Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penggunaan e-mail dalam kehidupan sehari-hari bagaikan dua sisi mata uang, bisa menjadi teman sekaligus musuh. E-mail bisa jadi sarana yang efektif untuk berkomunikasi, tapi tanpa disadari juga membuat waktu kita terbuang percuma hanya untuk membaca dan menghapus e-mail sampah yang masuk ke inbox.

Menurut Clea Badion, dari Robert Half International, konsultan sumber daya manusia, cara kita mengelola e-mail ternyata bisa mencerminkan kepribadian. Dalam hal ini ada dua tipe kepribadian, yakni si perfeksionis dan si penunda. Seperti apakah ciri-ciri mereka?

Si Perfeksionis
Mereka yang termasuk dalam tipe ini adalah pemuja kerapian. Oleh karena itu dia selalu punya cukup waktu untuk mengelola inbox-nya. Setiap ada e-mail baru yang masuk ia akan menghentikan pekerjaannya untuk memeriksa dan membaca e-mail, kemudian membalasnya atau menghapusnya bila yang masuk hanyalah e-mail sampah. Si perfeksionis adalah orang yang responsif dan ahli meng-organize pekerjaannya.

Hanya saja, bila sebentar-sebentar ia membaca e-mail yang masuk, produktivitasnya condong menurun. Bayangkan berapa banyak e-mail yang masuk setiap harinya. Alangkah sulitnya memfokuskan pikiran tetap pada pekerjaan, apalagi kalau kita punya beberapa alamat e-mail.

Mereka yang tergolong dalam tipe ini biasanya sulit berkata tidak dan ‘kebaikannya’ itu sering dimanfaatkan orang lain. Saran bagi si perfeksionis, buatlah skala prioritas bagi setiap e-mail yang masuk, tetapkan waktu, misalnya sehari dua kali, untuk mengecek inbox. Pilih e-mail yang benar-benar penting saja yang harus dibalas segera.

Si Penunda
Anda adalah orang yang santai, cenderung cuek, dan tak suka pada ketertiban. Si penunda tidak punya sistem pengelolaan e-mail dan sering malas, bahkan takut membuka e-mail. Mereka dalam tipe ini sering kali kesulitan mencari e-mail terbaru karena tidak pernah mengatur tampilan susunan e-mail yang masuk.

Yang mengherankan, kebanyakan orang dalam tipe ini merasa harus membalas setiap e-mail dengan jawaban yang panjang sehingga mereka sering malas membalas e-mail dengan alasan tak punya waktu untuk menulis. Akibatnya, banyak e-mail yang tidak diindahkannya.

Saran bagi si penunda, gunakan fasilitas sistem penyaringan e-mail sehingga lebih mudah membedakan mana e-mail yang benar-benar penting dan e-mail sampah, seperti spam atau iklan yang perlu dimasukkan dalam daftar hitam. Anda juga perlu membuat folder khusus, seperti folder untuk e-mail pekerjaan, pribadi, atau milis. Secara berkala, periksalah folder tersebut dan segera jawab e-mail yang membutuhkan respons cepat. IndoFamilyNet

Source : kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mata Kedutan? Adda Makna Medis
  2. Inilah 10 Fakta Merokok Sebelum dan Sesudah Kehamilan
  3. Warna Layout Website Tentukan Keberuntungan
  4. Tahukah Anda Kenapa Ada Lesung Pipi
  5. Ungkapkan Cinta Anda Dengan Berbagai Bahasa
  6. Tanggal “Cantik” 11-11-11 dan “20-11-2011” Yang “Buruk”
  7. Inilah Mitos dan Fakta Penyakit Menular Seksual, Wajib Anda Ketahui
  8. 40 Orang Terkaya Singapura
  9. Inilah 5 Fakta di Balik Harumnya Parfum
  10. Inilah 5 Kota di Indonesia Penghasil Wanita Cantik