Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kanker leher rahim stadium dini (displasia dan kanker stadium 0), yang masih dapat disembuhkan, sering tidak menimbulkan gejala atau tanda yang khas. Namun, kanker stadium dini dapat dideteksi dengan suatu pemeriksaan yang dikenal dengan nama tes pap, atau yang lebih populer disebut pap smear. Nama tes ini berasal dari penemunya yaitu Dr George N Papinicolaou.

Pada pemeriksaan ini dilakukan usapan pada rahim dengan alat khusus yang dibuat dari batang kayu atau plastik. Kemudian usapan ini dioleskan ke atas potongan kaca dan diwarnai dengan pewarnaan khusus, untuk selanjutnya diperiksa dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini sangat sederhana, tidak sakit, dan memakan waktu tidak lebih dari 10 menit, serta relatif murah.

Bila kemudian pada tes Pap ditemukan kelainan, maka untuk pemastian diagnosis akan dilakukan prosedur selanjutnya dengan mengambil sedikit jaringan leher rahim.

Sebenarnya setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko menderita kanker leher rahim. Oleh karena itu tes Pap dilakukan segera setelah ada aktivitas seksual, tidak peduli berapapun usia si perempuan saat itu. Pemeriksaan ini bukan sekali seumur hidup, melainkan dilakukan rutin tiap tahun sampai usia 70 tahun.

Sebenarnya tes Pap ini merupakan cara paling sederhana dan murah untuk mengantisipasi kanker leher rahim. Sebab jika sudah berupa pengobatan, maka dipastikan akan menghabiskan biaya yang tak sedikit.

Pengobatan pada tingkat displasia dilakukan dengan cara merusak proses displasia dengan kauter, bedah beku, atau membuang sebagian leher rahim dengan operasi kecil. Pada displasia berat atau kanker stadium 0 dimana fungsi reproduksi sudah tidak diperlukan lagi, maka dapat dilakukan pengangkatan rahim. Semua pengobatan pada stadium ini, akan memberikan kesembuhan hingga 100 persen.

Sementara pada kanker leher rahim lanjut, pilihan pengobatan dapat berupa operasi, radiasi, obat anti kanker, atau kombinasi satu atau lebih dari ketiga jenis pengobatan. Seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, lebih baik tes Pap daripada radiasi atau operasi. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Tangan Bersih Itu Sehat
  2. Kopi Termasuk Salah Satu Dari Enam Minuman Sehat
  3. Pengobatan Mata Dengan iLasik
  4. Mengenali PMS, HIV dan AIDS
  5. Hindari Bakteri di Dapur
  6. Si Gemuk Rentan Kanker Payudara
  7. Inilah 5 Langkah, Cara Untuk Membersihkan Paru – Paru Anda
  8. Mampukah Buah Sirsak Sembuhkan Kanker?
  9. Lensa Kontak Bisa Sembuhkan Migrain, Diabetes, Glaukoma dan Katarak
  10. Cara Alami Mengatasi Kemandulan Bagi Pria