Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Pasca banjir, bakteri ini merajalela dan menjangkiti warga yang terkena korban bencana banjir. Penyakit satu ini layak untuk diwaspadai, mengingat lingkungan yang terkena banjir sangat riskan disinggahi bakteri ini.

Apa itu Leptospirosis?
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup didalam air tawar selama lebih kurang satu bulan. Tetapi dalam air laut, air selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati.

Sumber Penularan/Cara Penularan
Manusia terinfeksi Leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan penderita Leptospirosis. Bakteri masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lender (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau makanan yang terkontaminasi oleh urin hewan terinfeksi Leptospirosa. Masa inkubasi selama 4-19 hari.

Bagaimana gejala klinis?
Stadium Pertama
Gejalanya seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, malaise (lesu/lemah), muntah, konjungtivitis (radang mata), rasa nyeri otot betis dan punggung. Gejala gejala diatas akan tampak antara 4 hingga 9 hari

Gejala Yang Karakteristik
Pertama, konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/ purulent (kemerahan pada mata). Kedua, rasa nyeri pada otot otot

Stadium Kedua
Pertama, terbentuk antibodi di dalam tubuh penderita. Kedua, gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama. Ketiga, apabila deman dan gejala gejala lain timbul, kemungkinan akan terjadi meningitis. Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.

Komplikasi Leptospirosis
Pada hati: kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6
Pada Ginjal: Gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
Pada Jantung: Berdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak
Pada paru paru: Batuk darah, nyeri dada, sesak napas
Perdarahan: pendarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernapasan, saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia dan mata (konjungtiva)
Pada kehamilan: Keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati

Bagaimana pencegahannya?
Membiasakan diri dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain:
Pertama, menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus. Kedua, mencuci tangan, dengan sabun sebelum makan. Ketiga, mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah, kebun, sampah, tanah atau juga selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya. Keempat, melindungi pekerja yang beresiko tinggi terhadap Leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan dan lain lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan.

Kelima, menjaga kebersihan lingkungan. Keenam, menyediakan dan menutup rapat tempat sampah. Ketujuh, membersihkan tempat tempat air dan kolam kolam renang. Kedelapan, menghindari adanya tikus didalam rumah atau gedung. Sembilan, menghindari pencemaran oleh tikus. Sepuluh, melakukan desinfeksi terhadap tempat tempat tertentu yang tercemar oleh tikus serta meningkatkan penangkapan tikus.

Pengobatan
Pertama, pengobatan dini sangat menolong karena bakteri Leptospira mudah mati dengan antibiotik yang banyak dipasaran, seperti Penicillin dan turunannya (Amoxylline). Kedua, Streptomycine, Tetracycline, Erytromycine. Ketiga, bila terjadi komplikasi, angka kematian dapat mencapai 20%. Keempat, segera berobat ke dokter terdekat. (yz/Sumber: Sudin Yankes Jakarta Utara)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kiat Sederhana Bebas dari Kanker
  2. Kondom Cegah Kanker Leher Rahim
  3. Kolesterol Tak Turun Meski Diet
  4. Kenali Gejala HIV, Inilah Tanda – Tanda Anda Terinfeksi HIV
  5. Penyebab Depresi
  6. Kanker mulut akibat hpv meningkat pada pria
  7. Cegah Kanker Paru – Paru Dengan Vitamin B6
  8. Kesemutan, Gejala Penyakit Serius
  9. Cegah Dampak Negatif Minyak Goreng
  10. Inilah Fakta Tentang Mata Kedutan dan Cara Hentikan Kedutan