Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Ini peringatan untuk para ibu pecandu kopi dan teh. Jika anda merencanakan hamil, sebaiknya anda mulai menghentikan kebiasaan minum kopi, teh atau makan coklat jauh-jauh hari. Soalnya, menghentikan konsumsi minuman atau makanan yang mempunyai efek ketergantungan meski sangat kecil, akan sulit jika dilakukan mendadak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu anda atau bayi anda selama kehamilan. Berapa jumlahnya? Tidak lebih dari 300 mg kafein. Ini setara dengan kira-kira dari 3 cangkir kopi. Yang patut juga diperhatikan, banyak makanan dan minuman juga mengandung kafein. Jadi, hitunglah dengan cermat.

Dampak Kafein
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang akibatnya dapat terjadi stres yang mengganggu perkembangan janin. Kafein dapat juga menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah.

Dampak Kafein Pada Bayi
Kafein berdampak pada janin karena kafein dapat menyeberang plasenta dan dapat masuk ke dalam sirkulasi janin. Dampaknya yaitu keguguran. Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya dua cangkir setiap hari dapat berisiko keguguran dua kali lipat. Sebuah studi oleh McGill Universitas Montreal menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan keguguran.

Berat lahir rendah. Banyak peneliti mengatakan minum kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah studi di Yugoslavia, membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg. Ibu yang mengonsumsi 71-140 mg memberikan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.

Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Menurut laporan dalam arsip penyakit pada anak-anak, ibu hamil yang minum lebih dari empat cangkir kopi setiap hari dapat menyebabkan SIDS (sudden infant death syndrome). Menurut Dr AI Steinschneider, kafein dapat mengganggu sistem pernapasan bayi yang dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada bayi baru lahir dapat mengalami sistem pernapasan yang rentan terhadap infeksi dan stress.

Detak jantung (heart rate) meningkat. Kafein juga dihubungkan dengan detak jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir. Pamela Schuetze dan Philip Zeskind menguji hubungan antara konsumsi kafein dengan detak jantung. Mereka menemukan jumlah intake konsumsi kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan rata-rata detak jantung yang juga lebih tinggi.

Alasan Menghindari Kafein.
Kafein Memiliki Efek Diuretik. Kafein dapat mengambil cairan dan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Kafein bukan vitamin atau mineral. Ketika anda mulai minum kopi dan teh, kafein cenderung akan merusak selera makan anda untuk mengkonsumsi makanan lain yang bergizi.

Rangsangan dari kafein dapat menyebabkan ibu tidak bisa istirahat dan tidur yang cukup. Kafein juga turut campur dalam penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebanyak 40 persen, dimana yang mana zat besi ini diperlukan baik ibu maupun bayi. Ujung-ujungnya, kafein dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor, dapat berkembang menjadi penyakit diabetes di kehidupan selanjutnya. Dampak lain ukuran kepala janin lebih kecil dan bayi lahir prematur. (cy)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Merokok Diduga Sebabkan Menopaus Dini
  2. Inilah 4 Pemicu Alergi Semakin Parah
  3. Hati – Hati! Terapi Ikan Berpotensi Sebarkan Hepatitis dan HIV
  4. 4 Pemicu Produksi Keringat Berlebih
  5. Ternyata Berbohong Itu Adalah Sumber Penyakit
  6. Sering Terlambat Datang Bulan ? Mungkin Inilah 6 Penyebabnya
  7. Inilah 15 Fakta Dari Kelamin Pria / Penis
  8. Turunkan Berat Badan Tanpa Olah Raga? Ikuti 5 Cara Berikut Ini
  9. Obat Berikut Bisa Menghilangkan Kenangan Sedih
  10. Healing Environment untuk Terapi