Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sesak napas, nyeri dada (khususnya sisi kiri), sakit pada ulu hati,  leher terasa tertekan, seperti tercekik, atau nyeri yang menjalar ke daerah bahu serta lengan kiri sampai jari-jari mungkin merupakan gejala awal serangan jantung koroner yang perlu diwaspadai. Penyebabnya tidak lain karena pembuluh koroner jantung tersumbat (atherosklerosis), sehingga kebutuhan otot jantung akan oksigen tidak terpenuhi.

Gejala-gejala seperti ini bisa juga terjadi pada penyakit lain, seperti sesak napas yang disebabkan oleh asma dan nyeri pada ulu hati pada maag. Kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kemiripan gejala. Karena itu, tak ada salahnya anda segera melakukan penanganan secepatnya. Jangan tunda, berangkat segera ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah terjadinya keadaan yang tidak diinginkan. Ingatlah, serangan jantung dapat membawa kematian.

Sayangnya, serangan jantung koroner seringkali terjadi secara mendadak dan tidak jarang pada malam hari sehingga penderita seringkali tidak tertolong. Mengingat mendadaknya serangan tersebut, maka anda yang mempunyai gejala  atau berbakat menderita kelainan jantung sebaiknya rutin memeriksakan diri. Apalagi jika usia anda sudah mencapai kepala empat, perokok, menderita darah tinggi, kencing manis, kegemukan dan jarang berolahraga. Periksakan diri  minimal sekali dalam setahun. Bila perlu, dokter akan menganjurkan jangka waktu pemeriksaan yang lebih pendek misalnya setiap enam bulan atau bahkan setiap bulan.

Pola Makan

Kecenderungan pola makan yang kurang sehat pada masyarakat perkotaan sering dikaitkan dengan penyakit jantung koroner (PJK). Kesalahan pola makan itu tidak lain karena ketidakseimbangan komposisi makanan yang dikonsumsi.

Fast food (makanan siap saji) yang makin menjamur di perkotaan mengandung protein, lemak, karbohidrat yang tinggi, dan sebaliknya kandungan serat, vitamin dan mineralnya rendah. Hal ini dapat menjadi pencetus dari berkembangnya penyakit degeneratif, seperti PJK, hipertensi, diabetes, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Gaya hidup di perkotaan yang sering dilanda stres juga dapat memacu kerja jantung dan meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan itu masih diperparah dengan merokok.

Tidak ada motto kuno yang lebih baik dari “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Ini berlaku untuk siapapun, terlebih jika anda termasuk orang yang memiliki risiko tinggi menderita kelainan jantung. Caranya,  perbaiki pola makan sekarang juga. Makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang adalah makanan yang sehat untuk anda konsumsi.

Diet merupakan kunci penting bagi pencegahan PJK. Sebab dengan menerapkan diet yang baik, penderita dapat mengendalikan kemungkinan tingginya kadar kolesterol dan garam yang sangat berhubungan dengan penyakit ini. Selain itu, penderita juga dapat mengatur berapa jumlah serat, gula, protein, mineral, ratio antara lemak jenuh dan tidak jenuh yang harus dicukupi setiap hari. Diet juga menurunkan risiko terjadinya penyakit-penyakit lain dan jangan lupa, berolahraga secara teratur.

Yang penting untuk anda jalani,  terutama dalam mengatur asupan makanan yang anda konsumsi setiap hari. Pilihlah ikan daripada daging, kecuali daging yang benar-benar tak berlemak. Kurangi garam. Misalnya dengan membatasi makanan kalengan, makanan yang diasapkan, ikan asin dan jenis makanan awetan lain. Hindari makanan berlemak atau yang digoreng. Makanan yang direbus atau dikukus dan dipanggang jauh lebih aman daripada yang digoreng

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kapan Anda Membutuhkan Psikiater?
  2. Tertawalah Sebelum Dilarang, Tertawa Memang Obat Terbaik
  3. Kelelahan : Gejala, Pengobatan
  4. Selamat Tinggal Selulit
  5. Waspada Antibiotik
  6. Ikan dan Tomat Buat Kanker Prostat
  7. Liburan Bisa Membuat Panjang Umur
  8. WHO : Radiasi Ponsel Bisa Sebabkan Kanker Otak
  9. Cara Langsing Sehat, Kenali 8 ‘Alat Bantu’ Untuk Langsing
  10. Mendeteksi Adanya Kista