Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Sejumlah pasangan perlu melakukan usaha lebih keras agar sang istri bisa hamil. Dari menjalani perawatan medis hingga cara tradisional yang ternyata masih menjadi alternatif cara untuk bisa cepat hamil.

Sebelum mencari cara agar cepat hamil, pastikan dahulu apakah Anda dan pasangan sudah menjalani cara alami berikut ini:

Periksa kesehatan fisik pasangan
Pasangan, baik suami atau istri, sebaiknya memeriksakan kesehatan fisik sebelum memutuskan untuk menjalani program kehamilan. Pastikan kedua belah pihak tidak memiliki penyakit menular seksual, infeksi pada daerah kelamin dan reproduksi, atau kondisi lain yang menghalangi kesempatan untuk hamil. Bila Anda telah menikah beberapa tahun dan tak kunjung hamil (atau mengalami keguguran berulang), minta dokter melakukan pemeriksaan lengkap mengenai penyebabnya.

Hidup sehat
Pasangan yang menjalani program kehamilan perlu menjaga kesehatannya dengan baik, demikian dikatakan Mayo Clinic. Tak hanya fisik, namun juga menghindari stres, kelebihan berat badan, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan tidak mengkonsumsi alkohol, obat-obatan, dan rokok. Khusus bagi wanita, faktor seperti ini bisa mempengaruhi kemampuannya untuk hamil, maupun kondisi kesehatan janin (bila sudah hamil). Wanita juga perlu mengonsumsi vitamin untuk program hamil.

Kenali masa subur
Anda dan pasangan boleh saja sering berhubungan seks, namun jika tidak teliti, telur yang sudah matang dan siap dibuahi bisa terlewati. Inilah pentingnya mengetahui masa subur. Cara mengenalinya dengan mengukur temperatur tubuh wanita saat bangun tidur yang disebut basal body temperature atau BBT. BBT menjadi salah satu indikator ovulasi, yakni jika BBT wanita naik satu setengah derajat. Teknologi juga membantu cara pengukuran temperatur ini, melalui alat prediksi ovulasi atau OPK (ovulation predictor kit). Alat ini bisa mendeteksi perubahan hormon sehari atau dua hari sebelum ovulasi.

Hubungan seks sebelum ovulasi
Lakukan hubungan seks sebelum ovulasi. Sperma bisa berkembang di uterus dan di tuba falopi selama dua hingga tiga hari. Tetapi telur hanya bisa bertahan 12 jam hingga sehari setelah dilepaskan. Berhubungan seks sebelum ovulasi memperbesar kesempatan bertemunya sperma dengan ovulasi. Dengan alat bantuan seperti OPK (Anda bisa membelinya di apotek), Anda bisa mengetahui kapan ovulasi terjadi, dan segera berhubungan seks beberapa hari setelah alat tersebut menunjukkan tanda positif.

Posisi bercinta
Posisi misionaris memberikan kesempatan lebih tinggi kepada sperma untuk mendekati serviks. Bercinta menjelang waktu tidur juga bisa membantu, karena sperma punya waktu lebih lama dalam proses pembuahan telur.

Sumber: LiveStrong, Editor: din, kompas.com

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Kontrasepsi Vs Masa Prakonsepsi
  2. Inilah 6 Fakta Tentang Kelahiran di Rumah
  3. Perempuan Perokok Sulit Dapatkan Anak Laki-Laki
  4. Inilah 3 Saran Salah yang Sering Diterima Saat Hamil
  5. Menggendong Anak Saat Hamil, Amankah? Berikut Tipsnya!
  6. Faktor Penyebab Kelahiran Sungsang
  7. Mungkinkah Anda Melahirkan Anak Kembar?
  8. Agar Bayi Lahir Normal
  9. Inilah 10 Tanda Awal Kehamilan
  10. Ternyata Orgasme Saat Hamil Sangat Penting Lho!