<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sex Boyke</title>
	<atom:link href="http://www.resep.web.id/sex-boyke/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.resep.web.id</link>
	<description>Resep Masakan Nusantara, Asia, Eropa, Kue, Minuman, Ramuan Tradisional</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 07:14:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Seks Selama Hamil</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1948</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Seks Selama Hamil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:20:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1948</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Cinta dan Keperawanan</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1947</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Cinta dan Keperawanan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:19:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1947</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Asap Rokok Hambat Kehamilan</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1946</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Asap Rokok Hambat Kehamilan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:17:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1946</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Tips Kencangkan Otot Vagina</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1945</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Tips Kencangkan Otot Vagina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:15:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1945</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Jakun dan Disfungsi Ereksi</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1944</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Jakun dan Disfungsi Ereksi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:14:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1944</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Sulit Orgasme</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1943</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Sulit Orgasme</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:04:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1943</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Eksperimen Seks</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1942</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Eksperimen Seks</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1942</guid>
		<description>[...] Source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Premarital Check-Up</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1941</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Premarital Check-Up</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:59:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1941</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Khitan dan Penis Kecil</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1940</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Khitan dan Penis Kecil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1940</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Operasi Selaput Dara</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1939</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Operasi Selaput Dara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:52:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1939</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Seks Dubur</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1938</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Seks Dubur</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:50:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1938</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Istri Selingkuh</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1936</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Istri Selingkuh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:45:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1936</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Ejakulasi Dini</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1935</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Ejakulasi Dini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:44:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1935</guid>
		<description>[...] source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Kepuasan Tak Terhingga</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1934</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Kepuasan Tak Terhingga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 02:39:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1934</guid>
		<description>[...] Dr Boyke, Saya setuju sekali bahwa berhubungan seks adalah sesuatu yang menyenangkan. Celakanya, hal ini baru saya sadari akhir-akhir ini ketika suami saya melakukan perubahan-perubahan saat melakukan hubungan intim. Padahal, kami sudah hampir sepuluh tahun menikah dengan dua anak. Umur saya sekarang 31 tahun, dan suami (40 tahun). Sejauh ini kami melakukan hubungan seks sebagai hal yang rutin. Sebagaimana laiknya seorang istri, saya harus melayani suami, termasuk memenuhi kebutuhannya, melakukan hubungan seks. Memang sesekali saya merasa puas, namun tidak puas-puas amat seperti yang saya alami ketika berhubungan badan, akhir-akhir ini. Bermula ketika suami saya tiba-tiba membawa pulang gambar-gambar porno. Terus terang, ketika suami memperlihatkan gambar-gambar tersebut, saya menjadi jijik dan muak. Tak pelak, ketika suami mengajak untuk melakukan hal yang sama seperti di gambar porno, melakukan hubungan intim dengan berbagai gaya dan posisi, saya langsung menolaknya mentah-mentah. Namun dasar suami saya tergolong tipe orang yang pintar merayu, akhirnya permintaan suami, saya penuhi juga. Mulanya, saya merasa risih dan kaku, tetapi akhirnya saya merasakan enak juga. Bahkan saya cukup menikmati karena kepuasan-kepuasan tak terhingga yang kami alami setiap kali berhubungan seks. Pertanyaan saya, apakah berhubungan seks dengan aneka gaya dan posisi dihalalkan? Masalahnya, selama ini saya punya anggapan bahwa berhubungan seks harus dilakukan secara santun. Evie Zarkasi / Pejaten, Jakarta Selatan Jawab: Berbagai posisi dan variasi memang dibutuhkan dalam berhubungan seks, sehingga seks tidak menjadi suatu “kewajiban” atau “tugas rutin” belaka. Mencontoh berbagai posisi dan variasi dari gambar porno atau film biru boleh-boleh saja, selama dilakukan antara pasangan suami isteri yang sah. Melakukan posisi variasi memang dianjurkan oleh Islam, surat Al-Baqarah ayat 223, menyatakan bahwa “Isterimu itu ladangmu, perlakukanlah ia sebagaimana engkau inginkan.” Artinya, posisi dan variasi seks dianjurkan asal sesuai dengan norma agama (tidak melakukan seks anal atau seks saat haid). Bahwa seks itu harus santun boleh-boleh saja, tapi kalau dilakukan setiap melakukan hubungan seks, bukankah seks menjadi membosankan? Inisiatif suami untuk mulai bereksperimen dengan aneka posisi patut diacungi jempol. Paling tidak, Anda pun sudah mulai merasakan kepuasan-kepuasan yang tak terhingga tadi. Ok.*** source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dr Boyke, Saya setuju sekali bahwa berhubungan seks adalah sesuatu yang menyenangkan. Celakanya, hal ini baru saya sadari akhir-akhir ini ketika suami saya melakukan perubahan-perubahan saat melakukan hubungan intim. Padahal, kami sudah hampir sepuluh tahun menikah dengan dua anak. Umur saya sekarang 31 tahun, dan suami (40 tahun). Sejauh ini kami melakukan hubungan seks sebagai hal yang rutin. Sebagaimana laiknya seorang istri, saya harus melayani suami, termasuk memenuhi kebutuhannya, melakukan hubungan seks. Memang sesekali saya merasa puas, namun tidak puas-puas amat seperti yang saya alami ketika berhubungan badan, akhir-akhir ini. Bermula ketika suami saya tiba-tiba membawa pulang gambar-gambar porno. Terus terang, ketika suami memperlihatkan gambar-gambar tersebut, saya menjadi jijik dan muak. Tak pelak, ketika suami mengajak untuk melakukan hal yang sama seperti di gambar porno, melakukan hubungan intim dengan berbagai gaya dan posisi, saya langsung menolaknya mentah-mentah. Namun dasar suami saya tergolong tipe orang yang pintar merayu, akhirnya permintaan suami, saya penuhi juga. Mulanya, saya merasa risih dan kaku, tetapi akhirnya saya merasakan enak juga. Bahkan saya cukup menikmati karena kepuasan-kepuasan tak terhingga yang kami alami setiap kali berhubungan seks. Pertanyaan saya, apakah berhubungan seks dengan aneka gaya dan posisi dihalalkan? Masalahnya, selama ini saya punya anggapan bahwa berhubungan seks harus dilakukan secara santun. Evie Zarkasi / Pejaten, Jakarta Selatan Jawab: Berbagai posisi dan variasi memang dibutuhkan dalam berhubungan seks, sehingga seks tidak menjadi suatu “kewajiban” atau “tugas rutin” belaka. Mencontoh berbagai posisi dan variasi dari gambar porno atau film biru boleh-boleh saja, selama dilakukan antara pasangan suami isteri yang sah. Melakukan posisi variasi memang dianjurkan oleh Islam, surat Al-Baqarah ayat 223, menyatakan bahwa “Isterimu itu ladangmu, perlakukanlah ia sebagaimana engkau inginkan.” Artinya, posisi dan variasi seks dianjurkan asal sesuai dengan norma agama (tidak melakukan seks anal atau seks saat haid). Bahwa seks itu harus santun boleh-boleh saja, tapi kalau dilakukan setiap melakukan hubungan seks, bukankah seks menjadi membosankan? Inisiatif suami untuk mulai bereksperimen dengan aneka posisi patut diacungi jempol. Paling tidak, Anda pun sudah mulai merasakan kepuasan-kepuasan yang tak terhingga tadi. Ok.*** source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Ingin Puas Bersama</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1914</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Ingin Puas Bersama</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1914</guid>
		<description>[...] Dr Boyke yang terhormat, Satu hal yang paling saya sukai dari perilaku pasangan saya (suami) ketika berhubungan intim adalah suami saya suka sekali menjilati bagian leher. Dengan begitu, biasanya saya cepat sekali terangsang. Apalagi, kalau tangan suami mulai usil ke sana dan ke mari, saya seringkali merasa kelenjotan. Masalahnya, dalam kondisi demikian, suami saya seringkali kurang tanggap. Ada kesan suami saya sering terlalu mengulurulur waktu. Padahal, saya inginnya, kalau sudah demikian, suami langsung masuk ke “permasalahan utama”. Akibatnya, saya seringkali orgasme, mencapai kepuasan duluan. Sementara suami kelihatan masih tenang-tenang saja. Ketika suami mulai bernafsu dan memburu mencapai kepuasan, saya telanjur kelelahan. Dokter Boyke, apakah saya punya kelainan, terlalu cepat terangsang? Bagaimana cara meminta suami, agar ketika melakukan hubungan seks, kami dapat mencapai kepuasan bersama-sama? Suci Arifin / Jembatan Lima, Jakarta Barat Jawab: Fore play (permainan pendahuluan) dengan menjilati dan mencium leher merupakan hal yang wajar karena leher merupakan titik erogen (daerah yang peka rangsang). Pada beberapa wanita yang mudah terangsang, rangsangan titik-titik tersebut sudah dapat membuat orgasme tanpa harus melakukan proses senggama. Lamanya fore play biasanya sekitar 15 menit, jika dilakukan lebih dari 15 menit bukan mengulur-ngulur waktu, namun memberikan kesempatan agar seluruh titik erogen mendapat rangsangan yang cukup. Tidak perlu cemas jika anda mencapai orgasme terlebih dahulu, karena hal tersebut merupakan hal yang normal. Memang, beberapa pasangan menginginkan orgasme dicapai secara bersama sehingga seks mencapai lebih “indah”. Mungkin kalau Anda menginginkan hal itu, Anda bisa memberi isyarat bahwa Anda sudah hampir mencapai orgasme, sehingga suami dapat segera melakukan penetrasi penis. Melalui suatu komunikasi yang baik tanpa perasaan malu, Anda bisa memintanya pada suami, sehingga Anda dapat mencapai kepuasan bersama. Saya yakin suami pun akan dengan senang melakukannya, bukankah seks bertujuan untuk kepuasan bersama? source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dr Boyke yang terhormat, Satu hal yang paling saya sukai dari perilaku pasangan saya (suami) ketika berhubungan intim adalah suami saya suka sekali menjilati bagian leher. Dengan begitu, biasanya saya cepat sekali terangsang. Apalagi, kalau tangan suami mulai usil ke sana dan ke mari, saya seringkali merasa kelenjotan. Masalahnya, dalam kondisi demikian, suami saya seringkali kurang tanggap. Ada kesan suami saya sering terlalu mengulurulur waktu. Padahal, saya inginnya, kalau sudah demikian, suami langsung masuk ke “permasalahan utama”. Akibatnya, saya seringkali orgasme, mencapai kepuasan duluan. Sementara suami kelihatan masih tenang-tenang saja. Ketika suami mulai bernafsu dan memburu mencapai kepuasan, saya telanjur kelelahan. Dokter Boyke, apakah saya punya kelainan, terlalu cepat terangsang? Bagaimana cara meminta suami, agar ketika melakukan hubungan seks, kami dapat mencapai kepuasan bersama-sama? Suci Arifin / Jembatan Lima, Jakarta Barat Jawab: Fore play (permainan pendahuluan) dengan menjilati dan mencium leher merupakan hal yang wajar karena leher merupakan titik erogen (daerah yang peka rangsang). Pada beberapa wanita yang mudah terangsang, rangsangan titik-titik tersebut sudah dapat membuat orgasme tanpa harus melakukan proses senggama. Lamanya fore play biasanya sekitar 15 menit, jika dilakukan lebih dari 15 menit bukan mengulur-ngulur waktu, namun memberikan kesempatan agar seluruh titik erogen mendapat rangsangan yang cukup. Tidak perlu cemas jika anda mencapai orgasme terlebih dahulu, karena hal tersebut merupakan hal yang normal. Memang, beberapa pasangan menginginkan orgasme dicapai secara bersama sehingga seks mencapai lebih “indah”. Mungkin kalau Anda menginginkan hal itu, Anda bisa memberi isyarat bahwa Anda sudah hampir mencapai orgasme, sehingga suami dapat segera melakukan penetrasi penis. Melalui suatu komunikasi yang baik tanpa perasaan malu, Anda bisa memintanya pada suami, sehingga Anda dapat mencapai kepuasan bersama. Saya yakin suami pun akan dengan senang melakukannya, bukankah seks bertujuan untuk kepuasan bersama? source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Payudara dan selingkuh</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1911</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Payudara dan selingkuh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 03:37:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1911</guid>
		<description>[...] Saya pembaca setia Harian Suara Karya. Senang sekali membaca rubrik konsultasi seks yang dokter asuh di harian kesayangan saya ini. Kini perkenankan saya ikut nimbrung mengajukan beberapa pertanyaan mengenai hasrat seksual saya. Sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan jasa, hampir setiap hari saya mendapatkan mitra kerja yang umumnya pria beristri. Sedangkan saya belum bersuami, kendati usia saya sudah 35 tahun. Saya sering diajak bos ke luar kota, dan kami melakukan hubungan seksual berdasarkan suka sama suka. Yang jadi persoalan, akibat seringnya saya melakukan hubungan gelap dengan bos, ternyata kondisi badan saya, terutama bentuk payudara saya berubah. Tidak kencang lagi. Adakah obat atau cara yang bisa saya lakukan supaya bentuk payudara saya bisa kencang lagi? Saya juga memiliki nafsu seksual yang tinggi. Akibatnya, jika bos tak ada, kebetulan ada bos lain yang mengajak saya “bobo bobo siang” di apartemen atau di hotel, kami pun melakukan hubungan seks berdasarkan suka sama suka. Adakah obat yang bisa saya konsumsi dan saya beli secara bebas di toko obat, agar nafsu seksual saya bisa lebih terkontrol? Apakah akibat saya dikuret karena menggugurkan kandungan tahun lalu, dan kini akibat keseringan saya mengkonsumsi jamu anti hamil, saya masih bisa punya anak jika menikah lagi di suatu saat nanti? Seorang Sekretaris / di kawasan Sudirman, Jakarta. Jawab: Mengingat usia Anda yang sudah mencapai 35 tahun, proses penuaan akan terus berlangsung. Perempuan usia 35 tahun, hormon-hormon kewanitaan mulai mengalami penurunan, sehingga kekencangan payudara juga berkurang. Krim-krim pengencang payudara tidak akan banyak menolong. Senam dada yaitu mengencangkan otot dada seperti mengangkat benda, dapat mengencangkan kembali payudara yang kendor. Saya sedih membaca perilaku seks Anda yang berganti-ganti pasangan, karena selain akan meningkatkan risiko terserang kanker mulut rahim, juga meningkatnya risiko terjangkit penyakit kelamin. Apalagi saat ini di Indonesia penyakit HIV &amp; AIDS yang belum dapat disembuhkan itu sangat tinggi peningkatannya. Saran saya, segera menikahlah agar Anda terhindar dari hidup bebas dengan penuh risiko. Tindakan kuretase, minum jamu peluntur (jamu anti hamil) tentu saja dapat merusak organorgan reproduksi anda sehingga menjadi sulit hamil kelak.*** source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Saya pembaca setia Harian Suara Karya. Senang sekali membaca rubrik konsultasi seks yang dokter asuh di harian kesayangan saya ini. Kini perkenankan saya ikut nimbrung mengajukan beberapa pertanyaan mengenai hasrat seksual saya. Sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan jasa, hampir setiap hari saya mendapatkan mitra kerja yang umumnya pria beristri. Sedangkan saya belum bersuami, kendati usia saya sudah 35 tahun. Saya sering diajak bos ke luar kota, dan kami melakukan hubungan seksual berdasarkan suka sama suka. Yang jadi persoalan, akibat seringnya saya melakukan hubungan gelap dengan bos, ternyata kondisi badan saya, terutama bentuk payudara saya berubah. Tidak kencang lagi. Adakah obat atau cara yang bisa saya lakukan supaya bentuk payudara saya bisa kencang lagi? Saya juga memiliki nafsu seksual yang tinggi. Akibatnya, jika bos tak ada, kebetulan ada bos lain yang mengajak saya “bobo bobo siang” di apartemen atau di hotel, kami pun melakukan hubungan seks berdasarkan suka sama suka. Adakah obat yang bisa saya konsumsi dan saya beli secara bebas di toko obat, agar nafsu seksual saya bisa lebih terkontrol? Apakah akibat saya dikuret karena menggugurkan kandungan tahun lalu, dan kini akibat keseringan saya mengkonsumsi jamu anti hamil, saya masih bisa punya anak jika menikah lagi di suatu saat nanti? Seorang Sekretaris / di kawasan Sudirman, Jakarta. Jawab: Mengingat usia Anda yang sudah mencapai 35 tahun, proses penuaan akan terus berlangsung. Perempuan usia 35 tahun, hormon-hormon kewanitaan mulai mengalami penurunan, sehingga kekencangan payudara juga berkurang. Krim-krim pengencang payudara tidak akan banyak menolong. Senam dada yaitu mengencangkan otot dada seperti mengangkat benda, dapat mengencangkan kembali payudara yang kendor. Saya sedih membaca perilaku seks Anda yang berganti-ganti pasangan, karena selain akan meningkatkan risiko terserang kanker mulut rahim, juga meningkatnya risiko terjangkit penyakit kelamin. Apalagi saat ini di Indonesia penyakit HIV &#38; AIDS yang belum dapat disembuhkan itu sangat tinggi peningkatannya. Saran saya, segera menikahlah agar Anda terhindar dari hidup bebas dengan penuh risiko. Tindakan kuretase, minum jamu peluntur (jamu anti hamil) tentu saja dapat merusak organorgan reproduksi anda sehingga menjadi sulit hamil kelak.*** source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Jari-jari Hiperseks</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1910</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Jari-jari Hiperseks</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 03:32:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1910</guid>
		<description>[...] Dokter, saya seorang janda berusia 37 tahun. Baru-baru ini saya menikah lagi dengan pria kesayangan yang usianya sudah 46 tahun. Saya telah hidup menyendiri selama 5 tahun dan suami menduda lebih dari 6 tahun. Sejak menikah hingga kini kami selalu melewatkan hari-hari bulan madu dengan permainan seks. Dalam sehari, jika saya dan suami tidak bekerja, kami bisa melakukan hubungan seks dua hingga tiga kali. Saya benarbenar mendapatkan kepuasan seks bersama suami saya yang baru ini. Tetapi dok, belakangan ini gaya seks suami saya agak aneh. Saya mengatakan demikian, antara lain karena suami selalu minta kami melakukan “pemanasan” dulu sebelum berhubungan badan. Nah gaya “pemanasan” itu yang menurut saya aneh sekali. Soalnya, suami selalu ingin menciumi vagina saya. Tidak cuma itu, suami juga menjilati bibir vagina saya. Bahkansaya merasakan ada jari-jari suami yang dimasukkan ke vagina saya. Lebih anehnya lagi dok, setelah memasukkan jari-jarinya ke vagina saya, jari-jari itu diisap suami sembari membisiki bahwa cara itu bisa membuatnya merasa supernikmat dari “pemanasan”. Saya juga ingin minta penjelasan dokter, apakah cara “pemanasan” yang dilakukan suami itu masuk kategori hiperseks? Saya juga sering memenuhi permintaan suami agar saya mengulum penisnya. Dan saya selalu melakukan itu dengan penuh kasih sayang, sehingga ketika saya mengulum secara berlama-lama penis suami, suami saya nampaknya sangat menikmati. Sehatkah cara demikian itu pak dokter? Tanty / Kompleks Garuda Bintaro Jakarta Selatan Jawab : Suami anda bukan seorang hiperseks, tapi seorang pria yang menikmati seks dengan seni bercinta yang mengagumkan. Ia ingin setiap sentuhan, ciuman, hisapan dinikmati sepuasnya. Felasio (oral seks) yang anda lakukan terhadap suami tentu saja sangat dinikmatinya karena rongga mulut terdiri dari bibir, lidah, langit-langit, gigi yang memberikan sensasi bermacam pada penis suami. Cara tersebut digolongkan sehat karena pada dasarnya mulut dan alat kelamin adalah organ-organ intim yang dapat dijaga kebersihannya. Selama alat kelamin tersebut hanya digunakan oleh pasangan yang sah (suami/isteri) yang tidak bergantiganti pasangan, organ-organ intim tersebut sehat. Selamat menikmati sensasi seks yang menyenangkan ! source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dokter, saya seorang janda berusia 37 tahun. Baru-baru ini saya menikah lagi dengan pria kesayangan yang usianya sudah 46 tahun. Saya telah hidup menyendiri selama 5 tahun dan suami menduda lebih dari 6 tahun. Sejak menikah hingga kini kami selalu melewatkan hari-hari bulan madu dengan permainan seks. Dalam sehari, jika saya dan suami tidak bekerja, kami bisa melakukan hubungan seks dua hingga tiga kali. Saya benarbenar mendapatkan kepuasan seks bersama suami saya yang baru ini. Tetapi dok, belakangan ini gaya seks suami saya agak aneh. Saya mengatakan demikian, antara lain karena suami selalu minta kami melakukan “pemanasan” dulu sebelum berhubungan badan. Nah gaya “pemanasan” itu yang menurut saya aneh sekali. Soalnya, suami selalu ingin menciumi vagina saya. Tidak cuma itu, suami juga menjilati bibir vagina saya. Bahkansaya merasakan ada jari-jari suami yang dimasukkan ke vagina saya. Lebih anehnya lagi dok, setelah memasukkan jari-jarinya ke vagina saya, jari-jari itu diisap suami sembari membisiki bahwa cara itu bisa membuatnya merasa supernikmat dari “pemanasan”. Saya juga ingin minta penjelasan dokter, apakah cara “pemanasan” yang dilakukan suami itu masuk kategori hiperseks? Saya juga sering memenuhi permintaan suami agar saya mengulum penisnya. Dan saya selalu melakukan itu dengan penuh kasih sayang, sehingga ketika saya mengulum secara berlama-lama penis suami, suami saya nampaknya sangat menikmati. Sehatkah cara demikian itu pak dokter? Tanty / Kompleks Garuda Bintaro Jakarta Selatan Jawab : Suami anda bukan seorang hiperseks, tapi seorang pria yang menikmati seks dengan seni bercinta yang mengagumkan. Ia ingin setiap sentuhan, ciuman, hisapan dinikmati sepuasnya. Felasio (oral seks) yang anda lakukan terhadap suami tentu saja sangat dinikmatinya karena rongga mulut terdiri dari bibir, lidah, langit-langit, gigi yang memberikan sensasi bermacam pada penis suami. Cara tersebut digolongkan sehat karena pada dasarnya mulut dan alat kelamin adalah organ-organ intim yang dapat dijaga kebersihannya. Selama alat kelamin tersebut hanya digunakan oleh pasangan yang sah (suami/isteri) yang tidak bergantiganti pasangan, organ-organ intim tersebut sehat. Selamat menikmati sensasi seks yang menyenangkan ! source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Keputihan Berulang</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1909</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Keputihan Berulang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 03:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1909</guid>
		<description>[...] Dear dr Boyke… Saya perempuan berumur 22 thn dan sudah menikah selama 1 tahun. Waktu kami masih bertunangan, saya pernah dikuret kemudian memakai alat kontrasepsi spiral selama 1 tahun. Sekarang saya sudah tidak lagi pakai spiral karena sering infeksi dan menyebabkan keputihan. Sampai sekarang ini saya sering keputihan, pernah kondisinya sampai berbau tak sedap. Kata dokter kandungan itu karena infeksi. Setelah berobat dan sembuh, kenapa keputihan itu muncul meski tidak sampai berbau, sedikit dan tidak gatal. Saya sudah mencoba berbagai macam obat, tetapi kok tidak kunjung sembuh. Pertanyaannya, kenapa saya sering keputihan, meski tidak berbau busuk — persis bau bawang merah– tidak gatal, banyak dan berwarna kuning? Sudah hampir 2 tahun ini, saya terus keputihan, hingga rasanya capek karena harus bolak balik ke dokter. Dengan kondisi ini, apakah saya masih bisa punya anak? Keluhan lainnya adalah rahim sebelah kiri saya sering sakit, hingga terasa pegal sampai kaki, ada apa ya dok? Saya harus bagaimana, apakah dengan pemeriksaan dalam melalui pap smear segala sesuatu dapat diketahui dengan jelas atau tetap membutuhkan tes laboratorium? Resti / Tanjung Priuk, Jakut Jawab: Keputihan merupakan hal yang alami (bukan penyakit), biasanya tidak berwarna, tidak gatal dan tidak bau, khususnya terjadi pada perempuan yang dalam keadaan subur (pertengahan siklus haid), wanita terangsang dan sedang hamil. Namun, keputihan patologis yang disebabkan oleh penyakit terjadi karena kelainan organ reproduksi (myoma dan erosi) atau infeksi (penyakit kelamin dan jamur), alergi dan adanya benda asing (spiral). Coba konsultasikan masalah ini ke dokter kandungan, karena yang ibu alami merupakan keputihan penyakit dan harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika keputihan sudah sembuh, masih mungkin punya anak. Penyakit ibu kemungkinan ada infeksi di saluran telur (adnexitis). source [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dear dr Boyke… Saya perempuan berumur 22 thn dan sudah menikah selama 1 tahun. Waktu kami masih bertunangan, saya pernah dikuret kemudian memakai alat kontrasepsi spiral selama 1 tahun. Sekarang saya sudah tidak lagi pakai spiral karena sering infeksi dan menyebabkan keputihan. Sampai sekarang ini saya sering keputihan, pernah kondisinya sampai berbau tak sedap. Kata dokter kandungan itu karena infeksi. Setelah berobat dan sembuh, kenapa keputihan itu muncul meski tidak sampai berbau, sedikit dan tidak gatal. Saya sudah mencoba berbagai macam obat, tetapi kok tidak kunjung sembuh. Pertanyaannya, kenapa saya sering keputihan, meski tidak berbau busuk — persis bau bawang merah– tidak gatal, banyak dan berwarna kuning? Sudah hampir 2 tahun ini, saya terus keputihan, hingga rasanya capek karena harus bolak balik ke dokter. Dengan kondisi ini, apakah saya masih bisa punya anak? Keluhan lainnya adalah rahim sebelah kiri saya sering sakit, hingga terasa pegal sampai kaki, ada apa ya dok? Saya harus bagaimana, apakah dengan pemeriksaan dalam melalui pap smear segala sesuatu dapat diketahui dengan jelas atau tetap membutuhkan tes laboratorium? Resti / Tanjung Priuk, Jakut Jawab: Keputihan merupakan hal yang alami (bukan penyakit), biasanya tidak berwarna, tidak gatal dan tidak bau, khususnya terjadi pada perempuan yang dalam keadaan subur (pertengahan siklus haid), wanita terangsang dan sedang hamil. Namun, keputihan patologis yang disebabkan oleh penyakit terjadi karena kelainan organ reproduksi (myoma dan erosi) atau infeksi (penyakit kelamin dan jamur), alergi dan adanya benda asing (spiral). Coba konsultasikan masalah ini ke dokter kandungan, karena yang ibu alami merupakan keputihan penyakit dan harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika keputihan sudah sembuh, masih mungkin punya anak. Penyakit ibu kemungkinan ada infeksi di saluran telur (adnexitis). source [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Teknik dan variasi hubungan sex</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1907</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Teknik dan variasi hubungan sex</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 02:43:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1907</guid>
		<description>[...] Dr Boyke yang baik, Begini dok, saya laki-laki normal, berusia 37 tahun memiliki berat (64 Kg) dan tinggi ideal (168 Cm) sebagaimana laiknya pria Indonesia. Sementara kondisi istri saya (34) tergolong gemuk. Ketika berjalan, kami sering diibaratkan pasangan angka “10?. Menurut dokter, dengan kondisi demikian, sebaiknya bagaimana hubungan seks yang ideal bagi saya dan istri saya? Apakah cara konvensional, istri di bawah dan suami di atas, merupakan cara yang ideal dan wajar? Bagaimana kalau saya menginginkan posisi lain yang lebih bervariatif? Sejauh ini hubungan kami cukup harmonis dengan 2 anak yang lucu-lucu. Kehadiran anak-anak mampu melekatkan keharmonisan kami. Kami juga tak punya masalah dengan kehidupan seks kami. Setiap kali melakukan hubungan seks, kami biasanya sama-sama puas. Dengan kondisi kami, apakah mungkinkan bagi kami melakukan hubungan seks dengan teknik dan cara yang bervariasi? Suranto A / Jelambar, Jakarta Barat Jawab: Istri yang gemuk bukan saja menyulitkan posisi hubungan seks tapi juga akan mengundang berbagai penyakit yang berbahaya (jantung, stroke, dan lain-lain). Paling baik sih, Anda meminta istri untuk melakukan diet agar lebih ramping lagi, dan lebih menarik lagi. Komunikasikan hal ini dengan bijaksana sehingga tidak menyinggung perasaannya. Posisi dan variasi seks tetap masih dimungkinkan pada wanita yang gemuk. Pada dasarnya posisi wanita di bawah, atau posisi menungging (dig position) masih dapat dilakukan. Yang jelas, sebaiknya istri Anda lebih pasif dan Anda yang lebih aktif. Selain posisi dan variasi, sebenarnya tempat atau lokasi melakukan hubungan seks pun dapat divariasikan, misalnya di karpet, di kamar mandi dan di tempat lainnya. Wewangian dan cahaya, semua dapat diubah-ubah sehingga menimbulkan suasana yang baru. Jadi, teknik dan posisi hubungan seks, hanyalah merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan seks, diperlukan kretivitas dan inovasi dari suami istri untuk mengatasi kejenuhan saat melakukan hubungan seks. referensi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dr Boyke yang baik, Begini dok, saya laki-laki normal, berusia 37 tahun memiliki berat (64 Kg) dan tinggi ideal (168 Cm) sebagaimana laiknya pria Indonesia. Sementara kondisi istri saya (34) tergolong gemuk. Ketika berjalan, kami sering diibaratkan pasangan angka “10?. Menurut dokter, dengan kondisi demikian, sebaiknya bagaimana hubungan seks yang ideal bagi saya dan istri saya? Apakah cara konvensional, istri di bawah dan suami di atas, merupakan cara yang ideal dan wajar? Bagaimana kalau saya menginginkan posisi lain yang lebih bervariatif? Sejauh ini hubungan kami cukup harmonis dengan 2 anak yang lucu-lucu. Kehadiran anak-anak mampu melekatkan keharmonisan kami. Kami juga tak punya masalah dengan kehidupan seks kami. Setiap kali melakukan hubungan seks, kami biasanya sama-sama puas. Dengan kondisi kami, apakah mungkinkan bagi kami melakukan hubungan seks dengan teknik dan cara yang bervariasi? Suranto A / Jelambar, Jakarta Barat Jawab: Istri yang gemuk bukan saja menyulitkan posisi hubungan seks tapi juga akan mengundang berbagai penyakit yang berbahaya (jantung, stroke, dan lain-lain). Paling baik sih, Anda meminta istri untuk melakukan diet agar lebih ramping lagi, dan lebih menarik lagi. Komunikasikan hal ini dengan bijaksana sehingga tidak menyinggung perasaannya. Posisi dan variasi seks tetap masih dimungkinkan pada wanita yang gemuk. Pada dasarnya posisi wanita di bawah, atau posisi menungging (dig position) masih dapat dilakukan. Yang jelas, sebaiknya istri Anda lebih pasif dan Anda yang lebih aktif. Selain posisi dan variasi, sebenarnya tempat atau lokasi melakukan hubungan seks pun dapat divariasikan, misalnya di karpet, di kamar mandi dan di tempat lainnya. Wewangian dan cahaya, semua dapat diubah-ubah sehingga menimbulkan suasana yang baru. Jadi, teknik dan posisi hubungan seks, hanyalah merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan seks, diperlukan kretivitas dan inovasi dari suami istri untuk mengatasi kejenuhan saat melakukan hubungan seks. referensi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Meninggal Karena Seks, Oh ngeri&#8230;?!</title>
		<link>http://www.resep.web.id/sex-boyke/comment-page-1#comment-1906</link>
		<dc:creator>Tips dan trick &#187; Blog Archive &#187; Meninggal Karena Seks, Oh ngeri&#8230;?!</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 02:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.resep.web.id/?page_id=235#comment-1906</guid>
		<description>[...] Pak Boyke yang baik, Pak Boyke saya sering dengar ada orang meninggal saat berhubungan seks. Saya juga kebetulan penderita kelainan jantung, usia saya sekarang 45 tahun. Sementara istri saya 30 tahun. Saya jadi takut kalau tiba-tiba saya meninggal saat berhubungan seks dengan istri saya. Mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berhubungan seks? Bagaimana cara mengatasinya? Sejauh mana pengaruh obat kuat pada kemungkinan serangan jantung? Bagaimana strategi bercinta agar seks mencapai puncak, tapi terhindar dari serangan jantung? Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih. Fikri / Pasar Minggu, Jaksel Jawab: Biasanya orang yang sakit jantung meninggal saat berhubungan seks karena berhubungan seks bukan dengan istrinya. Karena debaran jantung bertambah maka tingkat stress yang dialami terus meningkat (takut dosa). Selain itu, serangan jantung juga bisa terjadi karena penggunaan obat-obat kuat. Karena itu bagi penderita jantung jangan melakukan selingkuh bila tidak ingin menyesal nantinya. Hubungan seks pada penderita jantung bisa mencapai puncak, sangat tergantung pada parah tidaknya penyakit jantung yang diderita. Yang terpenting adalah lakukan seks itu pada isteri sendiri, perlahan-lahan saja, anggap saja seks itu suatu hiburan yang menyenangkan. Lakukan hal tersebut dengan rasa cinta. *** referensi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pak Boyke yang baik, Pak Boyke saya sering dengar ada orang meninggal saat berhubungan seks. Saya juga kebetulan penderita kelainan jantung, usia saya sekarang 45 tahun. Sementara istri saya 30 tahun. Saya jadi takut kalau tiba-tiba saya meninggal saat berhubungan seks dengan istri saya. Mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berhubungan seks? Bagaimana cara mengatasinya? Sejauh mana pengaruh obat kuat pada kemungkinan serangan jantung? Bagaimana strategi bercinta agar seks mencapai puncak, tapi terhindar dari serangan jantung? Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih. Fikri / Pasar Minggu, Jaksel Jawab: Biasanya orang yang sakit jantung meninggal saat berhubungan seks karena berhubungan seks bukan dengan istrinya. Karena debaran jantung bertambah maka tingkat stress yang dialami terus meningkat (takut dosa). Selain itu, serangan jantung juga bisa terjadi karena penggunaan obat-obat kuat. Karena itu bagi penderita jantung jangan melakukan selingkuh bila tidak ingin menyesal nantinya. Hubungan seks pada penderita jantung bisa mencapai puncak, sangat tergantung pada parah tidaknya penyakit jantung yang diderita. Yang terpenting adalah lakukan seks itu pada isteri sendiri, perlahan-lahan saja, anggap saja seks itu suatu hiburan yang menyenangkan. Lakukan hal tersebut dengan rasa cinta. *** referensi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
