Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Dalam Debat Capres di TV semalam (25 Juni), JK menyindir SBY yang menggunakan lagu Indomie untuk kampanyenya. Karena menurut JK, Indomie alias mie instan ini menggunakan bahan dasar gandum, dan masih diimpor. SBY pun membalas, bahwa sekarang mie instan sudah dicampur dengan bahan-bahan lokal seperti ketela, singkong, sagu dll.

Tapi benarkah demikian? Dalam acara lanjutan , debat antar tim sukses di Metro TV, Ario Bimo dari PDIP dengan tegas mengatakan mie instan itu semua dari gandum. Dan Andi Mallarangeng, dari kubu Demokrat berkelit dengan mengatakan mereka (kubu SBY) sedang mengembangkan membuat mie instan dengan campuran tadi.

Yaah…ternyata masih dalam taraf pengembangan…alias percobaan.

Mie instan memang sudah menjadi kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Mayoritas rakyat sudah begitu tersihir dengan rasa dan bumbu dari mie instan ini. Sampai-sampai ada anak temanku yang ketagihan mie instan , sehari 2 kali. Katanya…habis enak sih. Kalau ada bencana alam, bantuan makanan yang sering disumbang adalah mie instan, karena praktis. Para buruh kalau sudah tengah bulan, alias bokek, berhematnya dengan makan mie instan, karena murah.

Enak, praktis, dan murah itulah alasan-alasan kenapa rakyat kita mengonsumsi mie instan. Tetapi sadar atau tidak sadar, kita menciptakan ketergantungan pada luar negeri. Gandum tidak tumbuh di Indonesia, para pabrik mie instan itu mesti mendatangkan dari negara lain.Impor gandum kita berasal dari Australia yang terbesar. Negara berikutnya yang memasok gandum ke Indonesia adalah Amerika dan Kanada.

Memang pernah atau sedang ada upaya dari PT Bogasari (pengimpor gandum terbesar di Indonesia) untuk mencoba menanam gandum di Indonesia. Percobaan ini dilakukan di dataran tinggi di Boyolali, bekerja sama dengan Unisri dan UKSW, di awal-awal tahun 2000-an. Bagaimana hasilnya? Tidak ada informasi tentang ini.

Tanaman gandum sendiri tumbuh di iklim sub tropis, seperti di Australia, Amerika. Di Indonesia memang pernah tumbuh, terutama di dataran tinggi. Tanaman ini dibawa oleh kolonial Belanda dulu, karena ada kepentingan penyediaan gandum , sebagai bahan roti (makanan pokok orang Belanda).

Kembali ke soal debat presiden. Ketiga calon Presiden mesti peduli soal ketahanan pangan ini. Tren rakyat kita mengonsumsi mie instan (dan juga roti) yang berbahan dasar gandum, sebenarnya penuh resiko dan berbahaya. Tahun 2007 lalu, harga gandum dunia naik, dan para pengimpor gandum seperti Bogasari, pada kelabakan sehingga mesti mencari negara lain (Rusia, Eropa Timur)yang penghasil gandum. Maka penting, para capres ini memikirkan strategi lain, agar rakyat kita kembali mengonsumsi bahan pangan lokal.

Masa depan, isu pangan adalah isu yang semakin penting.Siapa yang menguasai pangan, dialah negara yang berpengaruh.

sumber: bajoe, wikimu.com

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Hacker Diancam Hukuman 8 Tahun Penjara atau Denda Rp 2 Miliar
  2. Inilah 18 Modus Tindak Pidana Korupsi
  3. 10 Tuntutan Perkara yang Paling Menggelikan di Dunia
  4. Apa saja yg disebut sebagai tindakan korupsi? Saatnya Bangkit Melawan Korupsi
  5. Resume Pertemuan di Hotel Darmawangsa, Lengserkan SBY
  6. Isi Pidato Obama, Menyambut Kemenangannya. Versi Inggeris dan Indonesia
  7. 23 Fakta Tentang Caleg Stress
  8. Uang anda di Lumpur Lapindo?
  9. Download Rekaman Percakapan Kajari Tilamuta Gorontalo