Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Pada kondisi seperti ini, lansia kurang dihargai, tersisih dari kehidupan masyarakat dan tidak jarang mereka menjadi orang terlantar. Fenomena ini terjadi karena adanya pergeseran nilai budaya tradisional, yaitu mereka menganut norma yang menganggap orangtua bagian dari kehidupan keluarga yang tidak dapat dipisahkan dan didasarkan pada suatu ikatan kekerabatan yang kuat dan orang tua dihormati serta dihargai, sehingga anak-anak mempunyai kewajiban untuk mengurus orangtua, norma ini menjadi semakin berkurang dengan adanya kemajuan zaman.

Di pihak lain, sebagian dari orang yang lebih muda masih beranggapan para lansia tidak perlu aktif dalam urusan kehidupan sehari-hari. Semua hal-hal yang diuraikan di atas akan memperburuk fungsi integrasi sosial dari para lansia dengan lingkungannya, sehingga terjadi kesenjangan antara lansia dengan mereka yang lebih muda. Akibatnya, lansia hidup dalam keterasingan (alienasi) dan merasa sepi yang dapat menyebabkan tekanan jiwa (depresi) serta menurunnya daya tahan tubuh dengan segala manifestasi penyakit yang dapat ditimbulkannya.

Oleh karena itu dalam konteks mengatasi kesepian lansia ditinjau dari segi sosial budaya dan psikologik berarti lansia perlu meningkatkan komunikasinya dengan orang lain di masyarakat dan anggota masyarakat perlu menciptakan kondisi kehidupan bersama yang harmonis.

Jimmy Carter (mantan Presiden Amerika Serikat) dalam buku The Virtues of Aging 1998 mengatakan kita tidak mendadak menjadi tua ketika kita mencapai usia 65 tahun, ketika menjadi kakek atau nenek atau ketika mengalami menopause. Kita hanya tua jika kita merasa tua, jika kita menganut sikap mandeg, bergantung kepada orang lain, tidak mandiri, membatasi aktivitas fisik dan mental dan membatasi ruang lingkup pergaulan dengan orang lain. Apa yang dipesankan Jimmy carter tersebut perlu direnungkan, karena setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain yang akrab dan mendalam, sehingga kesepian ini yang merupakan derita batin, menghilangkan makna hidup dan eksistensi diri seseorang sebagai makhlluk sosial, dapat terjadi jika hubungan sosial di atas tidak terpenuhi.

Penyebab kesepian
Ditinjau dari segi sosiologis seseorang mengalami kesepian karena merasa terasing, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, perubahan pada pola kekerabatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesepian pada lansia dapat berupa sosialisasi tentang eksistensi lansia, meningkatkan peranan lansia dalam organisasi, sosialisasi nilai budaya lokal suku bangsa, pembinaan hubungan antar generasi, membudayakan hidup serumah dengan lansia, mengadakan pendidikan informal bagi lansia. (yz,sumber: waspada)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pria Doyan Daging, Wanita Gemar Buah
  2. Bahaya Bahan Pengawet Mi Instan, Pengaruhi Organ Tubuh
  3. Matahari Pagi Untuk Tulang Kuat
  4. Inilah 6 Keuntungan Menjaga Kesehatan Mulut
  5. Berikut 7 Mitos Yang Salah Tentang Kesehatan
  6. Meramal Datangnya Penyakit Jantung
  7. Inilah Penyebab Orang Terkejut Bisa Langsung Mati
  8. Jangan Merokok Dalam Mobil, Racunnya 23 Kali Lebih Tinggi dari Bar
  9. 5 Jenis Diet Ini, Berbahaya!
  10. Tips Langsing Cara India