Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kini perempuan punya kesempatan untuk melindungi dirinya dari infeksi penyakit dan kehamilan yang tidak diinginkan. Pemerintah kini sedang melakukan uji coba kondom khusus perempuan di Papua untuk mencegah dan meminimalkan penularan HIV/AIDS di sana yang terus meningkat beberapa tahun terakhir ini.

“Lebih dari 43 persen kasus terinfeksi HIV di Papua terjadi pada perempuan, bukan hanya penjaja seks, tapi juga ibu rumah tangga,” ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA), Nafsiah Mboi. Selain itu, angka hubungan seks tanpa kondom di daerah tersebut juga tinggi. Selama dua minggu masa uji coba, menurut Nafsiah, sambutannya cukup menggembirakan dilihat dari tingginya permintaan akan kebutuhan kondom perempuan (femindom).

Selain di Papua, KPA juga tengah melakukan uji coba di Semarang (lokalisasi Sungai Kuning) dan Jatinegara, Jakarta. Nantinya, kampanye penggunaan kondom khusus perempuan ini akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Selama ini pengambil keputusan untuk menggunakan kondom ada di tangan laki-laki, padahal banyak laki-laki yang menolak menggunakan kondom. Pemakaian kondom sebagai alat kontrasepsi di kalangan pasangan yang sudah resmi menikah pun juga masih sangat sedikit.

Oleh karena itu, dengan adanya femidom perempuan bisa mengambil keputusan untuk menggunakan kondom. “Seorang perempuan berhak melindungi dirinya, apalagi jika pasangannya memiliki perilaku seks resiko tinggi dengan seringnya berganti pasangan,” kata Nafsiah lagi.

Meningkatkan gairah
Femidom memiliki fungsi yang sama dengan kondom untuk laki-laki, namun dari segi ukuran memang lebih besar. Kelebihan femidom bentuknya elastis dan fleksibel sehingga dapat mengikuti kontur vagina, selain itu femidom juga bisa dipakai beberapa jam sebelum melakukan hubungan seksual.

Dari segi bentuk, femidom berbentuk silinder dengan panjang 17 sentimeter dengan diameter sekitar 7 cm, di kedua ujungnya yang satu terbuka dan satu tertutup yang di dalamnya terdapat cincin yang diterbuat dari polyuretan, yang berguna untuk menutup mulut rahim.

Selain yang terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan latex, diujungnya yang tertutup terdapat busa halus yang bisa merangsang klitoris dan penis sehingga bisa meningkatkan gairah seksual pemakai dan pasangannya.

Dibandingkan kondom laki-laki yang lebih praktis dalam menggunakannya, pemakaian femidom memang agak merepotkan. Cincin di salah satu ujungnya dimasukkan dengan jari tangan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim. Namun dengan berkali-kali latihan kerepotan itu bisa diatasi sehingga akan terasa lebih nyaman.

Sedikit kelemahan dari femidom adalah bentuknya yang kurang ’manis’ dan harganya yang relatif mahal jika dibandingkan kondom laki-laki. Selain itu agar sperma tidak tumpah, sebaiknya tidak memilih posisi woman on top ketika berhubungan seksual.

Untuk mencegah kebocoran, tidak disarankan menggunakan kondom laki-laki dan femidom secara bersamaan. Pergeseran anatara kedua selaput getah dari kedua jenis kondom tersebut dapat menyebabkan kekesatan yang akan menyebabkan kebocoran. Selain di Indonesia, femidom telah lebih dulu populer di berbagai negara seperti Brasil, Uganda, Zimbabwe dan Thailand. Femidom sendiri buatan produsen kondom asal Inggris dan India. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Olahraga Teratur buat Otak Awet Muda
  2. Kedelai Cegah Kanker Prostat
  3. Tetap Sehat Meski Merokok
  4. Jangan Berbagi 5 Benda Berikut Ini Dengan Pasangan Anda
  5. Inilah 6 Tips Lindungi Mata dari Cuaca Panas
  6. Terapi Kanker Pengaruhi Prestasi Anak
  7. Berikut 5 Cara Memeriksa Payudara Sendiri
  8. Teh Hitam (Black Tea) Mampu Melawan Bakteri di Dalam Mulut
  9. Tertawa Banyak Manfaatnya Untuk kesehatan Anda
  10. Pikiran Sehat, Tubuh Ikut Sehat