Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan kecil (bronchi) di paru-paru yang terjadi karena dinding saluran mengalami pembengkakan dan peradangan. Udara menjadi lebih sulit untuk lewat dan hal ini menyebabkan terjadinya mengi (wheezing), batuk, serta masalah lain dalam pernapasan. Mengi akan dialami 1 dari 4 anak selama masa kanak-kanaknya. Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak dengan asma dapat ikut serta dalam aktivitas olah raga dan menjalani hidup yang aktif.

Gejala
Beberapa gejala asma yang paling umum adalah: Batuk. Batuk umumnya terjadi di malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, dan saat beraktivitas fisik. Napas yang terdengar seperti bunyi peluit juga kesulitan bernapas.

Gejala asma akan berlangsung selama 2-3 hari, atau bahkan lebih. Setelah serangan asma membaik, anak akan membutuhkan pereda serangan (reliever) 3-4 kali per hari hingga batuk dan mengi menghilang.

Pemicu
Penyebab asma seringkali tidak diketahui. Asma umum ditemui menurun dalam keluarga. Dan asma dapat berhubungan dengan kondisi lain seperti eksim (eczema) dan alergi. Beberapa pemicu serangan asma adalah sebagai berikut: Flu. Pemicu asma paling umum adalah infeksi saluran napas yang disebabkan virus. Infeksi virus umum terjadi pada anak-anak sekitar 6-8 kali dalam setahun. Jika seorang anak rentan terhadap asma, ia akan mengalami mengi dan batuk-batuk pada waktu-waktu tersebut.

Virus tidak dapat dibunuh dengan antibiotik, karena itu antibiotik tidak dibutuhkan pada serangan asma ini. Aktivitas fisik, perubahan cuaca, asap rokok, kutu yang ditemukan pada debu rumah, serbuk sari bunga, hewan peliharaan. Serangan asma dapat dicegah dengan menghindari pemicunya. Karena itu, jika pemicu diketahui, pemicu tersebut sedapat mungkin harus dihindari.

Penanganan
Pada sebagian besar anak, asma dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak adalah: Pereda serangan (reliever). Jenis obat ini bekerja cepat dan bermanfaat dalam serangan akut. Contohnya adalah Ventolin. Jenis obat ini disebut bronchodilator (broncho-: saluran napas, dilator: yang membuat lebar). Sesuai namanya, obat ini melebarkan saluran napas yang sempit sehingga udara lebih mudah lewat. Obat ini memberi efek optimal dengan inhalasi (dihirup  melalui hidung). Pada serangan akut, anak akan membutuhkan Ventolin setiap 2-4 jam. Jika anak anda membutuhkan lebih dari dosis tersebut, anda harus menghubungi dokter anak anda.

Prednisolone. Obat ini adalah sejenis steroid yang mengurangi pembengkakan dan peradangan dinding saluran napas, dan membantu membuat saluran napas lebih reaktif terhadap bronchodilator. Prednisolone memebutuhkan 6-8 jam untuk mulai bekerja. Jenis obat ini diberikan dalam bentuk sirup atau tablet selama 2-4 hari. Penggunaan jangka pendek ini tidak akan menyebabkan terjadinya efek samping prednisolone atau steroid secara umum.

Pencegah serangan (preventer). Tidak setiap anak dengan asma membutuhkan jenis obat ini. Pencegah serangan juga dikonsumsi dengan cara inhalasi dan harus dikonsumsi setiap hari. Anak dengan asma yang membutuhkan pencegah serangan perlu melakukan kunjungan rutin ke dokter untuk penilaian apakah jenis obat yang diberikan bekerja dan penyesuaian dosis.

Penanganan di antara serangan
Sebagian besar anak dengan asma yang mengalami mengi saat sedang terinfeksi virus tidak membutuhkan terapi apapun di antara serangan. Jika anak mengalami batuk atau mengi lebih dari sekali seminggu di malam hari atau saat beraktivitas fisik, anak tersebut mungkin membutuhkan obat pencegah serangan (preventer).

Inhalasi adalah cara terbaik untuk menggunakan sebagian besar obat asma. Untuk mengoptimalkan penyerapan obat, spacer bekerja sama baiknya dengan pompa nebulisasi (nebuliser pump) dan jauh lebih murah. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Waspadai Gangguan Pada Gusi
  2. Harapan Baru bagi Pasien Kanker Prostat
  3. Biasakan Mencuci Tangan dengan Sabun
  4. Bronkitis
  5. Lintah Kembali Berjasa bagi Dunia Medik
  6. Inilah Alasan Kenapa Beras Merah Lebih Menyehatkan?
  7. Perokok Beresiko Tinggi Terkena Frosbite
  8. Otot Kawat Tulang Besi! Inilah 10 Makanan Penguat Tulang
  9. Susu Murni Diduga Kurangi Resiko Asma
  10. Latih Kebugaran dengan Gaya Lelaki Bertinju