Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang umumnya terjadi pada alat kelamin dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Beberapa organisme penyebab antara lain:

Bakteri: Nesseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Treponema pallidum, Gardanella vaginalis,
Haemophilus ducreyi, Donavania granulomatis, Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealycum.

Virus: Herpes simplex, Human papilloma, Hepatitis, Cytomegalovirus
Protozoa: Trichomonas vaginalis
Jamur: Candida albicans
Ektoparasit: Phtirus pubis, Sarcoptes scabei

Apakah PMS ini hanya ditularkan melalui hubungan seksual? Tentu saja tidak, beberapa PMS juga dapat ditularkan dari ibu yang menderita ditularkan ke janin atau bayinya serta lewat kontak darah. Perilaku apa saja yang dapat mempermudah penularan PMS? Ada beberapa sebab diantara sebagai berikut.

Pertama, berhubungan seks yang tidak aman dengan penderita PMS (tanpa menggunakan pelindung/kondom). Kedua, ganti-ganti pasangan seks. Ketiga, prakter pelacuran. Keempat, melakukan hubungan seks secara anal, karena hubungan ini mudah menimbulkan luka.

Apa sajakah gejala dari PMS ini?
Pertama dengan keluar cairan tidak normal dan atau sakit pada atau dari vagina (keputihan). Keluar cairan tidak normal dan atau sakit dari penis. Luka pada dan sekitar alat kelamin. Nyeri perut bagian bawah pada perempuan. Pembengkakan testis/skrotum. Radang mata pada bayi baru lahir.

Bagaimana hubungan penularan HIV dan PMS ?
PMS merupakan ko-faktor penularan HIV. Penderita PMS lebih rentan terhadap HIV. Penderita PMS serta HIV akan lebih mudah menularkan ke orang lain. Pengidap HIV menjadi rentan terhadap berbagai penyakit termasuk PMS. Pengidap HIV yang juga PMS akan lebih cepat menjadi AIDS

AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala/penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh yang didapat dari infeksi HIV.

HIV
HIV (Human Immuno deficiency Virus) merupakan kuman/virus penyebab AIDS.

Bagaimana gejala dan tanda-tandanya ?
Menurut CDC (Center for Diseases Control and revention) Atlanta, AS, biasanya dimulai dengan demam 100,4 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius. Demam kadang-kadang disertai menggigil, sakit kepala dan perasaan lesu, serta nyeri tubuh. Pada awal penyakit mungkin terjadi gangguan pernafasan ringan. Setelah tiga sampai tujuh hari, penderita mungkin mengalami batuk kering tidak berdahak yang lama kelamaan menimbulkan kekurangan oksigen dalam darah. 10 – 20 % penderita memerlukan nafas bantuan mengunakan alat bantu nafas (ventilator).

HIV/AIDS tidak menular karena Makan, minum bersama. Memakai peralatan makan/minum mereka. Bersentuhan, berjabat tangan. Berpelukan, berciuman. Hidup serumah. Menggunakan wc/toilet bersama. Berenang bersama. Bergantian pakaian, handuk, saputangan. Hubungan sosial lainnya. Gigitan serangga. HIV tidak mudah menular.

Apakah seorang pengidap HIV dapat dibedakan dari orang lainnya ?
Tentu saja tidak. Seorang pengidap HIV terlihat biasa saja seperti halnya orang lain karena tak menunjukkan gejala klinis. Hal ini bisa terjadi selama 5-10 tahun. Lalu, walaupun pengidap HIV belum menunjukkan gejala, namun sudah dapat menularkan kepada orang lain. Siapa saja dapat tertular melalui cara tertentu, tak peduli kebangsaan, ras, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, kelas ekonomi maupun orientasi seksualnya. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mengatasi Sembelit Pada Anak
  2. Aromaterapi untuk Relaksasi
  3. Nutrisi Masa Laktasi
  4. Apa Golongan Darah Anda? Hati – Hati AB dan B Rentan Stroke
  5. Warning Bagi Mantan Perokok yang Kambuh
  6. Hati – Hati! Inilah Bakteri Mulut Penyebab Sakit Jantung
  7. Bawang Merah dan Manfaatnya bagi Kesehatan
  8. Air Liur Bisa Deteksi Kanker
  9. Keputihan? Jangan Anggap Remeh Lho!
  10. Inilah 5 Cara ‘Magis’ Menurunkan Berat Badan