Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Jika anda ingin berhenti merokok, lakukan sekarang juga. Keinginan untuk berhenti merokok harus segera ditindaklanjuti saat itu juga, yakni ketika niat itu muncul. Keinginan untuk berhenti merokok yang dilakukan secara bertahap dapat dipastikan akan gagal. Hal ini harus diketahui baik itu oleh masyarakat umum maupun kalangan dokter, untuk menekan resiko yang dipikul oleh Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok yang banyak.

Seringkali orang mengatakan ingin berhenti merokok tapi ingin secara bertahap, namun itu tidak akan berhasil, melainkan berhenti merokok haruslah secara total, stop saat itu juga. Berhenti secara bertahap seringkali tidak efektif dan umumnya pasti gagal. Tentunya, berhenti secara mendadak akan lebih sulit dilakukan oleh orang yang telah sampai pada tahap pecandu dengan konsumsi rokok lebih dari satu bungkus per hari. Tentunya, dokter juga perlu menerangkan sejelas mungkin resiko yang akan dialami oleh pasien jika terus menajdi perokok aktif.

Salah satu resiko terbesar perokok adalah terkena penyakit PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yang tidak bisa disembuhkan secara total, namun hanya bisa dikurangi intensitasnya. Selain itu, perlu dipahamkan juga kepada orang-orang bahwa seorang ayah perokok aktif akan membawa resiko tinggi terhadap anak-anaknya untuk terkena penyakit asma.

Selain memiliki resiko tinggi terkena PPOK, perokok aktif juga rentan terhadap penyakit kanker paru serta penyakit lain yang berhubungan dengan pernafasan. Seorang pecandu rokok yang mengkonsumsi lebih dari satu bungkus rokok per hari selama satu tahun baru bisa mengembalikan kondisi paru-parunya ke kondisi normal seperti sebelum merokok dalam jangka waktu 20 tahun. Jadi semakin lama seseorang menjadi pecandu rokok, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi paru-parunya ke kondisi normal.

Indonesia saat ini dikenal sebagai negara berkembang dengan jumlah perokok terbanyak. Padahal jumlah perokok di negara maju semakin berkurang akibat gencarnya kampanye anti rokok. Sementara di negara berkembang, terutama Indonesia, hal tersebut belum dilakukan secara sunggung-sungguh. Akibatnya, jumlah perokok pemula terus bertambah dan pecandu rokok juga meningkat. (cy)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cegah Halitosis
  2. Inilah 7 Penyebab Bau Mulut
  3. Ternyata Gelang “Loom Band” Mengandung Zat Penyebab Kanker!
  4. Inilah 5 Fakta Tentang Kesehatan Jantung Wanita
  5. Begadang Sebabkan Tukak Pencernaan
  6. Antara TBC, Rokok, dan Polusi Udara
  7. Inilah Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol
  8. Jangan Berbagi 5 Benda Berikut Ini Dengan Pasangan Anda
  9. Kolam Renang Penyebab Diare
  10. Rawat Tangan dan Redakan Stres