Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Dr Farouk Haffejee dari Asosiasi Dokter Islam (Islamic Medical Association) Durban, Afrika Selatan, menyebutkan bahwa selama Ramadan atau selama berpuasa, orang cenderung terlalu banyak mengonsumsi makanan saat berbuka dan sahur, demikian seperti dikutip dari Senior. Banyak orang mengira bahwa makan banyak berarti cukup bekal energi dan gizi sampai waktunya buka kembali.

Tentu saja anggapan itu salah. Banyak makan justru tidak dianjurkan. Sebaiknya, asupan makanan di bulan puasa tidak berbeda jauh dengan konsumsi harian di hari biasa. Untuk menyiasati agar makanan yang kita konsumsi awet, Dr. Farouk menyarankan agar kita mengasup makanan yang lama dicerna usus (slow digesting food). Makanan berserat termasuk yang lama dan lambat dicerna usus.

Jenis slow digesting foods biasanya perlu waktu cerna sampai 8 jam, sementara fast digesting foods hanya butuh waktu 3 sampai 4 jam. Jenis makanan yang lama dicerna usus antara lain biji-bijian dan benih-benihan seperti gandum, oat, millet, buncis, beras merah. Bahan makanan ini juga disebut karbohidrat kompleks.

Sementara makanan yang cepat dicerna usus antara lain gula, tepung putih, dan lain- lain atau yang kerap disebut karbohidrat sederhàna. Hindari pula makanan yang digoreng dan berlemak serta gula yang terlalu banyak. Makanan berlemak dan gorengan cenderung menganggu kerja usus.

Terlalu banyak minum teh tidak dianjurkan karena menyebabkan pengeluaran urin cuküp banyak. Akibatnya, mineral garam yang dibutuhkan tubuh selama sehari akan cepat berkurang.

Sebaliknya, konsumsilah jus buah dan sayur di antara waktu buka puasa sampai menjelang tidur, agar kebutuhan cairan tubuh vitamin dan mineral terpenuhi. Pisang dan alpukat tergolong jenis buah yang mengandung potasium, magnesium, karbohidrat, dan lemak yang baik. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Pentingnya Asam Lemak Omega 3
  2. Obat Tradisional Berpotensi Tanggulangi Flu Burung
  3. Kadar Gula Tetap Stabil
  4. Pengobatan Kanker Minim Risiko
  5. Ponsel Bisa Merusak Sperma?
  6. Hipnotis untuk Kesehatan
  7. Sekitar 80 Persen Kulit Bayi di Indonesia Bermasalah
  8. 144 Orang Meninggal Akibat DBD
  9. Ingin Tampil dan Merasa Lebih Muda? Basmi Stress Anda
  10. Kaitan Sari Buah dengan Alzheimer