Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Resep Masakan dan Lifestyle – Selama berabad-abad manusia menggunakan bahan pengawet kimia untuk menyimpan berbagai macam bentuk makanan agar lebih tahan lama serta menjaga bentuk, warna, rasa, dan nutrisi di dalamnya. Sayangnya, kebanyakan bahan pengawet ini adalah bahan kimia yang bisa memberikan efek buruk untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

1. Minyak
Ketika makanan bersentuhan dengan udara secara langsung, maka akan terjadi proses oksidasi yang bisa merusak rasa makanan. Minyak sendiri mampu memperlambat proses oksidasi ini dan menghilangkan mikroorganisme perusak makanan.

2. Garam
Garam telah digunakan sejak dahulu untuk mengawetkan daging dan sayuran. Sebab mikroorganisme yang mampu merusak makanan cenderung tumbuh di dalam air dan garam sendiri dapat menyerap air. Garam juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur penyebab membusuknya makanan.

3. Gula
Sama seperti garam, gula juga dapat menyerap kelebihan air dalam makanan yang menjadi rumah bagi mikroorganisme untuk bertumbuh. Itulah sebabnya kenapa jeli, selai, atau makanan manis lainnya yang diawetkan tidak tumbuh jamur setelah dibuka.

4. Air Lemon
Jus lemon mengandung banyak asam sitrat dan asam askorbat yang dikenal sebagai vitamin C. Keasaman mampu mencegah mikroorganisme tumbuh yang bisa merusak makanan. Tak hanya itu, vitamin C yang merupakan zat antioksidan mampu berfungsi untuk mencegah makanan dari oksidasi.

5. Cuka
Sama seperti air lemon, cuka juga sangat asam dan mengandung asam asetat yang tinggi di dalamnya. Selain itu, cuka yang terbuat dari gula dan air fermentasi ini bisa membunuh mikroba penyebab membusuknya makanan.

6. Cengkeh
Cengkeh adalah salah satu jenis rempah-rempah yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan India dan Cina sebagai pengawet alami. Cengkeh mengandung senyawa fenolik dalam jumlah tinggi yang memiliki sifat antioksidan. Sifat ini mampu menjaga makanan dari pertumbuhan bakteri dan jamur.

7. Oregano
Karena oregano tinggi akan zat antioksidan, antibakteri, dan antijamur, maka rempah-rempah Italia ini bisa digunakan untuk mengawetkan makanan khususnya daging. Namun efek samping dari bahan ini adalah mampu merubah rasa asli makanan.

8. Sage
Sage adalah rempah-rempah lain yang kaya akan zat antioksidan dan antibakteri. Zat ini mampu berfungsi sebagai pengawet alami daging namun tidak mampu mempengaruhi rasa aslinya.

9. Thyme
Rempah-rempah lain yang bisa digunakan sebagai bahan pengawet adalah thyme. Zat ini efektif untuk mengawetkan makanan sebab tinggi akan zat antioksidan di dalamnya.

10. Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik yang juga digunakan untuk mengawetkan makanan sebab zat ini memiliki sifat antioksidan. Namun tidak seperti thyme yang melindungi makanan dari semua zat antibakteri, kayu manis lebih spesifik dalam membunuh organisme tertentu.

11. Rosemary
Rosemary mengandung zat carnosic dan asam rosmaranic yang merupakan jenis zat antioksidan pencegah kerusakan. Bahkan rosemary sendiri mengandung lebih dari 20 zat antioksidan sehingga lebih efektif dan tahan lama zat alami lainnya.

12. Asam Sitrat
Asam sitrat adalah jenis asam yang banyak dikandung dalam buah seperti jeruk limau, buah persik, plum, anggur, dan jeruk. Asam sitrat selain mampu memberi rasa asam juga sering diekstraksi untuk mengawetkan makanan dan minuman ringan serta permen.

13. Vitamin E
Vitamin E adalah bahan utama dalam pengawet alami yang disebut dengan tocoperol. Tingginya zat antioksidan di dalamnya bermanfaat untuk menjaga kesegaran makanan dan melindungi rasa makanan. Dalam industri makanan, vitamin E digunakan sebagai alternatif sehat untuk mengawetkan makanan.

sumber: kaskus, id : 1963162