Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sejak dulu, masalah ejakulasi dini selalu menjadi perbincangan hangat seputar masalah seksualitas. Tentunya, masalah ejakulasi dini (EDI) ini yang paling umum ditemukan pada kalangan kaum lelaki. Beberapa waktu lalu berdasarkan fakta, menyebutkan, bahwa berdasarkan pasien dengan kasus ejakulasi dini yang pernah disembuhkan, diketahui tingkat pengetahuan mereka ternyata memberikan pengaruh besar.

Seorang laki-laki dengan pengetahuan pendidikan seks tinggi cenderung lebih berisiko mengalami ejakulasi dini sepanjang hidupnya, dengan angka persentase 35 sampai 40 persen kasus. “Penjelasannya karena semakin banyak seorang laki-laki mengetahui tentang pendidikan seks, maka tanpa disadari ia jadi semakin takut tidak dapat memuaskan pasangannya atau sekadar takut berhubungan intim,” jelas psikiater dr Ahyar Nawi Husin SpKJ, demikian seperti dikutip sumber Radar Banjarmasin.

Sebaliknya, masalah ejakulasi dini tak akan mengganggu orang dengan pendidikan rendah yang tidak pernah atau hanya sedikit pengetahuannya soal pendidikan seks. Sebab mereka berhubungan intim secara alami, tanpa pernah tercekoki literatur mengenai bagaimana hubungan intim ‘yang seharusnya’ dilakukan. Karena berlangsung secara alami pula, maka orang-orang seperti ini tak khawatir atau cemas bila pasangan seksualnya mengeluh bagaimana hubungan itu dilakukan.

Dijelaskan, meski edi yang kebanyakan disebabkan karena faktor psikologis ini bisa terjadi pada semua laki-laki, namun orang di usia muda atau pasangan seksual baru, ternyata lebih banyak mengalaminya. Ejakulasi sebelum waktunya itu muncul akibat ketegangan bawah sadar untuk melakukan hubungan intim, atau karena ketegangan terhadap Miss V.

Temuan ini tentunya bertolak belakang dengan pendapat sebelumnya yang menyatakan bahwa ejakulasi dini kebanyakan terjadi pada laki-laki dengan tingkat pengetahuan rendah dengan pengalaman seks yang minimal, kurang pengetahuan akan organ seks lelaki dan perempuan.

“Yang jelas, ejakulasi dini muncul sebagai respons yang normal dari kedua pasangan, dan terutama pada orang yang memiliki masalah psikologis yang berhubungan dengan aktivitas seksual, seperti rasa takut, tegang, cemas atau rasa bersalah karena melakukan hubungan intim itu sendiri,” kata dr Ahyar. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 7 Pelajaran dari Para “Stripper”
  2. Inilah 7 Tanda Wanita Bosan Bercinta
  3. Mau Tau Tempat Favorit Pria untuk Onani? Dan Fakta Lainnya Tentang Pria!
  4. Seni Menemukan G-spot
  5. ngeSeks Teratur, Menstruasi Jadi Teratur
  6. Seksualitas Yang Liar
  7. Sering Masturbasi? 5 Hal Wajib Tahu Seputar Masturbasi
  8. Nikmatnya Bermasturbasi, Lebih Hebat dari Berhubungan Seksual
  9. Inilah Alasan Perempuan Risih / Malu Membahas Vaginanya
  10. Seperti Apa Sih Alat Kelamin Wanita Itu ?