AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Share Lintas beritakan

Ads by resep.web.id Informasi pasang iklan


Hanya mengKlik iklan, anda akan dibayar : Infonya Klik Disini!

Punya website / blog? Promosikan Disini! dan Disini! Gratis.

Dapatkan / langganan update artikel resep.web.id FREE
via account facebook klik disini, atau via email klik disini



Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hanya mampu menangani 1% dari total obat palsu yang beredar di masyarakat. Setiap tahunnya sekitar 1,800 jenis obat diduga palsu dengan nilai Rp 2,5 triliun.

BPOM Husniah Rubiana Thamrin mengemukakan hal itu di sela-sela Workshop Anti-Counterfeiting of Pharmaceutical Products yang diadakan US-ASEAN Business Council, kemarin. Yang lebih mencengangkan dari segi akumulasi, nilai peredaran jumlah obat palsu mencapai sekitar 10% dari total Rp25 triliun omzet industri obat Indonesia.

“Kita hanya punya data riil obat palsu sekitar 1%, itu pun terutama yang beredar di illegal market seperti di Pasar Pramuka, Jakarta,” kata Husniah. Kondisi itu tentu saja sangat merugikan masyarakat selaku konsumen yang seharusnya memperoleh perlindungan kesehatan.

Pelaku pemalsuan obat sepertinya juga memanfaatkan lemahnya celah hukum dan penanganannya. Seperti yang dikemukakan Rubiana, seluruh kasus pemalsuan obat yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian hanya dijatuhi hukuman ringan. “Mereka hanya dihukum percobaan beberapa bulan atau membayar denda Rp 200 ribu. Tentunya, ini tidak menimbulkan efek jera,” katanya.

Hal tersebut juga disebabkan lemahnya peraturan seperti UU Nomor 23/1992 tentang Kesehatan dan PP 72/1992 tentang Pengamanan Ketersediaan farmasi hanya mengatur sanksi ringan, dengan denda maksimal Rp 2 miliar, bagi yang melanggarnya.

Walau demikian, BPOM bertekad akan terus mengagendakan razia obat palsu. “Kita berharap, ke depan hukumannya bisa lebih berat,” ujarnya. Tentu saja hal itu perlu dipikirkan pihak pemerintah dan legislatif melalui regulasi.

Masih tingginya peredaran obat palsu di Indonesia ditanggapi sinis oleh pengamat kesehatan Kartono Mohammad, yang juga berbicara dalam forum tersebut. Menurutnya, pemerintah punya andil besar terhadap maraknya peredaran obat palsu. “Pemerintah lemah dalam kontrol dan tidak memperbaiki regulasi,” ujar mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut.

Ia menilai selama ini pola industri farmasi tidak dikelola dengan benar sehingga berkembang pesat melebihi kebutuhan obat di Indonesia. Dalam praktiknya, untuk menguasai pasar produsen obat yang nakal tidak segan-segan mencatut obat yang diproduksi pesaingnya. Atau, memproduksi obat yang tak sesuai dengan komposisi yang benar.

Lagi-lagi masyarakat yang jadi korban. “Efek pemakaian obat palsu itu mulai dari yang ringan hingga pada kematian. Pemalsuan obat ini mestinya dipandang sebagai kejahatan serius yang bisa mengakibatkan kematian,” tegas Kartono.

Karena itu, ia mendesak agar pemerintah melakukan tindakan hukum yang tegas dan keras untuk para pemalsu obat. Sebagai gambaran, di India sedang dipersiapkan aturan hukuman mati bagi pemalsu obat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang membuka lokakarya tersebut kepada wartawan mengatakan untuk membatasi peredaran obat palsu, pemerintah akan mengatur kembali pasar obat yang menjual obat dengan resep secara ilegal.

“Toko-toko obat itu akan kita atur kembali dan mengubah statusnya menjadi apotek rakyat, tentunya dengan syarat yang gampang dan akomodatif. Bagi pengusaha kecil, kita akan bantu mereka, sekaligus dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan,” ujarnya.

Namun, rencana Departemen Kesehatan tersebut masih disangsikan Kartono Muhammad. “Apa cukup apotekernya?” katanya. Menurut ia, prioritas yang perlu dilakukan pemerintah yakni membuat daftar obat esensial dan mendorong dokter, apotek, dan rumah sakit menyediakannya. Selama ini, Indonesia memang belum mempunyai daftar obat esensial. “Padahal, dengan cara ini, obat palsu akan lebih mudah dideteksi,” tambahnya. (yz)


SEO Kontes

Facebooknya Indonesia, The Indonesian Social Network.
Dapatkan banyak teman baru disini!, Dengan Aplikasi IM Chat dan Chat Room, Sharing Video/Mp3, Blog Dll
Daftar Disini!

Segera bergabung dengan FORUM kami, Daftar !

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5 | Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10


Related posts:

  1. 25 Persen Obat di Indonesia Palsu Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 10 persen obat yang beredar...
  2. Parfum Anda Palsu Yach? Berikut Cara Mengenali Parfum Palsu Parfum palsu yang banyak beredar di pasaran memang memiliki...
  3. Benarkah Indomie Tidak Hanya Dari Gandum? Dalam Debat Capres di TV semalam (25 Juni), JK...
  4. Sirih Merah Untuk Kesehatan Anda, Obat Penyakit Ringan Hingga Kronis Sudah sejak dahulu, Sirih Merah digunakan sebagai obat herbal...
  5. Download Mp3 Vivaldi, Beethoven, Mozart, Karena Efek Musik Klasik Setara Obat Penenang Tengah malam.. waktu itu lagi setup Finder-finder.com Sedikit butuh...
  6. Bulan Juli Facebook Tidak Gratis Lagi!! Hanya 140Rb/Bln Facebook disebut-sebut akan menarik bayaran pada penggunanya. Penarikan biaya...
  7. Kepel atau Burahol, Obat Alami Atasi Asam Urat Kepel atau burahol termasuk tanaman langka di Indonesia. Tumbuhan...
  8. Trading Forex Dengan Modal Kecil, Dapatkan $5 Saat Registrasi! Tepatnya inilah yang disebut iseng-iseng berhadiah, apakah komputer/laptop/handphone/pd anda...
  9. Cewek Panggilan (ABG) Hanya 600 Ribu Mau? Sebuah layanan call girl yang menyediakan jasa gadis di...
  10. Tertawa Banyak Manfaatnya Untuk kesehatan Anda “Badut itu seperti aspirin, hanya ia bekerja dua kali...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.