Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Jangan asal menerima tawaran pekerjaan tanpa terlebih dulu mencari tahu bagaimana prospek perusahaan tersebut. Ada sejumlah alasan mengapa Anda harus menolak tawaran pekerjaan, atau setidaknya berpikir seribu kali lagi untuk menerimanya, karena sejumlah alasan yang sangat masuk akal, yang mungkin tak diungkapkan si pewawancara. Kenalilah, agar tak terjerumus!

1 Aktif mencari informasi
Cari tahu, jika perusahaan itu terdaftar di bursa (perusahaan terbuka) apakah saham perusahaan tengah menukik turun atau goyang? Atau tengah dalam posisi merger bahkan diakuisisi? Kedua hal ini bisa mengindikasikan pemutusan hubungan kerja massal, dan posisi yang ditawarkan kepada Anda saat ini mungkin tidak ada lagi dalam beberapa bulan ke depan. Untuk menghitung risiko Anda, bicarakan hal ini dengan keluarga dan orang-orang terpercaya. Jika Anda tetap menginginkan posisi itu, mintalah kontrak yang menjamin jika terjadi sesuatu dengan perusahaan, posisi Anda akan aman.

2 Kenali pola ‘keluar-masuk’ karyawan

Karyawan datang dan pergi di suatu perusahaan adalah hal normal. Namun kapan dkatakan normal dan kapan dikatakan perusahaan itu bermasalah? Menuurt biro statistik Amerika, turnover karyawan di AS pada 2006 mencapai 23,4%. Namun yang patut dicatat adalah tingginya angka tunrover atau karyawan yang keluar-masuk harus menjadi lampu merah bagi karyawan potensial. Lebih baik lakukan riset kecil-kecilan di perusahaan tersebut sebelum memutuskan bergabung. Siapa tahu ternyata perusahaan itu tidak lebih baik dari tempat Anda bekerja sekarang.

3 Uang bukan segalanya
Jika uang merupakan faktor utama keputusan Anda untuk menerima pekerjaan baru, pikir dua kali sebelum memutuskannya. Faktanya, pakar menyarankan untuk berpikir, empat, lima hingga seratus kali lagi. Bergantung bagaimana kondisi keuangan dan berapa banyak yang dihasilkan dari pekerjaan di kantor baru, uang bisa jadi tak akan dapat membeli kebahagiaan atau pemenuhan kebutuhan profesional yang Anda dambakan. Bahkan, bisa jadi di kantor baru tidak menjanjikan perbaikan karir. Pakar menyarankan, kalkulasi lagi keuangan Anda. Petakan tujuan jangka panjangnya. Jika di perusahaan sekarang sudah ‘mentok’ mungkin tawaran dari perusahaan lain boleh dipertimbangkan. Namun sekali lagi, jangan berpikir karena faktor uangnya saja.

4 Tidak bisa menikmati hidup

Kantor baru nanti mungkin menawarkan paket kompensasi yang lebih menarik, namun bagaimana jika imbal baliknya Anda harus bekerja hampir 14 jam selama lima hari dan masih harus lembur atau masuk kantor di akhir pekan? Jika Anda baru masuk ke dunia kerja dan kebetulan belum berkeluarga, boleh jadi kondisi ini malah menjadi tantangan menarik. Namun jika Anda orang yang sudah membina keluarga dan berada dalam kondisi yang ‘agak mapan’ tampaknya tidak bijaksana menerima pekerjaan yang mengharuskan Anda tinggal 80 jam di kantor dalam seminggu. Pertimbangkan akibat yang akan timbul pada keluarga yang kena dampak langsungnya. Interaksi langsung dengan keluarga dan anak-anak amatlah penting. Uang bukan segalanya, meskipun untuk membeli segalanya tetap butuh uang.

5 Reputasi buruk
Pindah ke tempat kerja di perusahaan yang bereputasi buruk atau penuh skandal bukanlah tindakan bijaksana karena hanya akan ‘mencemari’ CV Anda. Ini bukan hanya soal uang, namun juga semacam kehormatan yang didapat dari predikat di mana Anda bekerja dan mengaktualisasikan diri.


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Ngantuk Saat Dikantor? Atasi Dengan 3 Tips Berikut
  2. Inilah 10 Tempat Kerja Terbaik di Dunia
  3. Pemimpin Perempuan Makin Berkurang
  4. Tips Sukses Dirumah dan Dikantor
  5. Inilah 10 Pekerjaan Terburuk untuk Paru-paru Anda
  6. Lowongan Sebagai Agen Asuransi Prudential
  7. Awas! Jangan Katakan Hal Ini Kepada Atasan Anda
  8. Berikut 8 Tips Kreatif Untuk Pengangguran
  9. Rahasia Sukses Wanita Bergaji Besar
  10. Tips Wawancara Sukses Via Telepon