Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kehamilan berisiko merupakan suatu kondisi yang berdampak menyebabkan gangguan pada ibu maupun janin yang dikandungya. Jika kondisi ini tidak diatasi, kemungkinan terjadi hal-hal riskan. Semisal bayi lahir premature atau memiliki gangguan lain yang tak diinginkan. Sedangkan ibu juga berpeluang mendapatkan penyakit serius yang sebetulnya dapat diobati agar tak mengganggu kehamilan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan ibu berisiko tinggi menjalani kehamilan. Hamil di usia di bawah 20 tahun dan lebih dari 35 tahun berisiko melahirkan bayi berkelainan genetik. Infeksi virus seperti clamydia atau toksoplasma juga berisiko tinggi mengakibatkan keguguran atau melahirkan bayi cacat.

Ibu-ibu dengan kehamilan berisiko yang mengidap penyakit tertentu, seperti hipertensi, diabetes dan gangguan jantung sebaiknya lebih sering berkonsultasi dengan dokter kandungan, minimal seminggu sekali. Ini untuk memudahkan monitoring kesehatan ibu dan calon bayi. Kalau perlu lakukan screening kelainan genetik pada usia ibu hamil di atas 35 tahun agar janin yang berisiko menderita kelainan genetik dapat tertangani dengan baik dan lahir tanpa mengalami gangguan apapun. Kontrol yang rutin dapat juga meningkatkan rasa percaya diri ibu, sehingga tak mudah cemas selama hamil.

Bila Anda termasuk ibu-ibu yang menjalani kehamilan berisiko, bersikaplah bijak dan cerdas serta disiplin diri dari hal-hal yang bisa memperburuk kesehatan Anda.

Usia–usia Beresiko
Idealnya, kehamilan berlangsung saat ibu berusia 20 tahun sampai 35 tahun. Kenyataannya sebagian perempuan hamil berusia dibawah 20 tahun dan tidak sedikit pula yang mengandung di atas usia 35 tahun. Padahal kehamilan yang terjadi di bawah usia 20 tahun maupun di atas usia 35 tahun termasuk berisiko, karena dibayang-bayangi beragam faktor gangguan.

Hamil Di Atas Usia 35 Tahun
Zaman dimana perempuan banyak yang berkarir dan bekerja seperti sekarang ini, menikah di atas usia 30 pun sudah jamak. Secara psikologis memang lebih matang dan financial juga sudah siap. Namun, dari sisi fisik tidaklah demikian, mereka justru berisiko mengalami kelainan kehamilan yang membahayakan kesehatan janin. Dr. Muharam, Sp.OG dari Sam Marie Family Healthcare menuturkannya kepada humanHealth, beberapa risiko yang dihadapi wanita hamil di atas 35 tahun, yaitu janin mengalami kelainan genetik dan lahir cacat, “Meski bukan penyakit turunan, namun menurut teori, perempuan berusia separuh baya berisiko lebih besar mendapatkan buah hati dengan kelainan genetik., “ujar Muharam.

Selain itu juga berpeluang mengalami keguguran Komplikasi saat kehamilan seperti tekanan darah tinggi, diabetes saat hamil dan kesulitan melahirkan. Janin memiliki kelainan kromosom. Biasanya yang terjadi kelainan kromosom trisomik yang mengakibat lahirnya anak-anak down syndrome yang mengalami kombinasi retardasi mental dan cacat fisik. Janin dengan kromosom abnormal banyak pula berakhir dengan keguguran.

Kehamilan di Usia Muda
Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara cacat kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, karena adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.

Prenatal Care
Agar kehamilan berjalan lancar dan bayi dikandung juga sehat secara fisik dan mental, sebaiknya sebelum hamil calon ibu yang berusia diatas 35 tahun perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memeriksakan kesehatan guna memastikan ada tidaknya kelainan genetik yang bakal terjadi pada janin. Pemeriksaan dapat berupa pemeriksaan darah, ultrasound atau chorionic villus sampling (testing jaringan sekitar fetus) dan amniocentesis (mengambil sample dari cairan amniotic).

Selama hamil juga menjalani prenatal care, terutama bila ibu memiliki kondisi penyakit kronik seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau tengah menjalani masa pengobatan panjang yang dapat berisiko terhadap janin (ee/ sbr: Pdpersi)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Mudah dan Cepat Memperbesar Payudara
  2. Hati-hati dengan Sinar Matahari
  3. Obat Kolesterol Cegah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes
  4. Cara Bakar Kalori Dengan 5 Pekerjaan Rumah Berikut Ini
  5. Inilah 6 Manfaat Olahraga Untuk Otak Anda
  6. Inilah 10 Mitos Penggunaan Obat yang Keliru
  7. Puasa Untuk Penderita Diabetes Mellitus
  8. Potret Kesehatan Sebelum Terlambat
  9. Hindari Penyakit Jantung, Dengan 7 Tips Berikut
  10. Manfaat Minyak Ikan, Untuk Kesehatan Anda