Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Berjalan kaki ternyata terbukti bisa mencegah munculnya penyakit osteoporosis. Dari segi medis, berjalan kaki dengan benar dan teratur sangat baik bagi kesehatan tubuh perempuan, yang cukup rentan terkena penyakit osteoporosis ini.

“Berjalan kaki merupakan salah satu contoh olahraga menggunakan beban. Karena saat berjalan, kita menopang berat tubuh kita sendiri. Dengan berjalan kaki seluruh struktur tulang mendapatkan pembebanan yang berguna untuk melatihnya tetap kuat dan padat,” ungkap Dr Tanya TM Rotikan, SpKO dari FKUI saat menghadiri peluncuran program Melangkah Bersama Anlene, Senin (2/5) lalu, di Lagoon Bar, Grand Hyatt, Jakarta.

Menurut Dr Tanya Rotikan, olahraga yang memberikan beban bisa membantu menstimulasi tulang untuk berkembang, sehingga dapat menjaga kepadatan tulang. Disamping itu juga, berjalan kaki itu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko terjatuh, sehingga membantu mencegah adanya risiko patah tulang dan juga osteoporosis. Meski begitu, berjalan kaki harus dilakukan dengan aturan yang benar. Setidaknya, ada aturan-aturan yang harus dipatuhi agar berjalan kaki bisa berguna sebagai salah satu olahraga yang efektif bagi kesehatan tulang.

Melangkah sebanyak 10,000 langkah dalam sehari adalah ukuran minimal dan dianggap aktif, jika para perempuan ingin menjaga kondisi tulang. Usahakanlah untuk memperoleh 3000-4000 langkah dalam 30 menit selama berolahraga. Sisanya, dapat dicapai dengan berbagai aktifitas fisik harian seperti berjalan kaki, menggunakan tangga daripada eskalator atau lift, bermain bersama anak, menyapu, berdansa, dan lainnya. Dengan begitu, total 10,000 langkah atau bahkan lebih bisa dicapai dalam sehari.

Berjalan kaki menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis ini sesuai dengan tema Hari Osteoporosis Dunia tahun 2007, yaitu “Reduce Your Risk, Beat The Break”, yang menekankan pentingnya faktor resiko osteoporosis. Sedangkan di Indonesia, Hari Osteoporosis Nasional jatuh disetiap tanggal 20 Oktober. Menurut hasil analisa data risiko osteoporosis (keropos tulang) yang dipublikasikan tahun 2006, prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) di Indonesia sebesar 41,7%.

Ini berarti 2 dari 5 orang penduduk Indonesia memiliki risiko terkena penyakit osteoporosis. Analisa data ini dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi dan Makanan Depkes, yang bekerja sama dengan PT Fonterra Brands Indonesia, produsen dari Anlene, pelopor susu berkalsium tinggi di Indonesia.

Data diatas didukung dengan hasil riset terbaru yang dipublikasikan pada European Journal of Clinical Nutrition, edisi Maret, yang mengungkapkan bahwa para perempuan di Jakarta mengkonsumsi kurang dari sepertiga asupan kalsium yang dianjurkan dan menderita kekurangan Vitamin D, keduanya merupakan nutrisi penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Berkaca pada data diatas, Anlene menyadari pentingnya penanganan osteoporosis sejak dini. Secara konsisten, Anlene melakukan usaha-usaha edukasi ke masyarakat agar hidup sehat dengan tulang yang kuat. Karena, terbukti secara klinis, Anlene mampu mencegah penyakit osteoporosis. Dalam kampanyenya ini, Anlene menggandeng artis dan MC kondang, Indy Baren turut serta.

Menurut Indy Baren, para perempuan harus menyambut hari tua dengan bebas osteoporosis dan olahraga yang teratur. Berjalan kaki menurutnya adalah solusi yang cerdas bagi kalangan perempuan di usia apapun. “Dulu aku malas untuk olahraga. Namun sekarang, pikiran aku sudah terbuka. Aku harus menabung untuk hari tua nanti. Perempuan kan lebih rentan kena osteoporosis, jadi harus jaga kondisi badan sendiri mulai sekarang,” ungkap Indy mantap.

Anlene sengaja menggandeng Indy Baren untuk menggelar program ‘Melangkah Bersama Anlene’ ini. Disamping Indy dikenal humoris dan lugas, Indy juga tampil sebagai sosok artis yang dikenal peduli akan kesehatan para perempuan. Program ini ditujukan bagi para perempuan Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Adalah komitmen kami untuk melakukan edukasi secara konsisten pada masyarakat dalam upaya mencegah osteoporosis. Kali ini, kami mencoba memasyarakatkan berjalan kaki minimal 10,000 langkah yang dilakukan setiap hari,” ujar Baskorohadi Sukatmo, Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia. Lebih jauh, Baskoro menjelaskan bahwa pemilihan aktifitas berjalan kaki ini dikarenakan berjalan kaki adalah aktifitas fisik yang mudah, murah dan dapat dilakukan siapa saja, tanpa memandang umur dan hambatan fisik. Ayo para perempuan, tunggu apa lagi…Move for Health!! (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Gejala AIDS Hampir Sama dengan TBC
  2. 4 Tanda Siklus Mens yang Tidak Normal
  3. Cara Langsing Dengan Teh : 5 Jenis Teh Pelangsing Tubuh
  4. Langkah Mudah Cegah Flu
  5. 10 Tips Cara Murah dan Mudah Turunkan Tekanan Darah
  6. Mengapa Pria Lebih Banyak Berketombe
  7. Gunakan Waktu Anda Untuk Bersyukur 80 Menit Per Minggu!
  8. Waspadai Endometriosis Tanpa Gejala
  9. Hati – Hati! kelebihan Karbohidrat Bisa Picu Kanker Payudara
  10. Bangun Lebih Pagi dan Mengatasi Insomnia