Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mendapatkan tubuh yang langsing modalnya bukan cuma tekad dan rencana. Tetapi Anda juga harus bersahabat dengan berbagai alat bantu, makanan dan minuman yang sesuai dengan rekomendasi para ahli kesehatan seperti ini di bawah ini. Persahabatan dengan mereka, dijamin tidak hanya membuat program penurunan bobot tubuh berhasil, tetapi juga tubuh tetap bugar dan sehat.

1. Kalsium.
Kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Kalsium wajib dikonsumsi oleh mereka yang sedang berusaha menurunkan bobot tubuh. Penelitian University of Tennessee menunjukkan, makanan dan minuman kaya kalsium mampu mempercepat diet 50-70 persen. Disarankan untuk mengonsumsi kalsium dari sumber alami seperti yogurt, sayuran hijau tua, dan ikan laut.

2. Piring.
Gunakan piring ukuran sedang atau kecil, jangan yang besar saat makan. Logikanya, dengan piring yang besar, Anda akan terdorong untuk mengambil makanan lebih banyak ketimbang jika Anda makan menggunakan piring sedang atau kecil.

Sebuah artikel di majalah People berjudul 10 Scientific Ways to Lose Weight menyebutkan bahwa mengurangi ukuran piring makan dari 24 cm menjadi 20 cm, terbukti dapat mengurangi porsi makan sebesar 22 persen. Di artikel itu juga disarankan agar mengunyah dengan lebih perlahan saat makan. Pasalnya ini akan membuat Anda lebih cepat kenyang dan menyudahi makan. Dengan demikian, otomatis porsi makan jadi berkurang.

3. Yogurt.
Tambahkan yogurt dalam menu makan harian. Pasalnya, ini bisa membantu mempercepat penurunan berat badan. Orang dewasa yang menyantap tiga porsi yogurt bebas lemak setiap hari, berat badannya turun 22 persen lebih cepat ketimbang yang tidak menyantap yogurt. Selain itu, lemak mereka juga berkurang sebanyak 61 persen.

“Keseluruhan hasil penelitian menyatakan, penyuka yogurt mampu menghilangkan kelebihan lemak hingga 81 persen lebih banyak. Ini jika dibandingkan jika mereka yang bukan pemakan produk olahan susu ini,” jelas Michael Zemel, PhD, profesor bidang ilmu nutrisi di University of Tennessee.

4. Pedometer.
Rob Sweetgall, pendiri perusahaan yang khusus bergerak di bidang kesehatan dan kreasi program olahraga jalan kaki, Creative Walking Inc., menyatakan, “Sebuah studi yang dilakukan Harvard University, membuktikan bahwa berjalan kaki, meski hanya 1,5 km atau 3.000 langkah per hari dapat mengurangi risiko kematian karena penyakit degeneratif.”

Tapi, jika sedang dalam program diet dianjurkan berjalan 10.000 langkah per hari. Tentu, jumlah sebanyak ini akan sulit kita hitung, itulah gunanya pedometer selalu Anda bawa ke mana pun Anda melangkah.

5. Botol air.
Gunanya untuk membawa air putih ke mana pun Anda pergi. Selain untuk menghilangkan haus, penelitian membuktikan bahwa pelaku diet yang sering mengonsumsi H2O atau air putih lebih berhasil menurunkan berat badan. Ini jika dibandingkan dengan mereka yang jarang atau kurang minum.

6. Internet.
Maksimalkan internet dan email. Berlanggananlah electronic newsletter dari situs terpercaya yang fokus pada kesehatan dan diet. Orang yang berlangganan dan melakukan saran yang ada di newsletter terbukti jadi rajin berolahraga dan senang hati mengubah pola makanannya jadi lebih kaya serat dan mengurangi lemak. Demikian info yang dirilis perusahaan asuransi dan konsultan kesehatan.

7. Pulpen dan kertas.
Setiap kali usai bersantap, catat apa saja yang Anda makan. Kebiasaan membuat jurnal seperti ini menurut Lesley Lutes, PhD mampu membentuk kebiasaan makan yang baik dan terkontrol. Lesley adalah asisten profesor departemen psikologi East Carolina University.

Penelitian terbaru di Amerika juga membuktikan hal yang sama. relawan yang terbiasa membuat jurnal makan dan rutin berolahraga dua kali lebih langsing dibanding yang tidak. Dalam waktu enam bulan, berat badan relawan tersebut berkurang sebanyak 6 kg.

8. Google Map Pedometer.
Google Map ternyata bukan hanya bisa jadi penunjuk jalan. Aplikasi online ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengukur jarak perjalanan sehat Anda. Cara penggunaan aplikasi ini:

  1. Buka halaman google map di komputer.
  2. Ketik nama lokasi atau kota tempat Anda berjalan kaki.
  3. Tandai titik Anda memulai dan mengakhiri perjalanan dengan mengklik dua kali area yang ditunjukkan google map.
  4. Lihat hasilnya dalam satuan kilometer atau mil di kotak “route info”.

Anda juga bisa menyimpan hasilnya ke dalam file GPS atau gmap-pedometer file dengan mengklik kotak “save” dan mengunggah hasil ini di berbagai situs media sosial.

(Lily Turagan), kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mengenal Toksoplasmosis
  2. Semangka Dingin Miskin Nutrisi
  3. Cara Diet yang Irit
  4. Perempuan Obesitas Mudah Kena Kanker Ovarium
  5. Buah Merah Tak Mampu Matikan Virus HIV
  6. Diabetes, Bukan Penghalang Berpuasa
  7. Bayi Pertama Hasil IVM
  8. Inilah 18 Cara Jitu Hilangkan Nyeri Punggung Anda
  9. CHiropractic, Pengobatan Mengurut atau Menyejajarkan Tulang Belakang
  10. Kopi Jauh Lebih Sehat Dari yang Anda Bayangkan