Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang ‘keampuhan’ terapi botox dalam melawan kerutan pada wajah anda. Botox merupakan kepanjangan dari botulinum toxin, yaitu racun yang diproduksi oleh sejenis bakteri clostridium botulinum. Di bidang kecantikan, botox digunakan melalui cara suntikan. Zat ini dipercaya ampuh menghilangkan kerutan wajah seperti di kening dan garis tawa. Penyuntikan tentunya harus dilakukan oleh ahli kecantikan atau dokter sesuai dosis yang diperlukan.

Ada dua jenis botulinum toxin yang perlu anda ketahui dan pelajari lebih jauh lagi. Tipe A merupakan teknik botox yang pertama kali diketemukan. Botox tipe A bisa dibilang ‘resep asli’ sebelum tipe B muncul. Tipe B dikenal dengan nama myobloc, berupa formula pengembangan dari botox tipe A. Daya kerja myobloc bisa dibilang seefektif botox tipe A. Namun, penyuntikan myobloc biasanya dilakukan pada mereka yang telah ‘kebal’ terhadap botox tipe A.

Cara kerja penyuntikan botulinum toxin secara konsisten dan dalam dosis tepat akan membuat urat-urat yang berhubungan dengan proses penuaan menjadi lebih rileks sehingga tidak berkontraksi atau tegang. Pada saat inilah toxin yang disuntikkan bekerja dan membuka aliran urat-urat syaraf di wajah.

Setelah terapi penyuntikan selesai, permukaan kulit menjadi lebih halus dan tidak keriput. Tapi proses ini tidak terjadi di semua area wajah seperti jika anda menyuntikkannya pada dahi maka hanya kulit seputar dahi saja yang kembali mengencang sementara kerutan di seputar mata atau pipi masih tetap akan tampak. Untuk membuatnya kembali kencang maka anda harus melakukan penyuntikan lagi.

Selain di wajah, terapi botox juga bisa dilakukan pada area tubuh lainnya seperti mengatasi lipatan di leher, tangan dan kaki untuk melemaskan otot yang tegang. Daya tahan terapi botox ataupun myobloc tidak bersifat permanen. Biasanya bertahan antara 3 hingga 4 bulan. Walaupun terapi botox terbukti relatif aman tapi beberapa gejala berikut mungkin saja timbul.

Biasanya hal itu akan terjadi bila dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kelumpuhan syaraf. Atau penyuntikan botox terkadang menimbulkan rasa sakit kepala, terutama jika terapi dilakukan di area kening (efek sementara). Efek samping lainnya adalah mulut kering (efek sementara). Meski termasuk jarang tetapi tidak menutup kemungkinan botox menimbulkan reaksi kendur kelopak mata selama 2 hingga 16 minggu.

Jadi bila anda ingin melakukan botox pada wajah anda, sebaiknya pikirkan kembali efek samping yang akan muncul setelah melakukan terapi ini. twp


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. All About Spa, part 2
  2. Sehat dengan Hair Aroma Therapy
  3. 4 Koleksi Make Up Wajib Wanita
  4. Tips Agar Gigi Putih Kinclong
  5. Rahasia Kulit Agar Selalu Tampak Remaja Dengan Diamond Cellular
  6. Cara Mewarnai Rambut Sendiri, Pasti Hasilnya OK
  7. Fakta Tentang Bercukur
  8. Makanan Pemicu Timbulnya Jerawat
  9. Bersihkan Kulit Kering dengan Tepat
  10. Remajakan Kulit dengan Uap Panas