Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Perempuan yang saat remaja diketahui menjadi penghisap rokok dikemudian hari akan mengalami resiko yang tinggi terkena kanker payudara. Menurut Dr Janet E Olson dari Mayo Clinic College of Medicine di Rochester Minnesota (AS) mengatakan bahwa resiko kanker payudara dimulai saat sang remaja perempuan memutuskan untuk merokok atau tidak.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Olson juga menunjukan bahwa para perempuan yang mulai merokok sebelum mengalami kehamilan pertama akan memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa menopause. Sementara bagi perempuan yang mengawali kebiasaan merokok setelah melahirkan anak pertama tidak memiliki kecendrungan terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

“Hasil penelitian kami menunjukan bahwa kanker payudara bisa dicegah saat perempuan memasuki masa remaja,” jelas Dr Janet E Olson. Dr Olson juga mencataan bahwa target untuk menanggulangi terjadinya kanker payudara pada perempuan bisa dicegah saat masih remaja. Riset juga memberikan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyebut menunda kehamilan akan menaikkan resiko terkena kanker payudara.

Alasan utama dari konsistensi ini sangat erat kaitannya dengan perkembangan payudara selama kehamilan dan persalinan dimana biasanya perempuan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi mereka. “Jika perempuan menunda kehamilan maka resiko itu akan semakin besar dan bisa lebih merusak jika dikombinasikan dengan kebiasaan mereak merokok,” tandas Dr Olson.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa kebiasan merokok akan membuat seorang perempuan memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa `postmenopausal`. Meski untuk yang satu ini masih diperdebatkan karena penelitian lain menyebut tidak ada hubungannya antara merokok dengan resiko kanker payudara. Dr Olson dan tim melakukan penyelidikan atas data dari `the Iowa Women’s Health Study` dengan kisaran perempuan berusia 55 hingga 69 tahun pada tahun 1986 dan kemudian diikuti sampai 1999.

Secara keseluruhan 37,105 perempuan diidentifikasi berisiko kanker payudara termasuk 7,095 perempuan yang mulai merokok sebelum mereka mengalami kehamilan pertama. Sementara 4.186 diantaranya merokok setelah kehamilan pertama. Total dari 2,017 perempuan diketahui terkena kanker payudara pada masa studi dilakukan. Seorang perempuan yang mengawali kegiatan merokok sebelum melahirkan pertama akan berisiko 21 persen terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah merokok.

Hasil penelitian Dr Olson dipublikasikan melalui `the journal, Mayo Clinic Proceedings`. Dr Olson memberikan penekanan bahwa hasil penelitian mereka tidak memberikan pengertian bahwa para perempuan yang mulai merokok setelah melahirkan pertama akan masuk dalam kategori sehat. Karena menurut Dr Olson, merokok bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan dan sebaiknya dihindari, demikian sumber dari Jaknews meyebutkan. (cy)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Atasi Kanker Serviks dengan Minyak Jelaga & Ramuan
  2. 9 Teknik Untuk Berhenti Berpikir Negatif
  3. Ternyata Mendingan Tempat Duduk Kloset Daripada Keyboard
  4. Banyak Perempuan Ogah Pakai Kontrasepsi
  5. Mau Langsing? Ini Rahasianya
  6. 4 Buah Berikut Bisa Lawan Kolesterol Jahat
  7. Inilah Fungsi Ginjal, Ayo Kenali Ginjal Anda Lebih Dekat
  8. Lindungi Mata dari Katarak
  9. Turunkan Berat Badan Tanpa Olah Raga? Ikuti 5 Cara Berikut Ini
  10. Ternyata Ciuman Mempunyai 4 Manfaat Untuk Kesehatan Anda