Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Menjaga kesehatan tidak bisa diremehkan oleh siapa saja, khususnya kaum wanita. Bukan hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan organ intim dalam tubuh, seperti rahim dan indung telur. Mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak, merupakan salah satu cara menurunkan resiko terganggunya organ-organ tersebut.

Salah satu cara yang mudah dalam merencanakan kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Kontrasepsi hadir dalam berbagai metode dan efektivitas. Meskipun metodenya berbeda, tapi alat ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Kondom
Kondom berasal dari bahasa latin condus yang berati penampung. Kondom adalah sejenis kantung yang disarungkan pada penis sebelum melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi ini memiliki kelebihan melindungi dari PMS dan tak mempengaruhi hormon. Kekurangannya yaitu efektivitasnya. Sekitar 2-15 persen wanita masih hamil meskipun pasangannya menggunakan kondom.

Kondom wanita
Kondom wanita adalah sebuah kantung berlubrikasi dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Kondom wanita sangat efektif bila digunakan dengan benar.  Kondom wanita memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak memengaruhi hormon dan tidak menimbulkan alergi (karena terbuat dari polyurethane, bukan lateks). Kondom ini dapat dipasang sebelum melakukan hubungan seksual (hingga 8 jam sebelumnya) jadi tidak perlu jeda selama bermesraan. Kerugiannya adalah beberapa orang merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena dapat menyebabkan posisinya bergerak keluar.

Pil KB
Pil kontrasepsi satu ini sangat bisa diandalkan, efektivitasnya mencapai 99 persen. Pil KB juga memberikan kendali di tangan wanita untuk mencegah kehamilan. Kekurangan pil KB adalah tidak melindungi terhadap PMS, harus diambil setiap hari sesuai jadwal agar efektif, dan menambah hormon sehingga meningkatkan risiko trombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual dan efek samping lainnya. Pil KB tidak boleh diambil oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit liver, dan penyakit jantung.

Spiral (IUD)
Walaupun telah digunakan lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan, cara kerja spiral masih belum sepenuhnya dipahami. Spiral memengaruhi gerakan  dan kelangsungan hidup sperma dalam rahim sehingga mereka tidak dapat mencapai sel telur untuk membuahi. Spiral juga mengubah lapisan rahim sehingga tidak cocok untuk kehamilan dan perkembangan embrio janin. Efektivitas spiral adalah 98 persen, hampir sama dengan pil KB.

Keunggulan spiral adalah berjangka panjang (minimal lima tahun), lebih murah dibandingkan kontrasepsi lain  dan jika Anda ingin hamil, kesuburan Anda dapat dikembalikan dengan cepat setelah Anda melepaskannya.

Spiral progestogen memiliki manfaat tambahan mengurangi perdarahan haid. Kekurangan dari spiral adalah bila gagal dan wanita menjadi hamil, perangkat ini harus dibuang sesegera mungkin karena meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, ada risiko kecil infeksi setelah pemasangan spiral, kehamilan ektopik dan berbagai efek samping seperti menstruasi tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan jerawat.

Sterilisasi
Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria, vasektomi, vas deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi ditutup sehingga sel telur tidak keluar.

Keuntungan sterilisasi adalah Anda tidak akan perlu memikirkan kontrasepsi selamanya. Kekurangannya, sifatnya permanen (tidak bisa dibatalkan). Perlu diingat bahwa tidak ada kontrasepsi yang 100 persen efektif.

Implan
Implan atau susuk KB adalah batang kecil berisi hormon yang diletakan di bawah kulit lengan wanita. Batang ini terbuat dari plastik lentur dengan seukuran korek api. Selama jangka waktu 3 tahun, Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda menginginkan anak, susuk KB dapat dicopot kapan pun. Biaya murah dan pemakaian yang tidak merepotkan adalah keunggulan lain susuk KB.

Kekurangannya, menyebabkan sakit kepala dan jerawat pada beberapa wanita, tidak melindungi terhadap PMS dan sekitar 20 persen wanita tidak lagi mendapatkan haid atau haidnya menjadi tidak teratur.

Kontrasepsi suntik
Kontrasepsi suntik atau injeksi adalah suntikan hormon yang mencegah kehamilan. Setiap tiga bulan sekali mendapatkan suntikan baru. Selama periode tersebut, menstruasi normal. Keunggulan kontrasepsi suntik adalah keandalannya yang setara dengan pil KB atau susuk dan Anda hanya perlu memikirkan kontrasepsi setiap 3 bulan sekali. Kelemahannya, Anda tidak terlindungi terhadap PMS dan mendapatkan hormon. Anda juga tidak bisa menghentikannya tiba-tiba karena hormon selama tiga bulan tetap aktif di dalam tubuh.

sumber: VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bruxism, Gigi Gemeretuk Sewaktu Tidur
  2. Ternyata Payudara Implan Masih Bisa Menyusui, Tapi?
  3. Varises, Penyebab dan Cara Mengatasinya
  4. Panjang Jari Manis Pengaruhi Ketampanan Pria
  5. 9 Cara Alami Mendongkrak Fertilitas
  6. Awas, Kacang Kedelai Hambat Produksi Sperma!
  7. Inilah Alasan Kenapa Orang Berani Berbohong
  8. Inilah 12 Makanan Yang Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
  9. Beda Takut dan Fobia
  10. Bagaimana Cara Kerja Tusuk Jarum / Akupunktur?