Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Penelitian membuktikan bahwa orang langsing tidak berpikir sama soal makanan dengan orang gemuk. “Orang langsing punya relasi yang rileks dengan makanan,” kata David L. Katz, MD, associate professor kesehatan masyarakat dari Yale University. “Mereka yang gemuk cenderung dikuasai oleh makanan. Mereka cenderung fokus pada berapa banyak atau sering makan dan melekatkan label baik atau buruk pada makanan tertentu. Hasilnya, makanan selalu ada di otak mereka.”

Karena itu, mari belajar dari prang langsing soal makanan.

1. Puaskan, bukan kenyangkan perut
Dari skala 1 sampai 10, orang langsing berhenti makan di angka 6 atau 7, kata Jill Flemming, penulis buku Thin People Don’t Clean Their Plates. Sementara sebagian besar orang berhenti di skala 8 atau 10. Mengapa? Itu karena Anda menyamakan sensasi kenyang dengan kepuasan atau merasa kurang jika berhenti duluan. Atau Anda terbiasa menghabiskan apa saja yang ada di piring, tak peduli sebenarnya Anda sudah kenyang.

Contohlah mereka: Ketika makanan sudah habis separuh, letakkan sendok dan gunakan skala 1 sampai 10 untuk menilai kekenyangan Anda. Lakukan lagi setelah lima suapan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran Anda selama makan. Bonusnya, acara makan Anda jadi lebih lambat.

2. Sadarilah bahwa rasa lapar itu bukan sebuah tanda gawat darurat
Sebagian besar orang gemuk memandang kelaparan sebagai penyakit yang harus cepat diobati. “Jika takut kelaparan, Anda malah cenderung makan berlebihan untuk menghindarinya,” ujar Judith S.

Beck, Ph.D, penulis buku Beck Diet Solution. Toleransilah rasa lapar karena rasa lepar itu selalu datang dan pergi.

Contohlah mereka: Cobalah untuk menyibukkan diri sehingga waktu makan siang terlambat sejam. Atau cobalah lewatkan makan camilan siang dalam satu hari. Anda bakal menemukan diri baik-baik saja.

3. Jangan gunakan makanan untuk mengobati lara hati
Ini bukan berarti orang langsing kebal dengan makan untuk mengobati sakit hati. Mereka hanya tahu kapan harus berhenti makan.

Contohlah mereka: Tambahkan kata “berhenti” di otak Anda untuk berhenti makan. Saat marah, sedih, kesepian, pilih makanan rendah kalori. Buang rasa kesal itu dengan berolahraga karena kegiatan ini bisa mengenyahkan rasa marah. Kesepian? Cari teman atau jalan-jalan ke mal.

4. Lebih banyak buah
Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.

Contohlah mereka: Berikan pada diri sendiri potongan buah segar sebagai camilan paling tidak tiga sajian sehari.

5. Punya kebiasaan baik
Variasi jenis makanan memang baik, tetapi kalau terlalu banyak malah justru menyebabkan kita makan berlebihan. “Orang langsing memiliki kebiasaan makan yang baik dan terencana,” kata Beck.

Contohlah mereka: Cobalah punya pola makan konsisten setiap hari. Contohnya, pagi hari sarapan seral, makan salad dan kentang saat makan siang, dan seterusnya. Boleh-boleh saja mengganti menu keesokan harinya dengan nasi dan ayam bakar ditambah lalapan.

6. Punya kontrol diri
Para peneliti dari Tufts University menemukan bahwa hal terbesar yang membuat kita jadi gemuk adalah perilaku tak terkendali.

Contohlah mereka: Saat berada di sebuah pesta, katakanlah pada diri sendiri untuk makan seperempat porsi saja, makan dessert hanya separuh saja.

7. Senang bergerak
Rata-rata orang yang langsing tidak malas dan senang gerak badan. Itu kata peneliti di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS.

Contohlah mereka: Sebagian besar pekerja kantor menghabiskan waktu 16 hingga 20 jam sehari hanya duduk. Pakailah pedometer dan ketahuilah apakah Anda sudah melangkah lebih dari 10 ribu sehari. Anda harus mengombinasikan 30 menit olahraga dengan kegiatan sehat seperti naik tangga, menyapu, atau mengepel untuk membakar ekstra kalori.

8. Tidur nyenyak
Orang langsing tidur dua jam lebih banyak dalam seminggu, kata peneliti di Eastern Virginia Medical School. Para peneliti berteori bahwa kurangnya istirahat tidur terkait dengan rendahnya hormon penekan nafsu makan.

Contoh mereka: Tambahan tidur dua jam seminggu berarti hanya menambah waktu tidur 17 menit sehari. Artinya, ini mudah bagi orang yang sibuk. Tambahkan waktu tidur sedikit demi sedikit hingga Anda bisa tidur 8 jam sehari.

Senior
cbn.net.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Make Up Lebih Tahan Lama
  2. Kulit Cantik Berkat Buah Alami
  3. Mandi Untuk Kecantikan dan Kesehatan
  4. Mata Bening nan Indah
  5. Pudarkan Keriput Wajah, part 1
  6. Kiat Mudah Sehat dan Cantik, part 1
  7. Tips Agar Gigi Putih Kinclong
  8. 6 Cara Tunda Penuaan Wajah
  9. Kecantikan Rusak, Hancur, Karena 4 Ulah Spontan Yang Tak Terkontrol
  10. Kandungan Kimiawi untuk Kulit, part 1