang tak lagi luar biasa, terutama sejak dua tahun lalu. Selain untuk mengecek status keperawanan, sejumlah komunitas di sana juga mengklaim bahwa tes keperawanan juga mampu meningkatkan hasrat seksual dan membantu para gadis terhindar dari kehamilan. Penyebaran HIV/AIDS diharapkan juga menurun secara signifikan.

Dunia kedokteran menegaskan bahwa konsep tentang keutuhan selaput dara adalah mitos belaka. Demikian dikatakan seksolog Prof Elna McIntosh seperti dikutip dari Health24.

Faktanya, selaput dara tak hanya bisa sobek akibat hubungan intim dengan pasangan, tapi bisa juga dengan jari, tampon, sex toys, masturbasi, atau bahkan oleh pemeriksaan penyakit rahim. Meski untuk sebagian, menggunakan tampon atau memasukkan jari tidak memengaruhi lapisan tisu vagina.

Ada pula anekdot yang menguatkan pemikiran tersebut bahwa sangat mungkin selaput dara sobek selama kegiatan nonseksual bersifat berat (menunggang kuda, gym, dansa) atau akibat trauma. Sementara ada pula wanita yang lapisan selaput daranya cenderung fleksibel.

Saat selaput dara sobek, wanita akan merasakan nyeri atau perdarahan yang butuh waktu cukup lama untuk pemulihannya, tapi ada juga yang tak menunjukkan tanda-tanda kesakitan.

sumber: Fitri Yulianti – Okezone.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mau Punya Anak Cowok? Begini Caranya
  2. Making Love at The Discotheque
  3. Kualitas Seks vs Kegiatan Bersama
  4. Gaya French Kiss yang Fenomenal
  5. G-Spot dan Kesehatan Reproduksi
  6. Yuk… Mengenal Alat Kontrasepsi Lebih Dekat
  7. Erotisme Si Penunggang Kuda
  8. Masturbasi Versus Real Sex
  9. Orgasme Tak Mempercepat Kehamilan
  10. 40 posisi ML terbaik